Akhirnya, Senyum Mereka Hadir Kembali

Raut wajah Lita selalu berubah saat menceritakan kondisi anak-anak di Nias. Air matanya mulai menggenangi kelopak matanya, dan kemudian tumpah. Ya, untuk urusan seperti ini mommy rock n roll ini ngggak pernah sanggup menahan tangisannya.

Saya sendiri memang sudah cukup banyak membaca pengalaman ataupun mendengar pengalaman Lita tentang kondisi anak-anak di Nias yang mengalami gizi buruk. Pantas saja, kalau Lita yang seorang ibu langsung mewek melihat kondisi tersebut. Saya yakin, yang ada di otak Lita langsung membayangkan Langit.

Saya saja yang baru mendengar ceritanya, tau-tau pipi sudah basah. Ikut menangis. Pun saat Mbak Yuna dan beberapa rekan media membagi pengalaman saat di Nias waktu acara pembukaan program #HandinHand.

Ketika saya bisa menawarkan Bumi dengan banyak pilihan makanan yang enak dengan kandungan nutrisi yang baik, sementara anak-anak di Nias? Boro-boro bisa milih mau makan ini dan itu, ketemu nasi dengan satu lauk saja mereka sudah sangat bersyukur.

Saat saya bisa membelikan Bumi buku atau mainan, anak-anak di Nias jutsru justru harus bantu orangtua mereka bekerja. Paling nggak, mereka terbeban untuk mengurus adik-adiknya.

Ah…. mengingat kondisi anak-anak di Nias memberikan saya pelajaran untuk (lebih) bersyukur atas apa yang saya dapatkan dalam hidup ini. Terlebih ketika akhirnya saya diberikan kesempatan mewakili Mommiesdaily pergi ke Nias dan menyalurkan mainan yang telah terkumpul lewat program #HandinHand.

Alhamdulillah…. saya bisa dikasih kesempatan bertemu dengan malaikat-malaikat kecil di sana.

Seperti yang sudah saya bayangkan sebelumnya, saya yang masuk dalam #teammewek pasti bakal nangis saat sampai di Nias. Dan benar, saja, saya dan beberapa teman yang mengikuti perjalanan yang digagas Tango ini memang menangis. Tapi tangisan kami waktu itu  berbeda dengan tangisan Lita dan teman-teman yang sebelumnya ke sana.

Saya menangis karena saya bisa jadi salah satu saksi hidup kalau anak-anak di Nias yang sudah jauh membaik. Saya melihat wajah polos mereka kini sudah mulai ceria. Senyum dan gelak tawa ceria mereka telah kembali. Kali ini tangisan saya lebih karena luapan perasaan bahagia.  Bahagia bertemu anak-anak di nias, bahagia bisa kenal dan bertemu langsung dengan orang-orang yang punya kepedulian dan mendedikasikan diri untuk masyarakat yang tidak mampu seperti tim OBI.

Hari pertama menjejakan kaki di Nias, saya dan teman-teman yang terpilih mengikuti Memorable Trip bersama Tango langsung diajak mengunjungi rumah Brian. Bocah yang dulu sempat mengalami gizi buruk kini sudah sehat lagi setelah mendapat perawatan intensif di Balai Pengobatan Tango selama  4 bulan.

Wajah ceria Brian (baju merah) & teman-temannya waktu terima bingkisan dari Tango

Foto bareng bersama keluarga Risman

 

Selain Brian, sudah banyak puluhan anak-anak lainnya kebagian parcel mainan yang terkumpul lewat program HandinHand. Benar saja, sesuatu yang sudah terlupakan di rumah, bisa begitu dirindukan dan jadi harta untuk anak-anak di Nias.

Setelah puas nyanyi dan main yang banyak dipandu oleh Mommies Silly, perjalanan dilanjutkan menuju rumah Risman Waruwu. Sama seperti Brian, anak yang sempat mengidap penyakit Tubercolosis dan mengalami kurang gizi ini sudah sehat setelah mendapat perawatan intensive dari tim dokter Balai Pengobatan Tango. Bahkan kondisi perekonomian keluarga Risman juga ikutan sehat. Semua berkat pembinaan dari tim Tango yang akhirnya mampu membuat orangtua membuka warung. Rumah kecilnya yang dulu, kini hanya difungsikan sebagai dapur saja. Hebat, yah!

