Dipijat; Asyik dan Bermanfaat

Salah satu hal favorit saya adalah dipijat atau massage treatment. Entah sejak kapan saya menyukai hal ini, tapi seingat saya, setelah jadi ibu, hal ini cukup sering saya lakukan. Biasanya sesi dipijat ini saya lakukan di rumah. Kalau dulu, pernah punya langganan yang juga bisa pijat bayi, udah klik banget deh, sama pijatannya.

Kalau untuk ke spa, jujur saja, nggak terlalu sering. Pikiran saya, biasanya harga lebih mahal dan pijatannya jarang yang enak. Standar aja, gitu. Walaupun memang, suasana yang ditawarkan sebuah spa nggak kita dapatkan di rumah, ya. Coba kalau masuk ke ruangan seperti ini, kan rasanya sudah rileks, ya?

Beberapa waktu lalu, saya mampir ke Giri Loka di Hotel Harris Tebet. Kalau Mommies sering menginap di hotel, pasti tau sama jaringan spa dan fitness centre ini. Karena mereka sudah punya 60 cabang di seluruh Indonesia dan kebanyakan berada di hotel serta apartemen.

Seperti biasa, alih-alih tidur saat di-massage, saya memilih untuk ngobrol dengan Mbak-nya. Saya baru tau kalau jaringan Giri Loka ini justru pusatnya ada di Bali. Makanya kebanyakan treatment yang mereka tawarkan sangat tradisional. Misalnya hot oil massage, boreh, dan yang paling favorit adalah flavored massage. Jadi misalnya kita pilih treatment massage, scrub dan creambath dengan wangi coklat, maka seluruh treatment tersebut bahan-bahannya wangi coklat.

Selain itu saya juga suka dengan terapis hari itu, namanya Mbak Sri. Waktu pas memegang tubuh saya, Mbak Sri langsung bilang, “Mbaknya sering dipijat, ya?” karena menurutnya otot tubuh saya lentur, tanda-tanda orang suka olahraga plus dipijat :D Menurut saya ini nilai tambah banget, karena berarti ia sudah berpengalaman di dunia pijat memijat. Well Mbak Sri, you had me at that words! Haha.

*Ini dia Mbak Sri yang sudah memikat hatiku :D

Btw, ternyata dipijat ini banyak manfaatnya, lho! Antara lain:

  • Mengurangi risiko migrain. Ini nggak main-main, karena peneliti dari University of Auckland menemukan bahwa banyak orang yang menderita masalah migrain jadi jarang mengalami migrain setelah melakukan terapi pijat selama beberapa minggu. Pijat dapat membuat otot yang tegang di sekitar leher dan kepala menjadi rileks serta dapat melancarkan peredaran darah.
  • Mengatasi masalah PMS. Kalau saya sih, dipijat membuat saya rileks karena aliran darah lebih lancar. Jadi urusan PMS alias pre menstrual syndrome ini jadi terlupakan karena sudah kebawa tenang :)
  • Meringankan nyeri setelah olahraga. Wah, ini, nih! Saya paliiing suka dipijat kalau badan nyeri setelah olahraga. Tentunya, nggak bisa sembarang pijat, ya. Ada ahlinya yang mengerti, apalagi kalau untuk olahraga.

Ah, rasanya banyak sekali manfaat dipijat. Daripada bertanya siapa yang suka pijat, saya akan menanyakan, memangnya ada yang nggak suka dipijat?


2 Comments - Write a Comment

Post Comment