Bubur Candil Centil

Sudah sekitar 2 bulan lamanya, saya mencari ubi ungu. Awalnya karena Menik terserang GE, dan dokternya menyarankan ubi ungu sebagai salah satu cemilan yang memiliki serat kasar yang bisa membantu menurunkan kadar gas dalam lambung yang berlebih. Selain itu, ubi ungu juga ternyata punya banyak manfaat. Sebut saja kandungan lisin, vitamin A, C, B1, zat besi, fosfor, dan kalsium. Anti-oksidan dan anti-bakteri juga bisa ditemukan di ubi ungu, dan kadarnya 2-3x lebih besar dibanding varian makanan berwarna ungu lainnya. Tentunya selain manfaat untuk tubuh, warna ungu yang dihasilkan ubi ungu ini juga super cantik. Jika mencari alternatif pewarna makanan alami, ubi ungu bisa jadi pilihan.

Ketika akhirnya menemukan ubi ungu, segera saya ingin mengolahnya, dan makanan yang muncul di benak saya adalah bubur candil. Baru membayangkan bola-bola ungu yang kecil saja sudah membuat saya semangat.

Bahan bola candil:

  • 250 gram ubi ungu, kukus, haluskan.
  • 150 gram tepung ketan putih.
  • 1/4 sdt garam.
  • 100 ml air matang.

Bahan bubur :

  • Air kurang lebih 3/4 panci sedang.
  • 7 sdm gula pasir (ini bisa disesuaikan dengan selera).
  • 2 lembar daun pandan.
  • 70 gram tepung ketan putih, larutkan dengan air matang secukupnya.

Bahan santan :

  • 1/2 kelapa tua parut, beri air, buat santan sebanyak 500 ml
  • 1/2 sdt garam
  • 1 lembar daun pandan

Cara membuat :

  1. Campur ubi yang sudah dihaluskan dengan tepung dan garam hingga rata. Beri air sedikit demi sedikit sambil dicampur menggunakan tangan hingga adonan kalis. Buat bola-bola kecil dari adonan tersebut. Sisihkan.
  2. Masak air dalam panci, masukkan gula, dan daun pandan. Tunggu hingga mendidih, kecilkan api. Masukkan bola-bola ubi tadi. Masak hingga bola ubi matang, terlihat mengambang di atas air. Matikan api. Kurangi air hingga setengahnya. Naikkan lagi ke kompor, nyalakan api kecil, tunggu mendidih. Masukkan larutan tepung ketan putih, aduk rata. Cicipi apakah manisnya sudah cukup atau belum. Kalau sudah, matikan api, sisihkan dan biarkan hawa panasnya hilang.
  3. Masak santan di api kecil bersama garam dan daun pandan. Pastikan santan tidak pecah dengan cara mengaduk perlahan hingga mendidih. Matikan api, tunggu sampai hawa panasnya hilang.

Ada dua cara penyajian, sebagai cemilan hangat atau dingin. Sesuaikan dengan selera, ya, Mommies! Kalau ingin hangat, bisa langsung masukkan ke mangkuk saji. Jika ingin dingin, tambahkan es batu sebelum mencampur bubur candil dan santannya dalam mangkuk saji.

Walau ada teman yang bilang “too much drama in one pot when you prepared Indonesian food” tapi kalau hasilnya cantik dan tentunya enak sesuai lidah selera nusantara begini, siapa yang mau menolak? ;)


4 Comments - Write a Comment

Post Comment