Sembelit Saat Hamil

Saat hamil, area perut adalah area tubuh yang paling banyak mengalami perubahan dan penyesuaian. Karena itu tidak heran jika sembelit atau konstipasi, menjadi hal yang lumrah menemani sembilan bulan lamanya kehamilan Ibu.

Penyebab utama terjadinya sembelit pada Ibu yang sedang hamil adalah adanya peningkatan hormon progesteron, yang merelaksasikan otot-otot di seluruh tubuh, termasuk otot saluran pencernaan. Hal ini menyebabkan makanan yang dicerna berada dalam usus lebih lama dari biasanya. Selain itu, adanya tekanan dari perut yang membesar seiring dengan pertumbuhan janin dapat menghimpit rektum Ibu sehingga semakin sulit bagi Ibu untuk dapat buang air dengan lancar. Tidak hanya hal-hal tersebut, konsumsi zat besi untuk menunjang kesehatan kehamilan juga dapat membuat sembelit makin parah.

Untuk dapat mencegah dan meminimalisir sembelit selama kehamilan, berikut beberapa hal yang dapat Ibu lakukan:

  1. Mengonsumsi makanan kaya serat seperti sereal dan roti gandum, beras merah, kacang-kacangan, dan buah-buahan serta sayuran segar.
  2. Minumlah juga banyak air putih. POGI (Perhimpunan Obstetri Ginekologi Indonesia) merekomendasikan ibu hamil untuk menambahkan minum air sebanyak 1 gelas (+ 300 ml) pada asupan 2 liter sehari. Jus buah-buahan juga dapat membantu. Minumlah air hangat setiap pagi yang dipercaya dapat membantu memudahkan makanan untuk dicerna.
  3. Olahraga seperti berjalan kaki, berenang, bersepeda, dan yoga tidak hanya membuat Ibu merasa lebih sehat namun juga membantu mengatasi sembelit.
  4. Jika Ibu merasakan keinginan untuk buang air, jangan menundanya. Biasanya dorongan dari pencernaan dapat dirasakan setelah selesai makan.
  5. Gantilah vitamin kehamilan Ibu yang mengandung banyak zat besi dengan vitamin kehamilan jenis lain, terutama jika Ibu tidak mengalami anemia.

Jika sembelit Ibu diiringi dengan rasa sakit di bagian perut dan kadang diselingi dengan diare, atau tinja tampak berlendir dan mengeluarkan darah, segera periksakan kondisi ini ke dokter. Sulitnya buang air dapat menyebabkan pembengkakan pembuluh darah di sekitar area rektum.

Kondisi ini dikenal dengan istilah wasir atau ambeien (hemorrhoids) dan sangat tidak nyaman bagi Ibu yang sedang mengandung walaupun tidak berbahaya. Hemorrhoids akan hilang dengan sendirinya setelah Ibu melahirkan.

Sumber:

Dari sini dan Buku Konsensus Nasional

 


3 Comments - Write a Comment

  1. Pas trimester pertama, parno sembelit walaupun minum airnya cukup banyak (pakai wadah air 1.2 liter supaya terukur dan sehari bisa 2x isi, ini konsumsi di kantor saja) jadi tiap malam minum susu pakai havermut, hihi. Alhamdulillah sampai trimester tiga ini nggak sembelit.

    Modelnya keren, deh :p

Post Comment