Jalan-jalan ke Kantor Ibu

“Apa rencana liburan akhir tahun Anda?” Kira-kira begitulah kalimat yang sering saya dengar atau baca akhir tahun ini. Di tivi, di majalah, di koran, di internet, di angkot, semua orang sepertinya punya rencana liburan akhir tahun. Saya gimana? Hmm…jujur aja, agak sentimen mendengar riweuh-nya orang-orang yang mau liburan. Kenapa? Karena saya bekerja di perusahaan negara di bidang jasa transportasi umum yang berarti holiday season-nya orang-orang adalah working-season-nya pegawai-pegawai di kantor saya. Jadi, ketika orang-orang pada asyik liburan, saya hanya bisa mupeng karena gak bisa libur dan GAK BOLEH CUTI. Oiya, sebagai info, suami saya juga bekerja di perusahaan yang sama dengan saya, sehingga kompletlah “penderitaan” kami. “Penderitaan” jadi lebih sempurna dengan adanya kewajiban untuk piket di kantor saat weekend. Baiklah.

Gendra (12m) saat ini untungnya belum bisa protes karena ayah ibunya gak bisa libur di saat teman-temannya di rumah pergi liburan dengan orangtuanya. Sempat kasian juga karena terkadang ia rewel, mungkin bosan dan kesepian karena teman-teman sepermainannya tiba-tiba menghilang karena pergi liburan.  Sementara saya dan suami, karena masih harus piket saat weekend jadi gak bisa mengajak Gendra liburan ke tempat-tempat wisata. Paling banter jalan-jalan ke mal. Membosankan.

Agar tidak bosan karena jalan-jalannya ke mal terus, saya akhirnya punya ide untuk membawa anak ke kantor saat saya piket weekend. Kebetulan piket weekend ini tidak sesibuk dan seramai hari kantor biasa, sehingga saya pikir gak akan jadi masalah kalau Gendra saya ajak main di kantor, sekalian latihan titah di halaman rumput kantor saya. Kebetulan, Gendra yang saat ini sedang belajar jalan belum pernah merasakan menginjak rumput karena di rumah kami gak ada rumputnya, hehe.

Akhirnya, Sabtu, 28 Desember lalu jadilah saya ajak Gendra ke kantor. Boyongan, sama eyang dan ayahnya juga yang kebetulan lagi gak dapet jatah piket weekend. Di kantor, Gendra diumbar di halaman kantor saya yang berumput. Itu pertama kalinya kaki Gendra ketemu rumput. Ekspresinya priceless banget, nyengir-nyengir sambil jinjit trus duduk selonjoran di rumput, mencabut-cabut rumput dan memukul-mukul batu. (Kasian kamu nak, belum pernah ketemu rumput ya, huhuhu).

Setelah puas main di rumput, Gendra saya titah berkeliling kantor, sekalian tur memperkenalkan kantor saya ke eyang Gendra (ibu saya). Kurang lebih satu jam Gendra main di kantor saya. Puas? Beluuum. Gendra masih ketagihan main di rumput, main batu, main tanah. Tapi karena sudah waktunya Gendra makan, jadi kami harus pulang. Rencananya, weekend pertama di Januari, saat saya kebagian piket lagi, Gendra akan saya bawa ke kantor supaya bisa ketemu rumput lagi :D.

 


Post Comment