Perjalanan kami kian bernilai saat di hari kedua perjalanan dilanjutkan dengan  mengunjungi Puskemas Desa (Puskesdes) dusun IV, Banua Gea. Saya ingat, sebelum berangkat ke Nias, Mbak Yuna dan Lita sempat berpesan supaya saya menggunakan sneakers. Konon, kondisi jalanan menuju lokasi lumayan susah dan jauh sehingga lebih nyaman memakai sneakers.

Ndilalah, pas sampai di sana kondisi jalanannya sudah bagus, lho! Bahkan kalau mau pakai high heels juga bisa, nih, hihihi… Untuk memudahkan masyarakat mencapai lokasi Puskesdes, sarana dan prasarana di sana juga sangat diperhatikan.

Tapi yang membanggakan saat ini sudah banyak sekali ibu-ibu yang memberikan ASI eksklusif hingga dua tahun!  Mereka pun sudah sangat concern dengan pemberian imunisasi. Salut untuk seluruh tim medis yang bertugas di sana.

Setelah itu, kami pun mengunjungi dusun yang diadpsi Tango di desa Banua Gea dan melangsungkan acara “Kamis Ceria bersama Tango dan OBI”. Di mana kami bersenang-senang bersama. Waktu itu, Mas Iwok, blogger sekaligus penulis yang terpilih mengikuti perjalanan ini menyempatkan diri untuk mendongeng buat anak-anak di sana. Seru!

Keriaan bertambah waktu anak-anak dapat buku dan mainan yang telah terkumpul lewat program HandinHand. Seneng banget waktu bisa berada ditengah-tengah mereka, dan melihat tawa lepas dari wajah polos anak-anak di sana.

 

Oh, ya, di antara puluhan anak-anak yang ada di sana, salah satunya ada Oprianus, lho! Sama seperti Brian dan Risman, Oprianus merukan salah satu anak yang kurang beruntung dan mengalami kondisi gizi buruk. Bocah yang senang main bola ini harus tinggal di rumah sepetak, 1.5X2m bersama keluarganya. Kini, berkat bantuan Tango yang bekerja sama dengan OBI, rumah mereka sudah jauh membaik dan layak huni.  Rumah kayu itu memang tidak megah, tapi kondisinya sudah sehat. Adanya ventilasi sebagai sirkulasi udara, lantainya yang sudah disemen, dan sudah memiliki dapur sendiri.

Banyak pelajaran dan hikmah yang saya dapatkan lewat perjalanan kali ini. Perjalanan ini kembali mengingatkan saya terus beryukur disetiap langkah dan helaan nafas. Malu rasanya, kalau selama ini saya sering mengeluh kurang ini kurang itu. Sementara ratusan anak-anak di Nias jutsru tidak seberuntung saya.

Perjalanan menuju rumah Oprianus

Bersama keluarganya Oprianus (baju merah memegang bola)

Saya sangat bersyukur karena bisa jadi jadi bagian Memorable Trip Tango dan menyaksikan tawa dan senyum anak-anak Nias  telah kembali. Kelak,  perjalanan ke Nias bersama Tango ini terus saya kenang. Semoga air mata yang keluar jangan sampai sia-sia. Seperti yang Lita tuliskan lewat twitter-nya untuk saya, “Jadi, mulailah mencoba untuk membuka mata dan hati kita bahwa apa yang kita nikmati jauh lebih baik dari kata cukup.”

 

Terima kasih Tango… Terima kasih Mommiesdaily… Dan terimakasih anak-anak di Nias…. Terima kasih karena sudah memberikan saya kesempatan untuk mengikuti perjalanan berharga ini. Mudah-mudahn program Hand in Hand ini nggak sampai di sini saja dan terus berlanjut, ya… amiin

 

 

 

 


2 Comments - Write a Comment

  1. Aaaaw, nulisnya benar2 dari hati ini, ya, Dis.. Bagus banget. Ikut mewek terharu bacanya. Senang banget kalau elo dan teman-teman yang berangkat ke sana senang :) Mudah2an setelah melihat langsung, semangat berbaginya makin bertumbuh, ya!

    Ps: untung aja bagian makan duren ga dipost juga :p

Post Comment