Biker Mommy!

Sudah beberapa bulan belakangan ini saya kembali mengendarai motor ke kantor. Dulu, sekitar 8 tahun lalu, saya pernah melakukannya karena tuntutan pekerjaan yang membutuhkan mobilitas tinggi. Saat ini, saya naik motor dengan alasan efektivitas waktu dan biaya.

Dengan naik motor, saya bisa menghemat waktu dan pengeluaran harian sebesar lebih dari 50 persen lho. Pantas ya sekarang ini populasi motor di Jakarta tinggi sekali. Dan belakangan ini, saya lihat semakin banyak perempuan yang naik motor ke mana-mana. Entah itu ibu bekerja, atau ibu rumah tangga.

Alasannya mungkin sama dengan saya. Tapi banyak juga yang beralasan pada kepraktisan. Sebab, mengantar anak, berbelanja ke pasar, dsb memang lebih enak naik motor. Kalau membawa mobil, mereka pusing karena otomatis harus mencari parkir yang memadai.

Anyway, berikut ini ada beberapa poin yang saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi dan hasil pengamatan saya sehari-hari di jalanan. Mudah-mudahan berguna ya:

  • Kalau belum fasih benar mengendarai motor, jangan nekat memboncengi orang lain terutama anak.

Naik motor sendirian dan naik motor membawa penumpang itu beda, lho. Kalau naik motor sendirian kita bisa mengatur keseimbangan diri sendiri. Nah, kalau naik motor membawa penumpang, keseimbangan akan sedikit terganggu dengan beban di bagian belakang atau depan. Jadi yakinkan diri dulu, Anda harus benar-benar bisa naik motor sebelum nekat membawa penumpang.

  • Kenakan busana dan sepatu/sendal yang nyaman.

Saya pernah membaca sebuah artikel tentang berkendara motor bagi wanita di sebuah media. Menurut narasumber yang dikutip di situ, naik motor itu bagaikan full time job. Selain butuh konsentrasi penuh, juga butuh keseimbangan. Kalo menurut saya sih, naik motor, apalagi di tengah lalulintas Jakarta, rasanya seperti main akrobat. Beneran deh!

Nah, kebayang ya betapa tidak nyamannya jika kita naik motor sambil mengenakan sepatu hak tinggi plus rok/celana menjuntai-juntai atau malah rok mini? Selain tidak nyaman, pilihan sepatu dan busana seperti itu juga berbahaya, lho. Naik motor butuh keseimbangan maksimal, yang tidak bisa disediakan oleh sepatu berhak tinggi. Wong jalan biasa menggunakan sepatu berhak 12cm saja suka kepleset kalo kurang fokus, gimana sambil naik motor? Rok menjuntai bisa saja tersangkut di roda. Sementara rok mini, bisa mengganggu keamanan pengendara lain di sekeliling Anda, hehehe…

  • Jangan sepelekan penggunaan helm.

Banyak yang menganggap helm sebagai pengganggu, padahal fungsinya adalah sebagai perlengkapan keselamatan. “Ah cuma dekat ke situ aja kok, ngapain pake helm?” adalah kalimat yang paling sering didengar. Padahal tahu nggak sih, banyak kecelakaan terjadi karena pengendara mengabaikan keselamatan, karena faktor “cuma dekat ke situ” saja. Beberapa bulan lalu, seorang kerabat saya tewas tersambar truk saat sedang mengendarai motor karena tidak pakai helm. Alasannya? Karena ia hanya berkendara di lingkungan sekitar rumahnya. Sad, eh?

  • Jika Anda sudah pakai helm, jangan lupakan penumpangnya juga ya.

Apalagi jika itu adalah anak Anda sendiri. Saya lihat, banyak sekali orangtua yang entah sengaja atau tidak, lalai memakaikan helm pada anaknya. Ada yang cuma dipakaikan topi dan jaket saja. Padahal topi itu fungsinya hanya melindungi dari panas, bukan dari benturan.

Kalau anaknya sulit dipakaikan helm, gimana? Belikan helm bergambar tokoh favoritnya. Untuk Nadira, misalnya, saya belikan ia helm gambar Barbie yang ia pilih sendiri. Sampai sekarang, dia sukaaaa sekali sama helm miliknya dan selalu minta pakai helm kemanapun kami berkendara. Bahkan saat di dalam rumah. Zzz…

  • Tampil cantik meski naik motor?

