Gadget, Bed And Earth Hour

Di zaman gadget seperti dilem di tangan begini masih kaget, nggak, kalau menurut survei di Inggris 12% orang mengaku menjawab telepon saat melakukan hubungan intim dan lebih dari 5% bahkan memeriksa akun Facebook-nya! Masih sempat, yaaa :-O.
60% dari responden tersebut juga mengaku menghabiskan waktu lebih lama di ranjang untuk menonton TV, mengecek gadget, atau bermain game. This one sounds familiar?

Survei ini memang dilakukan oleh Durex di Inggris. Tapi seperti yang kita lihat sehari-hari di Indonesia, dan mungkin di seluruh dunia, gadget memang sudah mengambil sekian persen posisi di hidup kita. Padahal menurut Zoya Amirin, M. Psi yang dikenal sebagai Psikolog Seksual, relasi secara virtual nggak bisa menggantikan relasi yang nyata.

pertanyaannya jleb, nggak, sih?

Teknologi menginterupsi keintiman hubungan ketika kita menggantikan momen besar dengan update status media sosial atau mengirim pesan. Nggak ada interaksi yang nyata seperti mendengar suaranya yang renyah, atau sentuhan lembut saat membelai rambut. Bergesernya relasi ke arah virtual ini membuat tingkat keromantisan individu turut menyusut lantaran banyaknya gadget atau perangkat lain yang ikut masuk ke kamar tidur.

Kita juga cenderung ‘memindahkan’ relasi nyata menjadi virtual, tapi dalam kapasitas yang jauh lebih sempit. Misalnya saat menulis status atau chatting dengan teman, kita akan gunakan gaya bahasa yang sama dengan kalau kita mengobrol face to face, kan? Jangan dikira ini malah bagus. Karena relasi virtual justru rentan sensitifitas. Salah emoticon jadi perkara, typo jadi salah paham, status atau chatting sepotong-sepotong membuat teman atau pasangan berasumsi sendiri padahal sama sekali nggak nyambung :D *hayooo!. Kalau terjadi pada pasutri, yang ada malah bikin berantem kalau antar pasangan sebelumnya tidak punya pondasi kepercayaan dan komunikasi yang kuat.

Pernah menemui pasangan atau seseorang yang super mesra di media sosial? Malah bikin bertanya-tanya, nggak, sih, kalau mesranya di media sosial melulu, apa masih sempat mesra beneran? :D

Lalu apa yang harus dilakukan untuk mengembalikan hubungan kembali ke jalur yang konkret dari yang virtual?

Mbak Zoya menyarankan pasangan untuk menginvestasikan sedikit waktu di malam hari sebelum tidur untuk mengobrol sejenak, saling mengupdate kegiatan dan cerita hari itu. Tentunya gadget harus minggir, ya. Kita perlu reconnect dengan pasangan, bukan gadget. Walaupun kadang bagi saya dan suami justru berita-berita atau gosip via media sosial yang malah bisa jadi bahan obrolan atau ‘pancingan’ ke situasi yang lebih intim *kedipkedip*.

Pasangan yang punya inside jokes atau rahasia berdua juga cenderung lebih intim. Saya dan suami bisa saling  menceritakan tentang apa saja tanpa sungkan. Ya, mungkin kecuali membahas tentang uang atau tagihan, it’s such a turn off haha.. Kami juga punya beberapa kata-kata khusus yang nggak melulu tentang seks juga, sih. Tapi ‘bahasa’ yang sama ini yang membuat hal-hal kecil susah dibagi dan digantikan oleh relasi dengan orang lain.

Nah, kebetulan, hari ini, tanggal 29 Maret jam 20:30-21:30 kan, Earth Hour. Jadi momennya bisa, dong, dipakai selain untuk mematikan listrik yang tidak digunakan, juga gadget. Seperti kampanye yang didengungkan oleh Durex, Turn Off to Turn On. Turn off your gadget, to turn on your relationship…or your spouse ;).

Oya, pesan sederhana dari Mbak Zoya atas pertanyaan dari beberapa peserta konpres kemarin,”Tidak perlu mencari tahu info dari kanan kiri bagaimana cara memuaskan atau menyenangkan pasangan. Cukup tanyakan langsung. Karena hanya dia yang tahu.”

 


5 Comments - Write a Comment

  1. Dari awal liat video kampenye ini, udah suka banget. Pas banget dengan kondisi zaman sekarang. Dan tanpa sadar di tempat tidur gue sama pasangan suka sibuk sama smartphone masing2. Pernah suatu kali, malah Bumi yang protes… “Ibu… Bapak, udahan dong, jangan main handphone-nya. Nanti matanya rusak.” :D

Post Comment