5 Resto Kids Friendly di Semarang

Sebenarnya, saya bukan orang yang tepat untuk membahas mengenai resto kids friendly. Selama tidak dipenuhi asap rokok dan menyediakan menu nasi-sop, pasti saya bilang cocok-cocok saja untuk bawa anak kecil :D

Jadi sebelum membahas lebih lanjut, kita samakan persepsi kids friendly dulu, ya, Mommies. Kids friendly yang saya maksud di sini adalah menyediakan playground. Kalau saya dan suami bilangnya ‘resto buat pacaran’, karena hanya di resto-resto inilah kami bisa ngobrol tanpa digrecokin Rakata-Ranaka yang asyik main :D

Dari sekian resto ber-playground di Semarang, lima ini adalah favorit kami:

1. KAMPOENG SEMARANG
Jl. Raya Kaligawe KM 1 no. 96


(+) Playground-nya selalu sepi. Mungkin karena letaknya tersembunyi di lantai 2, jadi tidak banyak pengunjung yang tahu. Kami sudah 15x lebih ke sini, dan tidak pernah sekalipun di playground ada anak kecil selain Rakata-Ranaka. Persis di dekat playground juga selalu ada pramuniaga berjaga—lumayan, bisa titip mata.

(+) One stop shopping. Selain resto dan playground, di sini juga ada pusat oleh-oleh, souvenir, dan butik. Lengkapnya bisa dilihat di website www.kampoengsemarang.com.

(-) Restonya non-AC, padahal letaknya di Semarang bawah. Jadi kalau siang gerahnya naujubile, kalau malam gantian serangan nyamuknya yang dahsyat :D

Paling enak, datang ke sini antara pukul 16.00-18.00. Tapi untuk playground tetap full-AC, kok, karena menyatu dengan butik.

2. KOENOKOENI
Jl. Tabanan no. 4


(+) Ada playground tiga lantai di ruangan khusus. So far, ini indoor playground terbersih yang kami temui di Semarang. Penjaga playground-nya juga sangat ramah dan suka nimbrung main bersama anak.

(+) Konsepnya cafe gallery. Banyak benda antik dipamerkan, mulai dari motor, berbagai peralatan rumah tangga, hingga kamera kuno.

(+) Kalau malam, pemandangan di bagian outdoor cukup cantik karena terlihat kelap-kelip lampu kota.

(-) Untuk masuk playground, dikenakan biaya Rp 20.000 per anak (pengantar gratis). Playground hanya dibuka pukul 12.00-15.00 dan 18.00-21.00.

(-) Meski batas usia maksimal 7 tahun, tapi kadang ada anak usia 8-9 tahun ikut main di playground-nya. Padahal, energi mereka sudah terlalu besar, sehingga mainnya ‘brutal’ dan membahayakan yang balita.

3. PESTA KEBOEN
Jl. Veteran no. 29


(+) Sama seperti KoenoKoeni, banyak barang antik dipajang di sini, terutama mainan-mainan kuno (sepeda, mobil-mobilan, kuda-kudaan, dll).

(+) Persis setelah masuk resto, ada booth yang menjual camilan-camilan jadul.

(+) Di bagian indoor konsepnya fine dining, sementara bagian outdoor lebih kasual. Ada kolam ikan, jembatan melintasi kolam, lengkap dengan air terjun mini.

(-) Playground utama terletak di bagian yang tidak beratap, sehingga basah saat hujan. Lokasinya pun persis di depan toilet/mushala, jadi agak lembap dan tercium semriwing karbol.

(-) Tidak tercantum harga makanan di menu, padahal untuk ukuran Semarang harga makanan di sini lumayan mahal, jadi suka bikin kaget pas bayar :D

4. LAKERS CLUB
Jl. RM Hadi Subeno Sasrowardoyo


(+) Tempat ini merupakan club house suatu perumahan. Selain resto dan outdoor playground, juga ada kolam renang. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya empat! Dua kolam anak, satu kolam dewasa, dan satu whirlpool. Terakhir ke sana, biaya berenang kalau tidak salah ingat adalah Rp 30.000 per orang (sudah termasuk sewa handuk dan loker). Ada fitness center juga.

(+) Disediakan beberapa otopet yang bebas dimainkan di satu spot.

(+) Udaranya segar, tempatnya luas. View-nya juga meneduhkan mata—banyak pohon dan di seberangnya ada danau.

(-) Lokasinya di BSB, agak jauh dari pusat kota Semarang (ibarat BSD ke pusat kota Jakarta gitu, deh).

5. CIMORY ON THE VALLEY
Jl. Raya Soekarno Hatta KM 30, Bawen


(+) Selain playground, di sini ada berbagai kandang binatang. Ada sapi, kelinci, merak, ayam mutiara, bahkan kolam ikan arapaima.

(+) Dibanding dua pendahulunya di Puncak-Bogor, Cimory di sini jauuuh lebih luas. Barang yang dijual di toko oleh-olehnya pun lebih variatif.

(+) Meski non-AC, di siang hari udara tetap sejuk karena terletak di dataran tinggi. Bahkan di malam hari, udara cukup dingin.

(-) Sebenarnya lokasi resto bukan di kota Semarang lagi, tapi sudah masuk kabupaten, tepatnya di wilayah Bawen. Kalau dari rumah kami di Banyumanik, sih, dekat, tapi kalau dari pusat kota agak jauh.

(-) Tiap weekend, pengunjung ramai sekali. Pernah kami datang sekitar pukul 11.00, kebagian waiting list nomor 40! Paling enak datang ke sini pas weekdays. Kalau mau weekend, usahakan di pagi hari saat resto baru buka.

Saya membuat list ini bukan tanpa alasan. Soalnya, nih, kalau Mommies jalan-jalan ke Semarang, sebagian besar wisata kuliner di sini adalah jajanan kaki lima atau berlokasi di warung sederhana (baca: sempit dan susah bagi anak kecil buat lari-lari). Jadi biar adil, setelah Mommies puas jajan loenpia dan tahu gimbal, boleh, lah, menghibur anak ke resto-resto yang tadi saya ceritakan ;)


Post Comment