Saat Ibu Hamil, Ayah Pun Ngidam!

Mendengar kata ‘hamil’, benak Mommies akan langsung juga ingat kata ‘ngidam’. Apakah Mommies bermasalah dengan hal ini?

Fungsi alat pencernaan dapat berubah dalam kehamilan biasa. Biasanya perubahan-perubahan itu tidak berarti dan tidak banyak menimbulkan kesulitan, misalnya perubahan dalam merasakan (kesukaan) makanan dan mencium bau-bauan, kurang nafsu makan, sedikit mual, atau muntah-muntah. Pada ibu hamil, dapat pula terjadi dorongan untuk makan barang-barang yang bukan bahan nutrisi, seperti es (pagophagia), debu (geophagia), dll. Fenomena ini dapat kita sebut sebagai PICA. Pica juga dapat terjadi pada beberapa pasien dengan defisiensi besi atau seng.

MENGIDAM adalah pertanda di dalam badan ibu hamil terjadi perubahan besar yang menyangkut susunan enzim dan hormon. Dengan demikian tubuh ibu menjadi lebih efisien menyerap zat gizi dan makanan sehari-hari.

 

Ngidam tidak ada dalam istilah dunia medis, ini lebih dikaitkan dengan aspek psikologis ibu hamil dan keseimbangan mental dalam menjalani kehamilan.

Sampai sekarang belum diketahui dengan pasti penyebab dari ngidam. Pada perempuan yang sedang hamil terjadi peningkatan hormon, salah satunya adalah hormon progesteron. Peningkatan hormon ini berpengaruh pada fungsi dan metabolisme tubuh, dan salah satunya terjadi pada pencernaan serta produksi air liur.

Perubahan-perubahan mendadak pada saluran pencernaan ini kerap terjadi pada hiperaktivitas hormon dalam trimester (3 bulan) pertama. Walaupun ngidam dan penolakan makanan dapat hilang sesudah waktu itu, di bulan keempat, mereka dapat muncul kembali.

Tanda-tanda ngidam adalah nafsu makan menurun, merasa mual, dan muntah, namun hanya beberapa bulan yang disudahi dengan naiknya nafsu makan.

Syarat menu

Menu makanan yang baik untuk ibu yang sedang ngidam adalah hidangan yang terasa segar dan asam. Manfaatkan banyak buah dan sayuran segar. Bila mual dan muntah, upayakan porsi kecil tetapi sering atau masakan panas yang dihidangkan panas. Hidangkan makanan segar yang banyak memakai tomat asam dan lain-lain; dan upayakan terus makan sesuai porsi. Pilihlah makanan yang padat kalori sehingga porsi akan bisa dihadirkan kecil.

Zat gizi yang diperlukan

Karbohidrat adalah sumber energi utama, terdiri dari dua jenis yaitu karbohidrat sederhana seperti gula pasir, gula merah, dan karbohidrat kompleks seperti tepung, beras, jagung, gandum dan lain-lain.

Protein adalah zat gizi untuk pertumbuhan. Janin yang sedang tumbuh memerlukan protein tambahan, di samping kebutuhan ibu sendiri. Protein terdapat dalam ikan, ayam, daging, susu, telur, kacang-kacangan, tahu dan tempe.

Lemak merupakan sumber kalori dan melarutkan vitamin A, D, E, dan K, terdapat di dalam minyak goreng, margarin, mentega, dan dalam bahan makanan hewan atau nabati.

Vitamin A penting untuk pertumbuhan tulang mata, rambut, kulit, mencegah kelainan bawaan. Sumbernya adalah susu, keju, mentega, hati, kuning telur, minyak ikan.

Provitamin A terdapat dalam sayuran berwarna seperti daun singkong, kangkung, bayam, wortel, tomat, dan buah berwarna. Provitamin A di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A dengan adanya lemak.

Vitamin B terdiri sekelompok vitamin yang berfungsi menjaga sistem susunan saraf agar berfungsi normal. Vitamin ini terdapat dalam nasi, roti, susu, daging dan makanan yang diformulasi seperti tempe.

Vitamin C berguna untuk pembentukan dan keutuhan jaringan dan peningkatan penyerapan zat besi, terdapat dalam buah sayur dan sayuran segar.

