Belajar Dan Bermain Di Ocarina, Batam

Bagi sebagian besar ibu bekerja, hari Sabtu dan Minggu merupakan hari wajib bagi keluarga (baca anak). Setelah lima hari disibukan dengan pekerjaan, akhir pekan seolah menjadi penebus untuk waktu-waktu hilang yang digunakan untuk mengais rupiah itu.

Biasanya setiap akhir pekan, saya mengajak anak saya, Qisti, berkeliling komplek dengan menggunakan sepeda roda tiga yang dapat didorong. Kebetulan beberapa tetangga ada yang memelihara ayam, mulai dari ayam kate sampai ayam jago yang besar-besar.  Ayam-ayam tersebut cukup membuat mata anak saya berbinar-binar.

Hingga usia Qisti 18 bulan, ia selalu semangat diajak berkeliling melewati rumah-rumah tetangga. Namun, beranjak besar ia mulai bosan. Anak saya yang saat ini sudah berusia 27 bulan tersebut sudah sering mengajak ke mal. Beberapa kali saya memang suka mengajak Qisti ke Funworld atau Timezone. Rupanya tempat permainan tersebut membuat Qisti ketagihan.

“Ayo Bu, jalan-jalan yuk ke mal, naek mobil.” Setiap Sabtu dan Minggu sore dia selalu mengucapkan kalimat tersebut. Saya bukannya tidak ingin mengajak anak saya berkeliling mal, namun rasanya bila setiap minggu ke pusat perbelanjaan saya tidak sanggup. Bukan tidak sanggup mengisi kartu permainan yang akan Qisti gunakan, namun saya justru tidak sanggup menahan godaan diskon dari toko-toko yang kami lewati menuju tempat permainan tersebut =D.

Hingga akhirnya saya menemukan tempat menghabiskan waktu yang (menurut) saya cocok untuk Qisti. Tempat tersebut menawarkan berbagai permainan yang tidak kalah serunya dengan mal. Namanya Ocarina, letaknya di Batam Center. Selain area bermain yang dilengkapi dengan perosotan, ayunan, hingga tangga bertali, Ocarina juga dilengkapi dengan motor-motoran, mobil-mobilan, hingga sepeda dewasa yang dapat disewa.

Selain itu, kita juga dapat menghemat biaya makan dengan membawa bekal dari rumah. Ada deretan bangku yang berjejer sepanjang taman bermain yang dipayungi pohon-pohon rindang. Bila ingin lesehan, dapat memanfaatkan rumput hijau yang tersebar, atau lantai keramik yang terlihat bersih.

Tak hanya itu, anak-anak juga dapat bermain pasir atau bahkan berenang di laut lepas. Bila khawatir berenang dipantai, kita dapat memanfaatkan kolam renang yang berada tidak jauh dari areal taman bermain.

Uniknya, Ocarina juga menampilkan deretan angka dan huruf di sepanjang taman bermain, sehingga anak-anak dapat sekalian belajar mengenal huruf dan angka. Biasanya Qisti merengek-rengek, “Bu, foto di huruf O, Bu.” Ada juga patung-patung binatang seperti ayam, kambing, kerbau dan binatang lain yang masuk dalam shio Cina.

*gambar dari sini

Tiket masuk ke taman yang berada di Batam Centre, Batam tersebut cukup terjangkau. HTM untuk orang dewasa Rp10.000, anak-anak Rp5.000 dan parkir untuk roda empat Rp5.000. Namun untuk menikmati beberapa fasilitas, pengunjung memang dikenakan biaya tambahan sekitar Rp20.000 untuk setiap wahana.

Saya yang besar di Bogor, yang (menurut) saya memiliki tempat wisata outdoor cukup banyak, merasa sedikit terobati dengan hadirnya Ocarina ini. Selain dekat dari rumah, banyak pilihan permainan, saya pun tidak harus memakai kacamata kuda karena tidak ada toko-toko yang menjual pakaian, sepatu, ataupun boneka untuk anak-anak. Bagi teman-teman yang tinggal di Batam, Ocarina dapat menjadi pilihan untuk menikmati waktu bersama keluarga (baca anak).


Post Comment