Pemeriksaan LBC, Langkah Awal Cegah Kanker Serviks

Mommies sudah mulai rutin memeriksa kesehatan perempuan? Kalau saya, sih, masih bisa dibilang belum masuk kategori rutin. Lah wong, setelah menikah 5 tahun, baru pernah pap smear satu kali. Padahal, pemeriksaan ini kan disarankan rutin dilakukan satu tahun sekali karena sangat penting untuk mengatahui kondisi kesehatan serviks. Terutama buat kita yang aktif melakukan hubungan seks dan sudah pernah melahirkan.

Belum lama ini saya sempat mengikuti media diskusi yang dilangsungkan RS Pondok Indah-Puri Indah. Waktu itu, dr. Andry, SpOG dari RS Puri Indah memaparkan fakta kalau kanker serviks merupakan kanker nomor dua tertinggi yang diidap di Indonesia. Per tahunnya penderita bisa mencapai 15.000 orang, dan sampai menyebabkan kematian hingga 8.000 orang per tahun.

Jadi bisa dibilang, ada 3 perempuan yang terdeteksi mengalami kanker serviks setiap dua jam, satu wanita meninggal setiap jam, dam 70% terdiagnosa saat masuk pada stadium lanjut. Sudah pasti, selama dr. Andry SpOG memaparkan fakta yang sudah terjadi, saya langsung bergidik. Raut yang sama pun bisa terbaca dari rekan media lain yang datang.

Mengapa perlu skrining?

dr. Andry SpOG mengatakan kalau kanker serviks tidak bergejala! Bila ada gejala itu tandanya justru sudah memasuki stadium lanjut. Nah, jika bisa terdeteksi dini atau tahap lesi pra kanker atau stadium awal, tentu bisa ditangani dengan tuntas.

Padahal menurut dokter berkaca mata ini, kondisi yang sangat mengerikan ini bisa dicegah jika semua perempuan secara rutin melakukan skrining kanker serviks lebih dini. Di mana skrining ini bisa mendeteksi sel-sel abnormal, lesi pra-kanker dan kanker. Serviks juga bisa dijangkau dari luar, sehingga pemeriksaan tidak memerlukan operasi atau tindak invasif.

Jadi, buat apa nunggu gejala kalau memang bisa diketahui lebih dini? Iya kan? Lagi pula, dengan melakukan skrining lebih awal, artinya kita juga bisa jauh lebih hemat. Yah, mengingat biaya pengobatan kanker tentu tidak akan murah.

Lewat media diskusi ini saya juga baru ngeh kalau ternyata metode skrining kanker serviks nggak cuma bisa dilakukan lewat motode pap smear konvensional yang sudah pernah saya lakukan. Tapi, bisa lewat pemeriksaan sitologi cairan atau liquid bases cytology (LBC) yang hasilnya jauh lebih akurat dibandingkan dengan pap smear konvensional.

lbc1

Sebenarnya, cara memerikaan LBC ini nggak beda jauh dengan cara pap smear konvensional. Di mana dokter atau tenaga ahli akan mengambil sampel dari leher rahim, kemudian sampel dimasukan ke dalam vial atau botol yang berisi cairan. Setelah itu sel-sel sampel akan segera dikirim ke laboratorium, dan akan dibuat menjadi slide dan diwarnai dengan pewarna khusus sehingga sel-sel tersebut jadi lebih jelas, dan preparat dengan irisan tipis sehingga sel-sel lebih jelas terlihat dan kesalahan interpretasi hasil pun lebih kecil ketimbang dengan pap smear konvensional.

Walaupun motode ini tergolong baru, yang pasti lebih banyak keuntungannya, kok. Soalnya, pengambilan sampel serviks yang lebih baik, akurat mendeteksi kelainan ataupun mendeteksi sel yang abnormal yang jauh lebih baik.

Sadar betapa pentingnya skrining untuk dilakukan secepat mungkin, belum lama ini saya pun melakukan pemeriksaan LBC di RS Pondok Indah- Puri Indah. Walupun hasilnya hasilnya belum saya dapatkan karena keluar satu minggu setelah pemeriksaan, tapi saya cukup berlega hati karena waktu dr. Andry Sp.OG melakukan pemeriksaan ‘dalam’, ia menyatakan kalau kondisi serviks saya halus. Sedangkan kondisi serviks prakanker kondisinya sudah tidak halus lagi kerena sudah terjadi infeksi.

Walaupun begitu, saya masih dag-dig- dug menunggu hasilnya. Mudah-mudahan, semuanya baik-baik saja, yah!

lbc

O, ya, buat Mommies yang ingin melakukan tes pap smear konvensional ataupun cara LBC, lakukan dengan tenang dan rileks saja, yah. Buat saya, sih, tes ini nggak sakit, kok! Rasanya jauh lebih sakit ketika kita melahirkan dulu. Percaya, deh! Nggak usah merasa malu untuk melakukan skrining ini, karena bukan cuma Mommies kok yang melakukan memeriksaan ini. Dan yang terpenting, “A simple tests can save your life!”

 

 

 


3 Comments - Write a Comment

Post Comment