Ajak Si Kecil Renang, Yuk!

Saya yakin, semua Mommies pasti sudah paham kalau olahraga renang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Termasuk buat perempuan hamil. Seperti yang pernah saya baca dalam sebuah artikel di Baby Center, ada beragam manfaat renang bagi bumil. Nggak sekedar untuk membakar kalori saja, tapi juga berguna untuk melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru, meningkatkan kekuatan dan pembentukan otot. Bahkan, renang juga bisa membuat otot-otot rahim dan panggul lebih kuat sehingga bisa mempermudah proses persalinan.  Renang juga bisa mengurangi pembengkakan juga, lho. Soalnya, daya apung dari air ternyata bisa membantu ’mengangkat’ bayi dari panggul. Oh, ya, yang pasti setelah renang, pasti saya juga bisa tidur lebih nyenyak.

Apa yang dituliskan di Baby Center di atas sudah saya buktikan sendiri, kok. Soalnya, waktu zaman mengandung Bumi, selain jalan kaki, renang merupakan olahraga yang rutin saya lakukan.  Sejak Bumi berusia 4 bulan, saya pun sudah mengenalkan olahraga air ini. Pertimbangannya, waktu itu kepalanya sudah mulai tegak dan sudah digendong dalam posisi duduk. Lagipula renang edisi pertama ini juga masih kami lakukan di rumah, dengan kolam karet. Itupun enin-nya Bumi sudah rada bawel dan mengingatkan untuk mengisinya dengan air hangat, hehehehe. Tapi mengingat ukuran kolam karetnya lumayan besar, permintaan mama saya itu sulit untuk dilakukan :D. Jadilah waktu itu Bumi renang dengan air dingin. Hasilnya? Anaknya senang banget!

*Renang bersama bapak di rumah :)

*Menikmati renang di kolam sungguhan

Aktivitas ini akhirnya jadi salah satu agenda rutin di keluarga kami. Paling nggak, olahraga ini dilakukan satu bulan sekali. Saya juga pernah membaca kalau belajar berenang pada usia dini bisa membuat anak meraih perkembangan lebih cepat pada area kognitif, fisik, dan bahasa. Hal ini dibuktikan secara ilmiah oleh Tim peneliti dari Griffith Institute for Educational Research, Australia. Dalam studi tersebut menunjukkan kalau anak-anak yang terbiasa renang sejak usia balita mampu mencapai perkembangan fisik yang lebih cepat. Termasuk kemampuan visual dan motorik yang jauh lebih bagus.  Lagi pula menurut saya, berenang nggak sekedar bermanfaat untuk kesehatan dan kecerdasan saja. Tapi termasuk bagian dari rekreasi dan life skill yang diperlukan dalam hidup.

Walaupun renang itu memiliki sejuta manfaat, tapi tetap saja ada beberapa faktor yang harus diperhatikan saat mengajak anak melakukan olah raga air ini. Untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, ada beberapa hal yang saya perhatikan. Khususnya ketika pertama kali mengajak Bumi ke kolam renang sungguhan :)

Pastikan anak nggak takut air

Sebelum mengajak Bumi renang di kolam renang sungguhan, hal pertama yang saya perhatikan adalah menyakinkan diri sendiri kalau Bumi memang sudah siap. Maksudnya, nggak takut dengan air. Soalnya, walaupun renang jadi kegiatan yang sangat disukai anak-anak, kenyataannya nggak semua anak merasa nyaman di dekat air. Ada beberapa anak takut pada kolam, sehingga waktu diajak renang reaksinya justru menangis. Dari pada akhirnya justru memberikan pengalaman buruk dan membuatnya trauma, jadi lebih baik yakinkan dulu kalau si kecil memang sudah siap. Kalau memang ternyata si kecil menolak untuk langsung nyebur, nggak ada salahnya, kok, main-main air di pinggir kolam. Yah, hitung-hitung bagian dari pengenalan.

Pilih kolam renang yang nyaman

Setelah beberapa kali ngajak Bumi renang di kolam renang karet, tibalah saatnya saya mengenalkannya dengan kolam renang sungguhan. Coba browsing sana-sini dan mengumpulkan beberapa informasi,  akhirnya saya dan suami memutuskan mengajak Bumi ke kolam renang di Cilandak Sport Centre. Keputusan ini nggak terlepas setelah mempertimbangan kalau jarak tempuh kolam renang dan rumah yang nggak jauh. Lagipula, menurut informasi yang saya dapatkan kondisi kolam renang di sini cukup nyaman dan ramah anak.  Kenyataannya memang nggak mengecewakan, kok. Waktu itu, saya mendapati kondisi kolam renang ini bersih, dengan air yang nggak terlalu butek :D Yah, pokoknya, lumayan lah, hihihi. Enaknya, kolam renang ini juga termasuk sepi, mungkin karena waktu itu saya memilih datang agak pagi, ya. Meskipun berenang di kolam renang umum, rasanya memang akan lebih nyaman kalau kita memilih renang pada jam yang sepi. Beruntung, sekarang ini kami bisa renang di tempat yang jauh lebih dekat, di Apartement Poins Square. Kebetulan ada sepupu yang punya apartement di sana, jadi kami bisa lebih leluasa nebeng, hihihi.

