101 Things to Do Before You Grow Up

Everybody has to grow up one day. But before you do, make sure you have a whole lot of fun! Whether you’re young or just young at heart, you’ll find something to fire your imagination and get your pulse racing with 101 Things to Do Before You Grow Up.

Itu adalah kutipan yang terdapat dalam kalimat pengantar buku ini.
Buku ini SERU!
Sebenarnya, ini berawal dari ikhtiar kita untuk ‘mengisi’ Akhtar dengan kegiatan yang menarik, mandiri, kreatif, sehingga waktu luangnya tidak melulu berkutat di screen. Untuk bermain game -konsol maupun komputer- pun, kami sudah batasi hanya boleh dilakukan pada saat weekend. Kegiatan lain di luar sekolah seperti biasa ada les pada hari tertentu, dan bermain di rumah temannya (yang seperti kita tahu, lagi-lagi anak sekarang kalau sudah ngumpul juga nggak jauh-jauh dari game).
Atas ide ayahnya, kami berencana untuk ‘mewajibkan’ Akhtar membuat proyek kecil yang harus ia presentasikan dan kemudian bisa diwujudkan di akhir minggu atau hari libur. Idenya? Ia bisa mencarinya di internet. Proyek apa saja. Bisa membuat sesuatu, memasak, memanfaatkan kebun, mendekor, percobaan, apa saja. Tapi tetap saja, sudah diberi inspirasi dan motivasi sedemikian rupa, diberi contoh beberapa ide proyek kecil, rencana ini belum berjalan. Rasanya tidak ada antusiasme dari Akhtar, apalagi kreativitas untuk mencari ide-ide secara mandiri.Sampai suatu saat kami menemukan buku ini! Hahahaha…seperti ..apa ya peribahasanya, seperti mendapat durian runtuh! (eh, rasanya nggak tepat ya :D). Intinya, sepertinya buku ini benar-benar ditujukan untuk kami -Akhtar tepatnya- saat ini.
Pertama, lihat tampilan mukanya saja kami langsung yakin, this is it! 101 Things to Do Before You Grow Up (or before you get too old too enjoy them). Covernya sangat menarik, terasa ‘macho’ in kids term, dan kemasannya juga seperti kumpulan ‘project files’, bukan seperti buku pada umumnya. Untuk anak seumurnya, diajak ke toko mainan super lengkap saja kayanya sudah tidak ada yang benar-benar menarik hatinya. Buku adalah pilihan pemberian yang tepat, apalagi kalau bukunya sangat pas dengan usianya.
Oke, sekarang isinya. It exactly contains 101 proyek, pekerjaan, yang bisa dilakukan (DIY projects) sendiri, sederhana, dan tentu saja tanpa -atau dengan sedikit- biaya. Pekerjaan yang bisa dilakukan dikategorikan dalam 6 kelompok, ada konstruksi, entertainment, science, gadgets, trickery, dan survival.

Tidak ada alasan untuk bosan. Ide-ide dalam semua proyek ini dapat membuat anak menemukan aktivitas dan ketertarikan yang baru terhadap suatu hal. Ada beberapa proyek yang benar-benar ditujukan untuk anak-anak, tetapi banyak pula yang bisa melibatkan orang dewasa untuk bereksplorasi bersama anak-anak.
Contoh proyek dalam kategori konstruksi, build an air cannon, atau make a tree swing. Di entertainment contohnya learn to play poker, make a printing press, sell stuff. Dalam science, contohnya make lightning, extract DNA in your own kitchen, daan masih banyak lagi. Sounds interesting, sure?
Tapi ada juga beberapa yang rasanya susahh banget untuk diwujudkan, misalnya membuat rakit, atau walk on your hands, hahahaha..belum apa-apa kami sudah menyerah. But still, FUN!
Well, what’s the point of this book if not for us to make happen? Yap, intinya sih wujudkan proyeknya. So, next time akan saya tulis lagi, apa yang sudah Akhtar lakukan dengan ‘mainan’ barunya ini.
O, ya, buku ini diterbitkan oleh Hinkler Book Australia, dengan harga sekitar IDR 190.000. Sepertinya belum ada di toko buku di Indonesia, jadi, bisa berburu online atau beli di Singapura kalau sedang liburan ke sana.
Untuk yang punya anak usia SD atau ABG dan mulai bosan dengan ragam mainan, buku ini rasanya cocok banget untuk mengisi liburan. Mau mencoba?


Post Comment