Perjuangan Berbagi Sehat

Sudah cukup lama saya mengenal sabun kesehatan Lifebuoy. Dan, rasa-rasanya, sudah dari zaman baheula, sabun keluaran PT. Unilever ini menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat untuk bisa hidup lebih sehat dan bersih.

Salah satu kampanye yang digalakkan adalah soal kebiasaan untuk cuci tangan dengan sabun. Ya, biar bagaimana pun, penyebaran berbagai penyakit terutama untuk anak usia balita paling mudah ditularkan lewat tangan. Makanya, sejak dini saya juga sudah mengajarkan Bumi untuk nggak malas cuci tangan.

Nggak cuma saat mandi, sebelum atau setelah makan juga wajib cuci tangan. Terlebih setelah buang air kecil ataupun air besar. Duh, kebayang, dong, ya, kalau anak kita nggak cuci tangan? Ratusan atau bahkan ribuan bakteri pasti masih nempel dan bisa jadi sumber berbagai penyakit.

Urusan cuci tangan memang nggak main-main, lho. Buktinya, WHO (World Health Organization) saja sudah membuat panduan cara cuci tangan benar sehingga memenuhi standar kesehatan. Beberapa tahapnya sudah sempat Kirana jelaskan dalam artikel ini.

Rupanya, perjuangan yang dilakukan Lifebouy untuk terus mengedukasi masyarakat tidak sia-sia. Di mana hasil riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan kalau saat ini kualitas kesehatan masyarakat sudah kian meningkat. Di antaranya data yang menunjukkan prevalensi balita yang menderita diare menurun dari 9% pada tahun 2007 menjadi 3,5% di tahun 2013. Kabar yang cukup menggembirakan bukan?

Penurunan angka diare ini salah satunya dikontribusikan oleh peningkatan masyarakat dalam kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Di mana Riskesdas 2013 menunjukkan pada tahun 2013 terdapat 47% penduduk Indonesia yang telah berperilaku cuci tangan secara benar, meningkat dari 23,3% pada tahun 2007.

Pencapaian ini memang membutuhkan proses yang nggak mudah, bahkan ternyata memakan waktu sampai 10 tahun. Belum lama ini saya juga sempat mengikuti perayaan sepuluh tahun Lifebuoy program Berbagi Sehat, Kamis (6/3), di Balai Kartini dalam acara bertajuk “10 Tahun Lifebuoy Berbagi Sehat”. Di mana program ini sudah dijalankan sejak tahun 2004 dengan tujuan mengedukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Yang bikin saya salut, di tahun ke-10 ini pencapaian Lifebuoy sudah sampai 10 propinsi, 15.430 sekolah dasar binaan, 263.526 Dokter Kecil binaan Lifebuoy, 2.765.594 siswa sekolah dasar peserta program CTPS, dan 8.614.860 ibu telah menerima edukasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) terutama CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) sehingga harapannya bisa menularkan kebiasaan tersebut ke seluruh anggota keluarga.

Waktu itu, Eva Arisuci Rudjito selaku Marketing Manager Skin Cleansing PT Unilever Indonesia Tbk mengungkapkan “Selama 80 tahun, Unilever sebagai perusahaan yang tumbuh bersama masyarakat Indonesia dan dunia mempunyai kepedulian yang besar untuk meningkatan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Sepuluh tahun sudah Unilever melalui Lifebuoy menjalin kemitraan untuk melakukan program-program kesehatan yang mengedukasi dan mengajak masyarakat luas untuk berperilaku bersih dan sehat, dan komitmen ini akan tetap kami pegang teguh ke depan,”

Wah, kalau dalam waktu 10 tahun saja perubahannya sudah cukup besar, mudah-mudahan saja ditahun berikutnya manfaat yang bisa kita rasakan lebih banyak lagi, yah! Aamiin.

 

 


Post Comment