Buka mata lebar lebar

Belakangan ini, kalau diajak renang Bumi suka sotoy. Maksudnya, dia suka menolak kalau saya berada di sampingnya. Katanya, “Udah, ibu berenang saja sana. Aku bisa renang, kok” :D Duh, makin besar, anak saya ini gayanya memang selangit, deh! Kalau sudah begini, saya pun akhirnya akan menjaga jarak 1 m darinya. Biar gimana, saya nggak mau lengah mengawasi Bumi saat berada di kolam. Pokoknya, selama Bumi renang, paling nggak harus ada satu orang yang mendampingi. Dan,  nggak boleh meleng!

Jangan mengandalkan pelampung

Memberikan anak rompi pelampung, atau ban memang bisa dipilih untuk membuat anak aman saat berenang. Tapi, yang namanya kecelakaan itu kan nggak pernah permisi dulu, ya…. nah, siapa tau saja kalau pelapung atau ban tersebut tiba-tiba bocor? Atau tergores seseuatu? Duh! Untuk itu, saran saya, sih, jangan pernah mengandalkan perlengkapan bantu tersebut, ya. Kita sebagai orangtua harus tetap berada di sampingya.

Kursus renang

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bermain air merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan bagi anak-anak. Jadi rasanya kalau harus mengikuti kursus renang pun, Bumi akan suka. Seperti yang saya alami waktu zaman kecil dulu. Les renang jadi sesi yang sangat menyenangkan buat saya. Rencananya, sih, saat Bumi berusia 5 tahun, saya akan masukkan ke tempat kursus berenang. Bagaimanapun, Bumi harus belajar tentang cara mengambang di air dan berenang yang benar. Nggak sekedar main saja aja. Lagipula mengingat Bumi punya bakat asma, renang jadi salah satu terapi yang tepat untuknya.

Di antara Mommies ada yang hobi ngajak si kecil renang nggak? Share, dong,  kolam renang mana yang paling nyaman untuk dikunjungi, yuk!

 

 


10 Comments - Write a Comment

  1. Saya masukin anak les renang sejak dia usia 3 tahunan berhubung saya males ritual mandi dan beres2 abis berenang. Sampe skrg usia hampir 5 thn, anak msh enjoy ikut les renang seminggu sekali. Memang dr awal awal jg senang main d kolam renang jd pas mulai les pertama kali cm rewel 5-10 mnt setelah itu anteng :-)

  2. Smpai sekarng masih suka renang di Citos juga Mom Mousha? Masih enak nggak? Soalnya skrg memang sdh nggak pernah ke sana lagi. Wah, kalau masih 1 tahun, sih, sepertinya memang masih wajib dipegangin, ya, Mom… ini Bumi berani saya lepas juga krn sudah besar :D tp ini aja masih suka deg2an. Namya lantai pool, pasti kan licin

  3. Iya waktu itu anakku emg senang main air, sampai skrg jg sih. Jd pas mulai les nangisnya lebih krn yg megang bkn ibunya tp instruktur renang. Habis mnrtku renang itu life skill sih, biar klo naik kapal terus tenggelam msh bs menyelamatkan diri. Halah..kok jd parno ya.. :P

    1. Hallo Mbak Shinta….

      Waktu itu nyaris renang di sana, tapi ternyata yg renang di sana harus punya member card dulu, ya? Akhirnya waktu itu batal renang di sana, deh…. ujung2nya ke Citos lagi, hihihi

      Mbak Shinta sering renang di sana, ya? Teman juga ada yg suka renang di sana, katanya sepi dan bersih, ya…

  4. Adiesty: aku bukan member dan baru dua kali kesana, tapi boleh kok masuk, bayar Rp.50 ribu/orang kalau gak salah, tentunya dengan iming-iming suruh daftar jadi member sama marketingnya hihihihi…. untungnya jadi member sebenernya kita bisa pake semua fasilitas olahraga yg ada disana, cuma karena aku kerja jadi kalau dipake weekend aja sayang juga, member feenya mahal :D

Post Comment