Photo Facial, Facial Tanpa Rasa Sakit

Siapa yang suka perawatan facial? Kalau saya, sih, sebenarnya nggak terlalu suka dengan perawatan wajah yang satu ini. Seingat saya, seumur hidup baru rutin melakukan perawatan facial dan peeling sesaat menjelang menikah saja.

Bukannya apa-apa, sih, buat saya facial ini sedikit menyiksa. Sakit! Belum lagi setelah facial, biasanya kondisi kulit seperti kepiting rebus, hehehe. Tapi bukan berarti saya cuek dengan kesehatan kulit, lho. Beberapa langkah untuk mendapatkan kulit sehat selalu saya lakukan. Termasuk, wajib membersihkan wajah setiap hari.

Walaupun nggak terlalu suka facial, tapi saya cukup penasaran dengan cerita salah satu teman yang cerita, kalau facial dengan photo facial nggak terasa sakit sama sekali. Dan nggak ada istilah kulit meradang. Masa, sih? Daripada penasaran, saya pun akhirnya mencoba perawatan yang ditawarkan ZAP Beauty Center. Ternyata benar, lho! Sekali coba, saya langsung jatuh hati dengan perawatan ini, hahahaha!

Rupanya, metode photo facial memang jauh berbeda dengan facial cara konvensional. Di mana photo facial menggunakan metode penyinaran moderen yang menggunakan teknologi spektrum cahaya untuk membersihkan kulit hingga ke bagian epidermis. Jadi, kulit nggak perlu dipencet-pencet yang bisa menimbulkan rasa sakit. Pantas saja nggak sakit, ya! Oh, ya, walaupuan kulit kita sensitif, photo facial juga nggak menyebabkan kulit jadi merah dan bengkak.

Treatment photo facial, ini juga nggak terlalu banyak menghabiskan banyak waktu. Kira-kira maksimal membuatuhkan waktu 1 jam setiap sesinya. Waktu itu, sebelum mulai melakukan perawatan, saya melakukan konsultasi dulu dengan dokter yang memeriksa kondisi kulit.

Kemudian dilanjutkan dengan skin analyzer dengan alat modern yang mereka miliki. Proses yang satu ini wajah saja seakan “difoto”. Dari situ pemeriksaan tersebut, kondisi kulit saya bisa diketahui dengan jelas. Mulai dari berapa persen kadar minyak pada kulit, tingkat kelembapan, pembesaran pori-pori, kerutan, jerawat, sampai komedonya.

Setelah kondisi kulit saya dianalisa, baru, deh, perawatan dimulai. Tahapan pertama, dokter membersihkan wajah dan leher saya lebih dulu. Kemudian, mata saya ditutup untuk menghindari paparan penyinaran. Setelah itu, wajah dan leher saya diberi gel yang rasanya begitu dingin. Fungsi gel ini rupanya untuk menghindari rasa panas akibat penyinaran. Setelah wajah diberikan gel masih, penyinaran pun dimulai. Asiknya, nih, tingkat panas penyinaran akan disesuaikan dengan kenyamanan kita. Setelah penyinaran selesai, gel dibersihkan, yang dilanjutkan dengan proses maker wajah yang berfungsi untuk memberikan nutrisi pada kulit.

Hasilnya? Wajah saya benar-benar terasa segar dan lebih cling. Dan, yang pasti nggak ada deh merah-merah di kulit! Jadi, nggak perlu khawatir aktivitas bakal terhambat. Waktu itu saja, setelah perawatan saya bisa langsung meliput undangan sebuah acara. Saat di kantor, Lita pun sempat komentar, “Kulit wajah, loe lebih bersih, deh, Dis. Habis perawatan wajah, ya?”

Nah, kaaan… kalau begini, sih, saya bisa nagih untuk photo facial lagi, nih! Supaya hasil lebiih maksimal, memang sebaiknya melakukan perawatan secara rutin dan melakukan face peeling. Waktu itu dokter juga menyarankan saya untuk melanjutkan face peeling dua minggu setelah photo facial. Lain waktu juga mau coba face peeling di Zap, aaah… siapa tau nanti suami jadi tambah cinta, hahahaha.


2 Comments - Write a Comment

Post Comment