Melongok Pembuatan Pampers di Indonesia

Minggu lalu, sebuah undangan datang ke meja saya: Pampers Opening Factory. Walaupun Langit sudah nggak pakai Pampers lagi, tapi dulu kami ini setia sama Pampers,lho.

Makanya saya langsung mengiyakan undangan tersebut. Apalagi tak hanya opening, kami juga bisa melihat proses pembuatan popok sekali pakai nomor satu ini. Btw,kenapa saya bilang nomor satu? Coba kalau Mommies menyebut pospak, pasti akan mengatakan Pampers sebagai kata gantinya. Ya, kan?

Nah, saya penasaran juga mau tau gimana sih cara pembuatannya. Kok, efek Pampers ini beda banget sama pospak lain?

Bertempat di kawasan industri Karawang, pabrik Pampers dari luar tampak serupa dengan pabrik kebanyakan. Tapi suasana berbeda segera terasa saat saya masuk ke lobby-nya,hangat dan cerah sekali warnanya!

*Saya bareng sama 2 blogger Mbak Indah Juli dan Uwipasta

Saya langsung disambut sekelompok anak muda dengan ramah yang mengenakan kaos P&G berwarna warni. Awalnya saya mengira mereka dari event organizer yang mengurus acara ini. Ternyata eh ternyata, mereka karyawan, lho! Bahkan ada yang bilang bahwa mereka tampak terlalu bahagia untuk yang bekerja di pabrik. LOL.

Ya, di factory opening ini tampak beberapa sosok penting baik dari internal P&G seperti  petinggi P&G Global yaitu Dimitri Panayatopolous (ssssst..beliau telah bekerja di P&G lebih dari 37 tahun!), perwakilan menteri perindustrian, sampai pihak pemerintahan Karawang.

Acara dibuka dengan speech dari Dimitri, yang surprisingly, nggak membosankan. Sebagai CEO, beliau sangat ramah dan cair saat memberikan opening speech. Selain menjelaskan visi misi P&G mendirikan pabrik di Indonesia di antaranya dengan tujuan membangun masa depan Indonesia bersama, beliau juga menceritakan bahwa P&G menggelontorkan US$100 juta karena kepercayaan pada market Indonesia, beliau juga bercerita tentang kecintaannya pada anak-anak. Saking cintanya, ia punya 9 (ya, sembilan) anak!

Lalu kami diajak berkeliling pabrik dan bertemu dengan anak-anak muda yang bekerja di sini. Mereka dengan bangga menceritakan kesannya bekerja di pabrik P&G ini. Walaupun pabrik ini baru buka, tapi ada yang sudah direkrut sejak 2-3 tahun sebelumnya lho. Mereka dikirim ke Jepang, Shanghai, dst untuk training di pabrik yang terletak di negara-negara tersebut. Hal ini dikarenakan P&G berharap, dalam beberapa tahun ke depan, mereka ini lah yang akan duduk di posisi-posisi strategis di P&G factory, sesuai dengan visi misi yang diungkapkan Dimitri, memberdayakan ekonomi Indonesia.

Kalau Mommies pengguna Pampers, maka yang Mommies beli di pasaran  akhir tahun 2013 lalu adalah Pampers buatan Indonesia, lho! Dan sebagai tambahan, nggak hanya dipasarkan di Indonesia, tapi pabrik Pampers yang disebut sebagai Jakarta Plant juga mengekspor Pampers buatannya ke Vietnam sejak Juli 2013.

  • Artikel ini hasil kerjasama penulis dan P&G Indonesia

3 Comments - Write a Comment

  1. Saya pengguna setia Pampers! Merk lain ga cocok sih.. Merk tetangga trlalu tebal, bahannya jg ga sebagus pampers.. Pampers tipis, ga bocor, bahannya alus, harganya cocok dikantong dan yang penting pampers cocok dikulit anakku.. Pampers model ap sj, cocok, ga pernah ruam.

Post Comment