4 Faktor Penentu Keharmonisan Rumah Tangga

Sex

adiesty・08 Apr 2014

detail-thumb

Setelah menikah lebih dari lima tahun, saya semakin paham kalau antara pria dan perempuan memiliki kebutuhan seksual yang berbeda. Kesimpulan ini juga saya ambil setelah mendengar dan melihat berbagi cerita dari teman-teman dekat.

Contoh mudahnya begini, ketika seorang istri saat ditanyakan bagaimana perasaannya bila mengetahui kalau dirinya tidak akan bisa berhubungan seks lagi dengan suaminya, hampir semuanya akan mengatakan tidak apa-apa, dan menganggap persoalan seks tidak terlalu penting. Berbeda bila pertanyaan tersebut diajukan pada seorang pria. Mungkin kalau diibaratkan, seks bagi sebagian kaum pria merupakan kebutuhan utama layaknya makanan.

*gambar dari sini

Nggak percaya? Mungkin kondisi ini bisa dilihat dari banyaknya kaum pria yang nggak tahan untuk bisa hidup sendiri tanpa didampingi seorang istri. Sedangkan pihak perempuan, sebaliknya. Memang, sih, kondisi seperti ini nggak bisa dipukul rata, tapi memang rata-rata kondisi seperti inilah yang terjadi di lingkungan saya.

Dalam hal ini, Dr. Mulyadi Tedjapranata, MD menjelaskan kalau perbedaan tersebut karena adanya hormon testoteron pada pria yang menggairahkannya secara seksual. “Seorang suami akan sangat frustrasi bila saat ia meminta berhubungan badan, namun istrinya tidak bersedia karena terlalu lelah,” ujarnya.

Meskipun begitu, seksolog yang sempat menjabat sebagai general sekretaris Indonesian Association of Sexology ini juga mengingatkan kalau hubungan seksual lebih dari pada sebuah kegiatan fisik yang mempersatukan pasangan suami-istri. Namun, juga merupakan refleksi dari keseluruhan hubungan perkawinan.

“Jadi sebenarnya yang sering jadi pemicu masalah, bukan karena istri atau suami tidak bisa memuaskan kebutuhan seksual pasangannya tetapi karena adanya gap komunikasi yang kurang baik di antara mereka yang akhirnya mengurangi kenikmatan hubungan seks,” ungkapnya.

Ia pun menjelaskan sebenarnya ada empat faktor penentu yang perlu dikembangkan dalam keharmonisan setiap pasangan yang harus kita perhatikan. Ingin tahu apa saja faktor-faktor penentu kepuasan seks suami-istri tersebut? Baca di halaman selanjutnya!

 

Selanjutnya: Diperlukan hubungan akrab antara suami dan istri >>

1. Hubungan akrab dengan pasangan (verbal intercourse).

Dalam poin ini, dr. Mulyadi mengingatkan agar setiap pasangan bisa menyisihkan waktu beberapa jam sehari untuk bercakap-cakap dengan pasangan dan menanyakan aktivitasnya hari itu. Melalui percakapan, pasangan akan merasa dirinya tetap diperhatikan sehingga kebutuhannya untuk didengarkan telah terpenuhi.

“Di saat itu Anda perlu meninggalkan segala persoalan kantor, telepon, televisi dan dengarkanlah dengan cermat apa yang dikatakan pasangan Anda. Hubungan akrab akan membantu tercapainya seks yang istimewa.”

2.Hubungan emosional yang akrab dengan pasangan (emotional intercourse)

Menurut dr. Mulyadi poin ini lebih diperlukan atau dipentingkan pihak perempuan. “Perempuan merupakan kaum yang lebih mementingkan perasaan. Sering wanita lebih terbawa emosi dalam menanggapi sesuatu. Sebagai pasangan suami-istri, seharusnya tetap mempertahankan apa yang sering dilakukan sewaktu pacaran misalnya memberikan bunga meskipun bukan peristiwa istimewa; mengatakan “Saya sayang kamu” ; atau memuji pasangan akan kecantikannya dan kesuksesannya dalam melakukan sesuatu.”

Namun, bukan berarti kaum pria pun tidak memerlukan pujian, lho. Biar bagaimana pun, semakin banyak sepasang suami-istri berbicara dengan melibatkan emosi yang mendalam otomatis menjadikan hubungan seksual mereka semakin kaya dan memuaskan serta menjadi romantis.

 

Selanjutnya: Hubungan fisik yang akrab juga tetap penting! >>

3. Hubungan fisik yang akrab (physical intercourse)

Yang dimaksud dari hubungan fisik yang akrab di sini seperti menyentuh, membelai, mencium pasangan. Seperti yang dijelaskan dr. Mulyadi, dengan sentuhan, tubuh akan mengeluarkan bahan kimia, endorphin, yang memberikan efek menyenangkan dan menyembuhkan baik yang disentuh maupun yang menyentuh.

“Sentuhan bagi sepasang suami istri merupakan ungkapan cintanya bagi pasangan. Penelitian telah menunjukkan anak-anak, binatang, orang sakit menunjukkan perkembangan yang lebih pesat bila dengan teratur disentuh, dibelai. Sentuhlah pasangan anda minimal 8-10 kali sehari, Anda akan merasakan kedekatan satu sama lain.”

*gambar dari sini

4. Hubungan spiritual yang akrab (spiritual intercourse)

Maksud kalimat tersebut adalah adanya keakraban di antara suami-istri yang menjalankan ibadahnya bersama. Suami istri yang beribadah bersama akan merasakan kedekatan satu sama lain di mana Tuhan hadir disaat mereka berdua beribadat dan memperkuat tali pernikahan mereka.

Menurut dr. Mulyadi, kalau keempat faktor di atas sudah telah terpenuhi di antara suami-istri, kehidupan seksual mereka bukan lagi hanya untuk memuaskan suaminya saja tapi merupakan refleksi hubungan yang baik dan saling mengisi.

Wah, saya pribadi rasanya harus me-review kembali, apakah ke empat faktor tersebut sudah bisa terpenuhi atau belum. Bagaimana dengan Mommies?