Diet Mayo: Dari Review Sampai Resep!

Buat yang tertarik diet mayo, mungkin beberapa kiat di bawah ini bisa diperhatikan dan dipraktikkan ya. Ingat, ini semua berdasarkan pengalaman pribadi saya. Jadi tiap-tiap orang mungkin akan mengalami hal yang berbeda, oke?

  • Preparation is the key

Beberapa hari sebelum hari H, saya mulai riset di internet tentang menu makanan tanpa garam. Lalu saya menyusun timetable apa-apa saja yang akan saya masak selama 13 hari itu.

menu1 menu2 menu3

Sehari sebelum diet dimulai, saya berbelanja ke supermarket dan pasar, untuk membuat stok ayam, daging, telur, sayur, buah dan bumbu-bumbu. Sehingga saya tidak perlu repot bolak-balik ke pasar/supermarket untuk membeli bahan. Apalagi, diet ini kan hanya 13 hari. Jadi harusnya sih, mempersiapkan menu dan bahan-bahannya nggak akan terlalu sulit ya.

  • Buatlah stok makanan

Saya terbiasa memasak sekaligus 2 porsi untuk jenis makanan daging dan ayam. Jadi, lumayan ya, hemat tenaga dan gas. Kenapa hanya dua porsi? Supaya nggak bosan. Kalo memasak sekaligus 4 porsi, misalnya, kayaknya bakal bosan banget deh makan 4 kali menu yang sama dalam rentang 13 hari. Jadi 1 porsi untuk langsung dimakan, 1 porsi lagi disimpan dalam freezer.

  • Be creative

Meski saya sudah bikin riset menu dan menyiapkan bahan-bahan, saya tetap saja kecolongan beberapa kali. Misalnya, mau masak Soto Bandung, eh ternyata nggak punya jahe dan serai. Di last minute, saya banting setir memasak dengan bahan-bahan yang ada, eh ternyata enak lho! Exceed expectation banget deh :)

Terus, nggak usah terlalu berpatokan pada juklak 100%. Untuk guideline makanan sih oke, tapi metode memasak kan bisa divariasikan. Saya juga menggunakan sedikit minyak untuk tumis atau menggoreng, tapi saya memilih olive oil dan coconut oil yang sehat. Oh ya, wajan antilengket adalah penyelamat sejati karena kita bisa menggoreng/menumis tanpa menggunakan minyak.

Untuk sarapan pun, saya tidak mengikuti juklak diet mayo. Saya terbiasa makan buah untuk sarapan dan tidak suka minum kopi maupun teh. Jadi saya pun melanjutkan kebiasaan itu selama diet. Alhamdulillah lancar. Dan masalah sembelit yang katanya sering dialami peserta diet mayo, tidak saya alami tuh.

  • Jangan pelit bumbu

Untuk menutupi rasa hambar karena masakan tidak menggunakan garam dan gula, saya royal sekali menggunakan bumbu. Bawang-bawangan, ketumbar, cabe bubuk, lada, paprika, jahe, daun salam, jeruk nipis, pokoknya semua saya pakai. Tentunya sesuai dengan jenis masakannya ya.

Sesuaikan juga bumbu-bumbu dengan selera Mommies. Saya kan lebih suka masakan yang pedas dan sedikit asam, jadi saya banyak menggunakan cabe dan jeruk nipis. Bahkan saya membuat dabu-dabu dan saus salsa sendiri yang pedas, asam dan segar. Lumayan untuk teman makan sehari-hari.

  • Banyak minum air putih

Ini sudah ditulis dalam juklaknya ya. Tapi menurut saya memang penting banget sih. Sebab, diet mayo alias diet tanpa garam ini membuat kita mudah berkeringat dan buang air kecil. Seperti diketahui, garam adalah zat yang mengikat air dan lemak. Selama 13 hari makan menu tanpa garam, air di dalam tubuh pun cepat luruh. Jadi no wonder kita harus minum banyak supaya tidak cepat dehidrasi.

Selanjutnya: Setelah diet mayo berat badan bisa naik lagi?


39 Comments - Write a Comment

  1. adiesty

    Wah, setelah ngeliat menu diet mayo di IG Mbak Ira, sekarang bisa dapat info yang jauh lebih lengkap. Jadi tertarik mau coba, euy! Tapi mengingat gue penyuka makanan yang asin2, pasti diet mayo bakal susah dijalanin, nih :D

    TFS, ya, Mbak Ira :*

  2. Leija

    Hai ira. Sebagai yg pernah Mayo Diet juga, gue mau komen ya.

    Gue bukan ahlinya sih. Jauuuh bgt. Tapi gue kayak melihat ada keanehan niii di modif menu Mayo homemade loo…

    Contoh, kalo lo gak minum teh / kopi, kayaknya mending stick with water daripada sarapan pepaya. Krn makan buah cuma boleh di bbrp hari tertentu kan?

    Kalo kentang ganti ubi, kata dokter gizinya Yayi (kelincitertidur) sebenernya bisa aja, tapi untuk 200 gram kentang penggantinya hanya 100 gram ubi. Jadi harusnya kecil bgt.

    Dan karena lo ganti dada dgn paha ayam, kayanya harusnya kurang dr 200 gram, krn lemaknya kan lbh banyak.

    Also, gue denger bumbu2 spt lada aja gak bisa sembarangan. Bisa kok masak sendiri, tapi kalo ragu sama bahan, kayaknya better bumbu-less aja spt Nadia Primaji dulu hehehe.

    Gue gak tau siiiih, modif2 menu lo bisa dikategorikan “cheating” atau gak. Semoga masih aman ya! Kata mbak Vita blekros, kalo cheating2, berat mungkin aja turun, tapi kurusnya bisa2 gak awet.

