Masalah Komunikasi

Saya dan suami adalah dua pribadi yang berbeda langit dan bumi. Sifat kami bertolak belakang. Saya juga heran kenapa kami bisa merasa cocok dan menikah. Mungkin justru karena berbeda langit dan bumi itu ya, makanya rasanya bisa saling melengkapi. Perbedaan yang bertolak belakang memang bisa membuat pasangan saling melengkapi, tapi terkadang justru di situlah sumber permasalahan bisa muncul. Untuk kasus saya dan suami, masalah kami adalah tentang komunikasi.

Saya adalah orang yang cenderung blak-blakan. Saya akan bilang senang kalau saya memang senang dan berterus terang kalau saya gak senang. Saya gak suka memendam uneg-uneg sampai meledak. Sebisa mungkin saya mengomunikasikan apa yang saya rasakan. Suami saya, kebalikannya. Ia terkadang menyimpan semua permasalahannya sendiri. Tujuannya sih mungkin karena gak mau membuat orang lain kecewa, tersinggung, atau gak mau membuat orang lain ikut susah. Tapi jadinya malah salah paham karena gak dikomunikasikan.

Sebenarnya, setiap kali mengutarakan uneg-uneg (terutama kalo uneg-uneg tentang sesuatu yang saya gak suka), saya sering berpikir tentang perasaan orang yang jadi sasaran pelimpahan uneg-uneg saya (biasanya suami). Saya takut kalo suami tersinggung dan marah. Tapi, kalo gak dikomunikasikan, gimana caranya suami bisa paham perasaan saya? Seringnya, sebelum mengeluarkan uneg-uneg, saya berpikir berkali-kali. Kalo pun pada akhirnya saya gak sanggup untuk ngomong langsung karena takut di tengah-tengah bicara emosi saya meledak-ledak, saya memanfaatkan email atau bbm. Aneh gak ya?

*gambar dari sini

Sementara dari pihak suami yang seringnya mendem uneg-uneg, sampai sekarang saya masih belum tahu gimana caranya untuk membuat ia bicara tentang perasaannya. Saya sih inginnya kami berdua timbal balik. Kalo saya bisa mengeluarkan uneg-uneg tentang apa yang saya gak suka atau saya anggap gak bagus dari dirinya, saya juga mau dia melakukan hal yang sama, sehingga kami berdua bisa saling memperbaiki diri untuk menjaga hubungan. Tapi sayangnya sampe sekarang, bujuk rayu saya untuk membuat dia curhat kalo ada masalah belum bisa membuatnya jadi sedikit lebih terbuka.

Jadi, kalo ada Mommies di sini yang sudah bagus metode komunikasinya dengan pasangan masing-masing, boleh dong di-share biar kita sama-sama belajar :)


2 Comments - Write a Comment

  1. Sama Mba. Jurus ampuh Saya ketika perang dingin sm suami adalah komunikasi via bbm/wa/SMS krn biasanya uneg2 justru lebih keluar. Mungkin klo bicara lgsg/via tlp seringnya malah emosional.. Hehe. Dan kayanya itu hal normal karena biasanya saya Dan suami malah lebih “enakan” komunikasi verbalnya..

Post Comment