Rumah Bermain Padi, Bandung

Masih ingat, ya, cerita saya waktu mencoba salah satu kelas untuk bayi? Setelah itu, saya berhenti mencari sekolah, err kelompok bermain maksudnya, secara intensif, karena memang niatnya Menik akan saya masukkan ke Taman Kanak-Kanak saja langsung. Tapi karena saya sendiri ada rencana untuk mengejar gelar Master dan membawa Menik sekalian, maka kami mulai mencari lagi kelompok bermain yang bisa membantuk Menik bersosialisasi agar nanti ketika masuk playgroup atau daycare selama saya di kelas, tidak ada kesulitan berarti untuk beradaptasi.

Salah satu ‘syarat’ untuk Kelompok Bermain yang saya inginkan untuk Menik adalah menggunakan Bahasa Indonesia. Untuk yang satu ini saya memang agak keras kepala, karena saya mau Menik menguasai bahasa ibunya dengan baik terlebih dahulu, Insya Allah bahasa asing lainnya akan bisa dipelajari nanti ketika sudah masuk sekolah formal, lebih baik lagi kalau bisa mempelajari bahasa asing di negara asal bahasa tersebut secara langsung.

Nah, setelah browsing dan juga bertanya ke beberapa teman dan kerabat, akhirnya saya menemukan dua nama tempat yang saya nobatkan jadi calon sekolah Menik, Rumah Belajar Semi Palar dan Rumah Bermain Padi. Terus terang, saya tidak menemukan nama lain yang sesuai dengan keinginan, karena kebanyakan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama plus ada tambahan bahasa asing lain, seperti Mandarin misalnya, too much!

Lalu bagaimana dengan dua nama tadi? Saya baru sempat mampir ke Rumah Bermain Padi yang ada di daerah Cigadung, Bandung Utara. Halaman luas, dan hamparan rumput hijau menyambut kedatangan kami. Ada perosotan, ayunan, dan rumah pohon di halamannya. Lantainya masih berbahan ubin, jadi terasa dingin. Deretan sepatu anak tertata rapih, dan saya langsung bertemu Bunda Reni yang menyambut saya karena kebetulan beliau baru selesai membantu seorang anak meletakkan sepatu di tempatnya, diikuti oleh pemilik dan kepala sekolah, Bunda Julia.

Bunda Reni memberi penjelasan singkat tentang rumah bermain yang memakai metode montessori, kelasnya lintas usia, dan berdasar pada agama Islam. Kelas lintas usia ini cukup menarik perhatian karena vertical grouping di playgroup ini agak jarang ditemukan di Indonesia. Jadi anak usia 2-6 tahun akan dicampur untuk bermain bersama. Tujuannya untuk membantu anak terbiasa dengan lingkungan lintas usia sejak dini yang biasanya akan terjadi nanti di dunia selepas sekolah formal, belajar bekerja sama saling menghormati dan menghargai, belajar mengetahui tanggung jawab dan kemampuan sesuai umur, yang lebih besar akan membantu si kecil, yang lebih kecil akan belajar dengan cara mencontoh yang lebih besar (prinsip yang sama ketika di rumah ada kakak dan adik, kan?), dan tentunya ada nilai kekeluargaan yang didapat karena terasa seperti dalam satu keluarga.

Rumah Bermain Padi ini berdurasi 2 jam mulai 08.30-10.30, dan untuk anak usia 2-4 tahun hanya 2 kali pertemuan dalam seminggu, ada snack dari sekolahan yang dimasak langsung di dapur yang bersih (saya sudah lihat sendiri). Kamar mandi terpisah untuk anak perempuan dan laki, tempat cuci tangan dan wudhu, perpustakaan, dan perbandingan 1:5 untuk guru dan siswa.

Program untuk pengembangan pribadi adalah keterampilan hidup, sensorial, bahasa, matematika, peradaban dan budaya, pengenalan aqidah & akhlak Islami, pengenalan ibadah, pengenalan membaca Al-Quran, dan toilet training bagi anak usia 2-3 tahun. Untuk program bersamanya ada seni rupa, seni musik, sains, olah tubuh, memasak, break makan, berenang, dan field trip. Selain itu, sekolah ini juga rutin mengadakan seminar dan workshop seputar pendidikan dan perkembangan anak dan bisa konsultasi (sesi private) seputar perkembangan anak.

Seakan belum cukup membuat hati saya merasa lumayan yakin untuk memasukkan Menik kesini, ternyata pemilik sekolahnya memang melanjutkan studinya di Early Childhood Teaching Course di London Montessori Center, menurut saya cukup punya dasar yang kuat untuk membuka taman bermain. Menik pun terlihat semangat ingin masuk kedalam kelas yang sayangnya belum bisa dilakukan karena jadwal trial sudah penuh sampai bulan Juni 2014.

Nah, sambil menunggu review lanjutan setelah trial yang mudah-mudahan bisa dilakukan secepatnya (kalau ada yang cancel, bisa maju), berikut ini ada beberapa info seputar biaya dan alamat jika ada Mommies yang tinggal di Bandung dan sedang mencari kelompok bermain untuk anaknya.

Untuk biaya di tahun 2014 ini :

  • Pendaftaran Rp200.000,-
  • Uang pangkal Rp5.000.000,-
  • Uang kegiatan Rp1.800.000,-
  • SPP per bulan TK Rp475.000,-
  • SPP per bulan PG Rp425.000,-

Alamat: Jl. Cigadung Raya Timur 106 Bandung.

Telepon : 022-2500372


5 Comments - Write a Comment

    1. Hello! Menik jadi trial, tapi nggak jadi sekolah. Karena Insya Allah, tahun depan saya berangkat sekolah ke luar negeri :) Karena masuk Rumah Padi ada uang pangkalnya, jadi kalau dihitung rasanya agak rugi hehehehehe.

      Overall setelah trial, saya dan Menik sreg dengan sekolahnya. Lingkungannya nyaman, belajar dengan metode montessori, dan hari itu terlihat bagaimana guru-gurunya mengatur anak-anak yang sulit diatur ;)

      Semoga membantu ya!

Post Comment