Editor’s Letter: Menjadi Orangtua, Belajar Sepanjang Masa

2014-04-26 10.22.02Halo bulan Mei!

Hari ini, tanggal 2 Mei adalah Hari Pendidikan Nasional. Apa sih, yang terbersit dalam pikiran Mommies saat mendengar Hari Pendidikan Nasional? Pasti masalah sekolah, ya..

Buat saya, masalah sekolah merupakan hal yang pelik selama jadi orangtua. Saya yakin Mommies juga merasa demikian, ya. Apalagi di bulan April kemarin, bisa jadi bulan yang cukup muram bagi orangtua. Emosi kita bagaikan diaduk-aduk membaca berita pelecehan seksual yang terjadi pada seorang bocah usia 5 tahun di sekolah swasta bergengsi di Jakarta.

Memilih sekolah, jangan sampai ikut-ikutan deh. Lagi tren sekolah berlabel internasional, banyak guru bulenya, langsung kepengen sekolahin anak di sana juga. Jadi ingat kata Ibu Elly Risman, “Ber-iPad anak orang, ber-iPad pula anak kita. Jadi orangtua nggak punya pendirian banget sih?”. Duh.

Berhubung tahun ini anak saya masuk SD, saya juga salah satu yang mengalami repotnya cari sekolah. Apalagi syarat utama pencarian sekolah saya nggak banyak, yang penting satu visi dan misi dengan pola asuh saya. Saya nggak naksir sama sekolah internasional, karena di rumah saya berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia. Saya nggak pengin anak saya dipaksa hapal Quran pas lulus SD tapi hanya hapal tanpa tau makna yang ada di dalam surat-surat Al Quran tersebut. Itu kalau saya, ya.

Bulan lalu, saya sempat kembali ke sekolah lewat Kelas Inspirasi. Ya, saya ikut Kelas Inspirasi lagi :D Ah, banyak sekali pelajaran yang bisa saya ambil di sana. Bertemu dengan sesama relawan dari berbagai profesi dan tentunya ketemu sama anak-anak usia SD. Lewat mereka saya belajar bagaimana kira-kira kehidupan anak saya 2-3 tahun ke depan, bagaimana melihat pergaulan anak-anak SD zaman sekarang yang sudah akrab sama internet (Twitter saya kebanjiran follower anak SD, ngomong-ngomong, haha). lewat pertemuan dengan mereka, saya seringkali berkaca pada diri saya sendiri sebagai orangtua.

IMG-20140424-WA0006

Bagaimana dengan pola asuh saya di rumah? Tentunya saya bukan si sempurna yang anaknya sudah bertingkah laku manis sepanjang masa. Saya juga belum jadi ibu yang penuh dengan kesabaran dan senantiasa senyum manis menghadapi anak saya.  Alhamdulillah, saya masih manusia biasa yang emosinya suka turun naik :D Tapi saya yakin, Mommies yang lain juga seperti saya, ya, yang terus belajar jadi manusia yang lebih baik demi anak.

Bulan ini tema kami adalah ‘Parenting’.  Diawali dengan artikel wawancara saya dengan Raline, yang bikin saya terkejut. Raline yang boro-boro deh punya anak, menikah saja belum, tapi ia ternyata visioner dalam hal menjadi ibu. Baca ngobrol-ngobrol saya dengan Raline di sini ya.

Lalu ada artikel yang ditulis Amalia tentang bikini untuk anak. Dari pemilihan pakaian untuk anak saja, bisa dijadikan gambaran pola asuh kita ternyata. Jadi orangtua, saya yakin semua Mommies tau, kita HARUS terus belajar. Belajar tentang ASI, kehamilan, MPASI, kapan harus panik saat anak sakit, pendidikan seks, menyiapkan anak mandiri, ah banyak!

Nah, saya yakin, setiap Mommies punya ceritanya masing-masing dalam menjadi orangtua. Pernah mengalami parenting pressure? Atau punya isu parenting lain yang bisa di-share ke orangtua lain? Yuk, tulis di sini. Karena guru yang terbaik bagi orangtua adalah sesama orangtua :)

Peluk hangat!

Psst.. bulan lalu juga kami mengubah lay out lho. Semoga Mommies menyukainya dan makin betah menjelajah website kami ya!


2 Comments - Write a Comment

  1. Setuju! Jadi orang tua memang never ending learning. Gw juga nyari sekolah yang hanya berbahasa Indonesia. Udah dapet sih, tapi anak gw baru masuk sekolah tahun depan juga. Dan rela jadi gaptek karena menolak pakai iPad supaya anak gw gak keranjingan games. Sebenernya gw cuma gak pengen dia pake kacamata sih. Nanti gak bisa jadi pilot lagi #eh

Post Comment