Are You Multitasking, Mom?

Becoming a mother makes you realize you can do almost anything.

Sebelum menikah, Mama saya sering bilang, seorang perempuan harus bisa melakukan segala macam tugas. Bahkan dalam waktu yang bersaman. Saya sendiri sudah bisa melihat hal ini dari beliau, sebagai ibu rumah tangga Mama saya memang serba bisa. Nggak cuma piawai mengurus keluarga atau melakukan tugas rumah tangga seperti memasak, Mama saya ini juga aktif di berbagai kegiatan sosial.

Rupanya, kemampuan perempuan untuk melakukan banyak hal dalam waktu yang bersamaan ini juga sudah diteliti. Sebuah penelitian membuktikan kalau dibandingkan laki-laki, perempuan jauh lebih jago melakukan beberapa pekerjaan dalam waktu yang sama. Seperti yang saya kutip dari Daily Mail, studi ilmiah yang dilakukan tim peneliti gabungan dari Glasgow, Leeds dan Hertfordshire University membuktikan kalau wanita memiliki ‘kemampuan superior dalam melakukan berbagai hal yang membutuhkan kendali kognitif tingkat tinggi’.

Sementara itu, tim peneliti dari University of Pennsylvania, Amerika Serikat, menemukan bukti baru kalau otak pria dan wanita memiliki fungsi yang berbeda. Mereka menemukan kalau otak wanita terprogram untuk melakukan multitasking atau banyak pekerjaan. Sementara, otak pria lebih baik menjalankan tugas tunggal.

Apa yang dikatakan Mama saya memang benar. Setelah menikah dan punya anak, saya jadi paham kalau seorang ibu memang dituntut bisa multitasking. Apa yang dilakukan tentu nggak terlepas karena seorang ibu pasti selalu ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Istilahnya, kualitas harus jadi nomor satu.

Tentunya kualitas yang dimaksud ini nggak hanya berlaku untuk keluarga saja, termasuk orang-orang di sekitar kita. Salah satu nilai penting yang selalu saya dapatkan sejak kecill. Pastinya, hal ini akan ditanamkan pada Bumi, anak lanang saya.

Bukankah hal yang yang paling membahagiakan adalah ketika kita bisa menebar manfaat yang mampu membuat orang yang menerimanya jadi tersenyum? Terlebih ketika bisa membaginya untuk mereka yang membutuhkan. Dengan berbagi kita memang tidak pernah rugi.

Saya tiba-tiba jadi teringat dengan salah satu video YouTube ini. Cerita yang digambarkan dalam video ini patut di contoh, lho! Di tengah berbagai kesibukan seorang ibu, perihal berbagi dengan sesama juga tidak boleh dilupakan. Kenapa? Karena sesungguhnya, berbagi adalah pencapaian kualitas tertinggi.

Kita lihat, yuk, videonya.

 


One Comment - Write a Comment

Post Comment