Nasihat Orangtua, “Warisan” Paling Berharga?

Adalah sebuah mimpi semua orangtua di muka bumi yang berharap anak-anaknya akan tumbuh menjadi sosok manusia yang jauh lebih baik. Jadi, nggak heran, ya, kalau orangtua sering kali menjejali anaknya dengan berbagai nasihat.

Bahkan, mungkin bisa dibilang kalau nasihat orangtua merupakan salah satu warisan yang paling bermanfaat untuk anak-anaknya. Kini, setelah menikah dan punya anak, saya pun  cukup paham kenapa Mama dan Ayah saya nggak pernah bosan memberikan nasihat. Paling nggak, dari nasihat yang diberikan Mama dan Ayah saya dulu, saya jadi bisa lebih memaknai arti kehidupan.

Berbicara soal nasihat, saya jadi ingat, dari zaman baheula orangtua selalu menekankan untuk nggak lupa dengan kewajiban salat 5 waktu. Kata mereka, salat merupakan pondasi agama. Yah, walaupun pada kenyataannya masih suka bolong-bolong, sih, hihihi *buka aib sendiri*. Waktu zaman saya ABG, dan mulai mengenal cinta monyet, Mama saya juga juga berpesan, “Kalau deket dengan cowok, sebaiknya yang satu agama, ya, Dis. Tapi kalau berteman, ya, sama siapa saja. Nggak boleh pilih-pilih,” ujarnya waktu itu.

Nah, berkaitan dengan nasihat orangtua, saya pun jadi penasaran dengan nasihat apa saja sih, yang masih diingat teman-teman saya di Female Daily. Umh, ternyata sangat beragam, lho!

Amanda- Female Daily Network Event & Partnership Manager


“Jadi perempuan itu harus mandiri. Buka pilihan seluas-luasnya, cari pasangan yang bisa diajak diskusi soal pilihan yang kamu mau supaya bisa sejalan dengan visi keluarga kalian. Termasuk soal kerja … bukan masalah aktualisasi diri tapi lebih ke memersiapkan keluarga kalau ada perubahan kondisi.”

Irma – Accounting Female Daily

Nasihatnya banyak, tapi yang paling ingat waktu aku pacaran backstreet sama yang beda agama, waktu itu sepertinya Mama tahu, ya. Mama langsung nasehatin jangan memulai pacaran sama yang beda agama, karena jarang sekali yang berujung mulus dengan pacar kita yang akan mengalah. Waktu itu cuek saja sama nasihatnya dan tetep dijalanin. Dan kejadian benar, deh, apa yang dinasehatin beliau, ujung-ujungnya setelah 6 tahun pacaran, putus juga akhirnya, hehehee.

Eko- Manager IT Female Daily

“Berhubung gue pelupa dan dulunya juga rada bandel, yang diingat jadi nggak banyak.  Tapi dari dulu bokap selalu bilang, jadi anak laki-laki harus berani dan tanggung jawab. Berani juga mempertahankan kebenaran dan harus berani mengakui kesalahan.”

Putricaya – Managing Editor Female Daily


“Soal nasihat, sih, yang paling diingat sampai sekarang soal jangan lupa salat, hehehehee. Selain itu mungkin soal pesan jangan suka main ke rumah cowok, dan jangan suka mempermasalahkan hal-hal yang nggak penting. Umh, satu lagi, dulu waktu kecil Mama juga suka bilang kalau makan harus dihabiskan, kalau nggak nanti pacarnya diambil orang, hahahaha”

Fonnyta-Business Development Manager Female Daily

“Nasihat ortu yang selalu diingat, tapi belum berarti diturutin lhooo, adalah anak perempuan dilarang keluar setelah maghrib kalau nggak dikawal orangtua atau saudara laki-laki. Tapi gimana, ya… kayaknya nggak mempan banget, nih, nasihat itu yaa sama gue, hahahahaha…”

Shella – Asociate Editor Female Daily

“Kalau teman-teman ngomongin orang jangan suka ikut-ikutan ngomporin, dengerin saja.”

Sarah- Community Manager Female Daily


“Rajin berdoa .. itu sih nasihat nyokap gue dari dulu sampai sekarang yang paling selalu gue ingat. Katanya, kalau nanti ada masalah, selalu bawa dalam doa, karena Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya.”

Ningsih – Administrative Assistant Female Daily

“Wah, yang diinget banyak, juga, nih. Yang pertama soal peraturan kalau main nggak boleh lewat dari jam 9 malam. Kalau makan malam juga nggak boleh lewat dari jam 8 malam, soalnya Mama nggak mau aku kaya kakak-kakaknya yang obesitas. Selain itu, Mama juga sering berpesan kalau anak perempuan itu kalau ketawa jangan lebar-lebar dan harus bisa menjaga sikap sama semua orang terutama, dengan orang yang usianya lebih tua dari aku.”

Grisselda- Editor Female Daily

Papa Mama selalu menasihati saya untuk berani dan jangan menyerah sebelum mencoba. Dulu waktu masih kecil, jelas ada lah ya momen di mana saya nggak berani, tapi karena mereka saya jadi bisa mengontrol rasa takut. Mulai dari berani berenang walaupun sempat gelagapan hampir tenggelam, berani coba naik sepeda waktu masih TK, ikut cerdas cermat, dan sebagainya. Sempat jatuh, kalah, atau hampir gagal? Tentu saja! Tapi karena dukungan dan contoh yang diberi Papa Mama, saya jadi belajar untuk berani dan kembali mencoba sampai saya bisa. Kalau mereka bisa, saya juga pasti bisa. Begitu katanya. Sampai sekarang jadi terbiasa dan mendarah daging. Mama Papa juga rajin mengingatkan supaya saya dan kakak adik untuk selalu saling mendukung dan menyayangi satu sama lain. Walaupun sering berantem dan berdebat, we get along easily, it’s like we can’t ignore one person for a long time.Kami ngobrol dan main seperti sahabat. And we feel safe because we know we’ve got each other’s back, no matter what. Big thanks to our Mom and Dad! :)

Kila- Motion Graphic Designer Female Daily


“Ke mana pun tujuannya, sebelum pergi, harus berdoa dulu. Jadi sampai sekarang kalau mau kemana-mana, sudah jadi semacam kebiasaan untuk berdoa supaya Tuhan sertai dalam perjalanan.”

—–

Nah, benar kan nasihat orangtua itu banyak sekali. Buktinya, semua teman saya di kantor punya kisah yang berbeda. Umh, kalau Mommies yang lain bagaimana? Ada nggak nasihat orangtua yang masih dingat sampai sekarang? Atau mungkin, karena sekarang posisi kita juga sudah jadi orangtua, nasihat apa, sih, yang selalu digaungkan ke anak-anak? Share di sini, doooong….

 

 

 

 


Post Comment