    Also, jgn lupa esensi dari Mayo adalah “me-restart” ulang metabolisme badan / detoks. Kurus is a bonus, aamiiin.

    Goodluck nih buat yg mau mayo, terutama yg masak sendiri. Salut!

    1. Hai Leila,

      Terus terang, gue pun sesungguhnya amat sangat bingung dengan the so-called diet mayo 13 hari ini. Soale, yg gue tau, mayo clinic sendiri gak pernah mengeluarkan diet ini. Mayo clinic hanya pernah merilis low sodium diet dalam bentuk buku. Dan nggak ada disebut2 juklak selama 13 hari.

      Sebelum melakukan diet mayo ini, I did my research. Gue ubek2 berbagai jurnal kesehatan, online/offline, dan tanya temen2 gue yang dokter. Juklak diet mayo 13 hari ini memang nggak pernah ada referensi yang jelas. Ujug2 cuma ada juklak ayam kukus, telur rebus, etc. Semua pun hanya available dalam versi bahasa Indonesia. Entah gue yg siwer/gimana, gue gak pernah nemu juklak diet mayo 13 hari dalam bahasa Inggris. Mungkin lo punya? Mau dong dibagi :)

      Yang pernah gue dapet, rata2 justru bilang bahwa diet mayo 13 hari ini adalah fad diet, yg diambil dr metode diet cewek2 Jepang utk bisa turun BB secara drastis. Di myfitnesspal.com misalnya, pernah ada satu thread ttg diet ini. Si penanya diet mayo malah diomelin sama semua personal trainer/health coach di situ karena diet itu dianggap gak bener.

      Gue sih nyoba diet ini berdasarkan rasa penasaran aja. Itupun harus banyak meraba-raba karena utk diet mayo 13 hari ini gue gak nemu landasan dan referensi yang jelas. Ukuran daging/ayam misalnya, ada yg pake oz, tapi ada juga yg pake gram. Apalagi setelah liat menu ketring diet yang ditambah kentang/karbo. Aseli gue tambah bingung.

      Alhasil ya gue pake logika aja deh. Gue ambil esensi intinya aja, yakni diet ini menekankan pada tiadanya kandungan garam, gula dan penyedap. That’s all.

      Jadi kalo dibilang diet mayo ala gue ini aneh, ya emang aneh sih. Gimana nggak, wong juklak sesungguhnya aja absurd. Jadi mau dibilang diet mayo mana yang salah dan mana yang benar, bingung juga ya. Parameternya sendiri aja nggak jelas hehehe..

      Sesungguhnya, gue tetep gak percaya ada diet yg hasilnya long lasting meski kita makan barbar sesudah itu. Sebab, banyak temen gue yang diet mayo ikut juklak 100% (ayam kukus, daging panggang, telur rebus, etc), tapi pada naik lagi setelah kembali ke pola makan awal yang barbar. Dan di ilmu kesehatan pun emang begitu hukumnya, bukan?

      Gue tau gue gak pernah konsultasi secara profesional sama ahli kesehatan untuk ini, nggak kayak ketring diet. Tapi Alhamdulillah, lumayan berhasil, meski mungkin hasilnya mungkin nggak bakal awet. Gue sharing di MD pun karena emang banyak yang nanya dan daripada gue capek jawab satu2, mending gue tulis sekalian. Itupun pake catatan “ini semua berdasarkan pengalaman pribadi. Hasil pada tiap orang akan berbeda-beda”.

      Anyway, thanks for the input ya :)

  3. Hmmm.. Setelah baca-baca tampaknya ini serupa apa yang gw praktekin ke suami deh.. Dulu sih bukan diet mayo.. Tapi emang istrinya ini maunya masakin gak pake garem aja. Jadi hambar bar bar. Plus cuma di saute sebentar aja di frypan gak pake minyak. Dan dia berhasil turun juga 5 kg. Tapi sebulan sih kalo gak salah. Soalnya emang santai santai aja sih.. Dan sabtu-minggu itu hari bebas menu makanan. Kayaknya seru juga kalo dia di kasih diet mayo.. *dengan catatan istrinya gak males* TFS ya mak..

  4. kak mau tanya, aku lg menjalankan diet ini. di hari kedua pun lemes banget dan akhirnya sarapannya gak cuma teh, tapi pakai roti sedikit. di hari ketiga pun, saya memasak kangkung menjadi menu kangkung plecing (masakan bali). karena gak ada blender dikosan, saya beli bumbu giling yang tinggal masak. ternyata setelah dimasak, rasanya asin, kemungkinan dari bumbu giling yang udah dikasih garam sama penjualnya. kalo kayak gini, apa saya harus ulang dari hari 1 lagi? Terima kasih :D

  5. DesZeLL

    Gue kan baru diet mayo ini yah, Ra. Sebagai orang yang dari awal emang kalau masak jarang pake gula dan dikit pake garem, gue selalu masak kaya bumbu – at least banyak dedaunan yang gue cincang. Gue bingung banget kenapa ini bumbu minim banget sih makanan! Put more ginger and lemon and you’ll have a richer taste. Apa emang karena si Mayo bilang makanannya harus hambar?

    Tapi kok gue malah baca dari websitenya Mayo kalo makanannya rasanya hambar dan nggak enak ya itu salah lo sendiri, kan lo yang masak :p. Resek! Jadi harusnya sebenarnya bisa lebih berasa dong ya.

    Dan bener kata lo, gue cari kesana kemari itu menu strict 13 hari kok nggak nemu sih. Sebenarnya darimana asalnya menu ini?

Post Comment