Roti Sobek

Saya, suami dan Nadira sama-sama suka sekali makan roti. Makanya, sampai sekarang, salah satu obsesi saya adalah membuat roti sendiri di rumah. Sebab, bikin roti sendiri lebih sehat dan terjamin. Selain itu, harum roti yang baru matang di dapur itu enak banget lho. Addictive!

Salah satu problema saya dalam membuat roti adalah saat menguleninya. Pegal bok! Plus saat membentuknya, biasanya saya kerepotan karena nggak punya sense of art sama sekali, hehehe…

Anyway, kemarin, saya iseng mencoba membuat roti sobek dari resep donat kentang yang saya dapatkan di internet. Lho, resep donat kentang jadi roti? Iya, penambahan kentang dalam adonan roti/donat itu berfungsi sebagai pengempuk alami. Jadi roti bisa empuk tanpa bread improver atau zat kimia lainnya.  Saya juga sengaja tidak membuat donat karena ingin mengurangi goreng-gorengan. Dipanggang lebih sehat kan?

Lalu kenapa roti sobek? Karena roti sobek itu nggak perlu dibentuk-bentuk cantik. Tinggal diisi, dibulatkan, lalu diletakkan di loyang. Beres deh :D

Resep yang saya coba berikut ini didapatkan dari internet (lupa sumbernya) dan saya modifikasi. Hasilnya memuaskan, empuk sekali. Waktu baru matang, Nadira langsung makan 2 potong! Naga-naganya, resep ini bakal jadi andalan saya deh. Selamat mencoba!


Bahan:
300 gr kentang, kukus, kupas dan haluskan selagi panas
200 gr terigu serba guna
200 gr terigu protein tinggi
2 sdm susu bubuk full cream
2 butir telur
2 sdt ragi instan
75 gr gula pasir
75 gr mentega/butter
1 sdt garam

Isi:
Dark cooking chocolate/meises
Keju parut
(Atau sesuai selera)

Olesan:
1 kuning telur+2 sdm susu UHT+1 sdm madu, dicampur rata
Mentega

Cara membuat:

  • Campur jadi satu semua bahan kecuali mentega dan garam. Kemudian diuleni hingga tercampur rata.
  • Masukkan mentega dan garam. Uleni lagi hingga kalis dan elastis. Adonan akan sedikit lengket tetapi tidak apa-apa. Bisa ditambah dengan terigu hingga tidak lengket, atau tetap agak lengket seperti itu. Kalau ditambah terigu ada kemungkinan roti akan sedikit keras.
  • Bulatkan adonan dan diamkan selama 1 jam atau hingga mengembang 2 kali lipat.
  • Kempiskan adonan, boleh dengan cara ditinju. Kemudian ambil 40-50 gr adonan, isi dengan bahan isian dan bulat-bulatkan. Letakkan di dalam loyang yang sudah dipoles dengan margarin.
  • Tutup dengan serbet/plastic wrap. Diamkan 1 jam.
  • Panaskan oven di suhu 180 derajat celcius selama 10 menit. Sementara itu, olesi permukaan roti dengan bahan olesan.
  • Panggang roti selama 20-25 menit hingga coklat keemasan.
  • Setelah dikeluarkan dari oven, langsung olesi permukaan roti dengan mentega agar tidak kering.

Catatan:

  • Banyak trik agar tangan tidak lengket saat membentuk roti. Namun bagi saya, trik paling jitu adalah melumuri tangan dengan mentega/minyak. Adonan roti jadi tidak lengket di tangan dan mudah dibentuk.
  • Saya menguleni roti dengan mixer standar merek Philips, dengan beater bentuk spiral. Lalu supaya adonan rata dan kalis, mixer dipegangi dengan tangan, bukan didiamkan di standing mixer-nya. Sehingga adonan diuleni dengan rata. Yah pegal juga sih memegangi mixer sampai adonan kalis. Tapi lumayan lah daripada menguleni secara manual :)
  • Nah, kalo Mommies punya mixer heavy duty seperti KitchenAid atau Kenwood, boleh saja didiamkan di standing mixer-nya selama menguleni adonan ya.
  • Jika ingin roti menjulang tinggi, letakkan adonan rapat-rapat di dalam loyang. Nanti saat mengembang dan dipanggang, ia akan mengembang tinggi ke atas. Sementara jika ingin roti yang agak lebar, beri jarak sedikit antara bulatan adonan satu dan lainnya.
  • Pastikan ragi yang dipakai masih aktif atau belum kedaluwarsa. Kalau ragi sudah tidak aktif, adonan roti tidak akan mengembang.

 


9 Comments - Write a Comment

Post Comment