Get Smarter In Social Media

Apa yang biasanya Mommies lakukan dengan sosial media? Posting foto si kecil? Mendapatkan informasi dengan follow akun-akun penting seperti dokter anak, misalnya? Atau update status galau? *nyengir*

Sosial media, bagi saya bagaikan dua sisi mata uang. Ia bisa sangat menguntungkan, tapi juga bisa ‘menjerumuskan’.

Yang menguntungkan, Mommies bisa punya banyak teman baru, informasi penting seputar kehidupan, event yang ingin didatangi, promo dari brand atau supermarket langganan (ini penting!) atau malah pasti banyak Mommies yang akrab dengan istilah buzzer, ya.

Yang ‘menjerumuskan’ atau sisi negatifnya, kita sering lupa diri dengan meng-update berbagai hal yang terjadi dalam diri kita. Kenapa ini negatif? Dalam hemat saya, kita bagaikan nggak punya space pribadi lagi yang bisa disimpan. Anak bisa jalan? Upload. Sedang menyusui? Upload. Beli tas baru? Upload. Makan mie instan? Upload. Lari sekian kilometer? Upload. Dan seterusnya. Kalau kata artikel ini, “your digital footprint is always following you, like a shadow that never fades, is the first step in fully comprehending that all keystrokes matter when it comes to your online reputation.”

Ya, beberapa tahun ke depan, apa yang pernah Mommies upload ke dunia maya akan terus ada di sana. Iya kalau positif semua, kalau ada yang negatif gimana?

Saya pribadi, seperti pernah saya tulis di editor’s letter bulan Oktober, sampai saat ini masih belajar untuk memilah mana yang perlu saya unggah ke sosial media, mana yang belum. Catat, ya, masih belajar. Saya sadar sekali masih banyak hal ‘nggak penting’ yang saya unggah di sana.

Walau demikian, saya setuju bahwa teknologi bukan untuk dimusuhi. Demikian juga dengan sosial media. Masa iya nggak ada untungnya? Ada dong, sudah saya sebutkan di atas.

Ada juga Mommies yang dengan cerdas memanfaatkan sosial media, lho! simak video berikut, deh:

Jadi, Noah, putra dari Lindsey Fisher harus menggunakan kacamata. Tapi Noah nggak mau, karena ia takut diolok-olok oleh teman sekolahnya. Kehabisan akal untuk membujuk Noah, ia lalu memanfaatkan social media. Lindsey membuat fanpage agar orang-orang meng-upload foto mereka dengan kacamata agar Noah tidak merasa sendirian.

Menurut saya, ide ini brilliant. Alih-alih meng-upload foto si anak dan meminta teman-temannya me-like foto Noah, ia malah meminta orang lain meng-upload foto mereka sendiri yang akhirnya menginspirasi Noah bahwa memakai kacamata itu nggak jelek. Cute, isnt it?
Baca cerita selengkapnya di situs ini

 


2 Comments - Write a Comment

Post Comment