Zat besi berguna untuk pertumbuhan sel-sel darah merah yang diperlukan untuk pertumbuhan janin. Sumber zat besi adalah daging, ikan, hati, ayam serta dalam jumlah sedikit dari sayur-sayuran.

Kalsium berguna untuk pertumbuhan tulang dan gigi, penggumpalan darah dan mempertahankan fungsi normal otot serta susunan saraf. Susu sapi dan produknya merupakan sumber yang baik.

Seng (Zn) mencegah kelainan kongenital untuk perkembangan otak normal. Mencegah retardasi atau kemunduran pertumbuhan janin. Sumbernya daging, hati, telur, ayam, seafood, susu, dan kacang-kacangan.

Iodium (yodium) penting untuk susunan saraf pusat yang terkait dengan daya pikir dan pendengaran. Kekurangan iodium sewaktu hamil dapat mengakibatkan lahirnya anak cacat fisik, cacat mental, sangat rendah kemampuan pendengaran bahkan tuli sama sekali. Sumbernya makanan dari laut, rumput laut dan lain-lain.

Air merupakan salah satu unsur vital dalam kehidupan, apalagi dalam masa mengidam yang diiringi muntah, upayakan masukan air tetap dijaga. Yang baik adalah air dalam buah-buahan, karena tidak hanya mendapatkan air saja tetapi juga vitamin yang terkandung dalam buah itu.

Ngidam juga terjadi pada Sang Ayah

Para peneliti dari St George’s University, London, Inggris mencoba meneliti fenomena gejala tersebut pada 282 calon ayah. Dan dalam studinya, mereka menemukan beberapa calon ayah ini juga mengalami gejala-gejala yang dialami istri mereka, seperti kejang otot (kram), nyeri dan rasa tak nyaman pada punggung, perubahaan mood, kenaikan nafsu makan, mual-mual di pagi hari, mudah lelah, depresi, fainting, susah tidur, pusing, dan sakit gigi yang terkadang juga dialami ibu hamil. Dan pada tingkat yang lebih tinggi, beberapa pria juga mengalami perubahan ukuran perut yang semakin membesar seperti tengah mengandung, atau biasa disebut dengan istilah ‘baby bump’. Meski ditemukan kemiripan gejala-gejala saat hamil pada pria namun fenomena yang dikenal dengan ‘Couvade Syndrome’ ini, masih belum bisa djelaskan secara pasti. Fenomena ini masih dianggap sebagai sesuatu yang misterius.

Beberapa pria mengalami gejala dan ngidam di awal kehamilan pasangan mereka, namun ada beberapa yang harus mengalami gejala tersebut sampai si bayi lahir. Mereka terlihat seperti mewarisi gejala kehamilan seperti yang dialami pasangan mereka, namun terkadang mereka tak menyadarinya. Beberapa orang mungkin mengalami hal tersebut dan ingin merasakan apa yang dirasakan pasangan mereka, namun beberapa dari mereka juga mengalami gejala-gejala itu di luar keinginan mereka tambah. Couvade Syndrome tak bisa didiagnosa secara medis. Hal ini sering ditemukan pada trimester pertama.

Gejala – gejala pada sindrom ini merupakan sympathetic pregnancy, dan memiliki korelasi dengan fenomena psikosomatis (gejala yang dialami tubuh secara fisik yang disebabkan oleh dorongan psikis), yang diikuti perubahan hormonal pada tubuh calon bapak.

Beberapa ketidaknyamanan di masa hamil dapat menyebabkan Anda menyesuaikan kebiasaan makan Anda. Gangguan itu dapat diatasi pula dengan mengindarkan bau – bauan yang tidak disenangi dan jikalau perlu, disertai obat – obatan sedatif ringan, dan tidak lupa dilakukan pendekatan psikologik.

Sumber dari sini.

TanyaDok adalah cara hidup sehat modern, memberikan akses kesehatan kapan pun, di mana pun bagi keluarga Indonesia dengan tanya dokter online, artikel kesehatan, solusi hidup sehat, komunitas kesehatan dan rujukan ke pelayanan kesehatan. Cari dan tanyakan masalah kesehatanmu di sini www.tanyadok.com dan follow kami di @tanyadok atau like kami di www.facebook.com/tanyadokteranda.

 

 

 

 


Post Comment