Belanja Kebutuhan Rumah Di JYSK

Walaupun nggak terlalu paham sama desain interior, tapi semenjak punya rumah sendiri, saya paling seneng masuk ke toko furnitur, apalagi yang banyak menyediakan printilan rumah. Iya, printilan macam pajangan meja, frame, hiasan tembok, selimut, bantal, dan kawan-kawannya.

Nah, beberapa waktu lalu, saya berkesempatan melongok toko furnitur JYSK yang berlokasi di lantai 2, Taman Anggrek Mal, Jakarta Barat. JYSK merupakan produk Skandinavia yang membuka toko pertamanya di Denmark tahun 1979. Skandinavia atau yang biasa yang merujuk pada Denmark, telah lama menjadi benchmark furniture di dunia. Berbagai desain dan arsitekturnya mulai terkenal di abad 20-an, dan terkenal dengan gaya  modernnya yang mengusung functionalistic design (all ornament should consist of enrichment of the essential construction).

Mengenai functionalistic design, saya suka banget, nih, sama konsep ini. Bagi keluarga muda seperti kita (kita? Kok ngajak-ngajak, Lit? Hihihi) biasanya memiliki rumah yang mungil di lahan terbatas. Makanya, pemanfaatan ruang menjadi sangat penting, supaya rumah tetap terkesan lega di mana anak-anak masih bisa bebas bereksplorasi di dalam rumah.

Di JYSK, banyak sekali furnitur yang multifungsi. Misalnya sofa yang ada laci penyimpan, sehingga bagian bawah sofa  nggak hanya jadi tempat berkumpulnya debu atau mainan anak yang menggelinding ke bawahnya.

Atau tempat tidur anak yang bagian bawahnya lapang, sehingga bisa dimanfaatkan untuk ruang bermain anak. Ih, lucu banget, deh!

Yang seru lagi, kalau di toko furnitur lain kita dilarang duduk-duduk di kursi/ furnitur yang tersedia, justru di JYSK kita diizinkan untuk duduk di kursi atau tempat tidur mereka sepuasnya. Tak hanya bisa santai mencoba furnitur yang ada, pengunjung juga bisa menikmati kopi dan kue yang diterbangkan langsung dari Denmark secara cuma-cuma. Asyik, ya?

O, ya, selain furnitur yang multifungsi, produk unggulan JYSK adalah sleeping equipment-nya. Sleeping equipment mereka bahkan sudah diakui The Royal Danish Court dan digunakan oleh kerajaan Denmark. Yang saya dengar, nih, ada salah satu line bantalnya yang diisi oleh bulu angsa asli. Dan bulu angsanya ini bukan yang dicabutin, lho, ya, hahaha, melainkan ditunggu sampai bulu angsanya rontok baru digunakan sebagai isi bantalnya. So, no animal abuse! Ih, kaya di negeri dongeng ya?

Ada yang sudah mampir ke JYSK? Atau lagi mengisi rumah dan bingung beli perabotnya? Coba lihat-lihat di JYSK yuk!


3 Comments - Write a Comment

Post Comment