Oh tentu saja boleh. Tapi ya jangan pakai tas bahu atau tas postman bag sambil naik motor, dong. Apalagi kalau digantungkan di pengait yang ada di tengah bodi motor, seperti yang ada pada motor jenis matic. Banyak sekali terjadi penjambretan tas milik pengendara motor wanita. Tak hanya tasnya yang hilang, sang pengendara juga mengalami kecelakaan, luka-luka bahkan lebih parah lagi, karena kehilangan keseimbangan saat tasnya dijambret.

Pengendara motor yang membawa tas bahu/selempang yang dipakai atau dikaitkan itu memang sasaran empuk bagi para pelaku tindak kriminalitas. Dipepet sedikit, lalu diambil. Voila, gampang kan? Karena itu, saran saya, gunakan tas ransel atau backpack. Selain lebih aman, tas jenis ini juga lebih nyaman karena distribusi beban terbagi rata pada kedua belah bahu. Ini tentu saja mempengaruhi keseimbangan tubuh saat mengendarai motor, bukan?

Kalau mau bawa tas cantik, simpanlah di “bagasi” bawah jok yang ada pada motor matic. Kalau tidak ada, bungkus saja tas itu dalam tas backpack dan bawa seperti biasa. Atau, bungkus dalam plastik dan ikat kencang-kencang di tengah motor. Ingat pesan Bang Napi, kejahatan bisa terjadi bukan saja karena ada niat si pelaku, tapi kejahatan juga bisa terjadi karena ada kesempatan. Waspadalah, waspadalah!

  • Sediakan selalu jas hujan untuk berjaga-jaga.

Saya sendiri selalu menyediakan sendal jepit karena tak mau sepatu saya basah. Dan berhubung saya belum punya tas anti air atau pelapis tas anti air, saya gunakan cara termudah, yakni membawa kantung sampah hitam besar yang bersih. Kalau hujan turun, tas saya (yang besar banget itu), tinggal dimasukkan ke dalam kantung plastik deh. Lumayan, hehehe…

  • Sebelum berkendara, pastikan kondisi motor laik jalan. Apakah bensin masih ada, oli oke, dan ban tidak kempis. Jangan lupa juga untuk servis rutin motor ke bengkel resmi terdekat ya.
  • Last but not least, perhatikan situasi dan kondisi sekeliling.

Lady biker belakangan ini memang lebih banyak populasinya ketimbang saat pertama kali saya naik motor ke kantor 8 tahun lalu. Saya sih merasa jadi lebih enak, karena sekarang banyak teman sesama lady biker juga. Tapi juga jangan sembrono ya, Mommies. Kewaspadaan tetap harus dijaga. Perhatikan rambu-rambu lalulintas. Jangan lupa juga mengunci kendaraan secara baik dan benar. Bahkan saran saya sih, lebih baik pasang alat pengaman tambahan pada kendaraan karena motor adalah sasaran empuk bagi para pencuri. Saya sendiri selain memberi tambahan alat pengaman, juga membeli asuransi motor agar lebih paripurna keselamatannya.

Oke segitu aja dulu mungkin sharing yang bisa saya tulis sebagai seorang lady biker kepada lady biker lainnya. Any suggestion or comment? Sharing dong Mommies! :)

 


2 Comments - Write a Comment

  1. Hal-hal kayak gini yang harus dipublikasikan luas untuk bikin orang2 di sekitar lebih melek dan memprioritaskan keselamatan ketika naik motor.

    Baru tadi pagi gue gemes banget ngeliat ada seorang bapak naik motor dan bonceng kedua anaknya. Yang satu di depan, yang satu di belakang. Mereka bertiga gak ada yang pake helm ataupun jaket. Lebih parah lagi, pakenya kaos singlet. Anak perempuan yang dibonceng di belakang mungkin umurnya 3-4 tahun. Dan keliatan si anak perempuan berusaha keras menjaga keseimbangan di belakang bapaknya, ngeri banget liatnya. Padahal jalanan rame. Itu kalo sampe kenapa-napa, apa nggak orang tuanya juga yang nyesel seumur hidup coba. Duuuh… *miris sendiri*

Post Comment