Saat Kehamilan Tak Kunjung Datang

Beberapa tahun yang lalu saya pernah berada pada masa penantian kehamilan pada istri saya. Setelah kami melangsungkan pernikahan tidak pernah terlintas dalam pikiran kami untuk memikirkan tentang hal ini. Tak terasa tahun pun berganti sudah masuk tahun ke 2 dan kamipun baru sibuk dengan hal ini.

Kebetulan istri saya bekerja sebagai tenaga non medis di salah satu puskesmas di daerah Bekasi, jadi dia banyak memiliki teman kerja yang bisa ditanyakan mengenai hal ini. Kami pernah mencoba untuk minum obat herbal, melakukan urut pada bagian perut dan masih banyak cara lain yang pernah saya dan istri lakukan untuk mendatangkan kehamilan. Kamipun sempat “mengasingkan” diri ke tempat yang baru, karena di tempat orangtua kami sudah tidak nyaman dengan banyaknya statemen miring mengenai belum hamilnya istri saya.

Jika kehamilan tak kunjung datang biasanya banyak orang yang “sok tahu” dan menyarankan ide-ide yang aneh, kami pun mencoba ide mereka tanpa memikirkan risikonya. Berikut saya rangkum pengalaman saya dan apa saja yang mungkin bisa berguna

Segera periksa kondisi badan anda

Satu hal kesalahan saya adalah memilih periksa ke dokter spesialis kandungan sebagai opsi terakhir (sebenarnya karena kita memang mengetahui hal ini terakhir), yah lebih baik terlambat kan daripada tidak sama sekali.

Pilihlah dokter spesialis kandungan yang ramah dan enak untuk diajak diskusi karena faktor ini sangat berpengaruh terhadap kondisi emosional sang istri. Kami pernah bertemu dokter yang ramah di salah satu Rumah Sakit di Bekasi namun antrean pasiennya sangat banyak, dan kami pun mencoba dokter lain di rumah sakit yang sama dan ternyata sang dokter kurang enak untuk diajak diskusi sehingga kondisi emosional istri terganggu dan kami pun memutuskan untuk pindah ke rumah sakit yang lain. Lalu bagaimana kita tahu dokter tersebut ramah atau tidak, paling mudah adalah dengan mencari referensi (bisa dari teman anda, keluarga atau orang lain yang pernah konsultasi dengan dia). Dengan menemukan dokter yang ramah maka anda akan nyaman untuk “curhat” mengenai masalah anda. Jangan menerima saran dokter mentah-mentah, selalu mencoba menanyakan mengenai alasan dari sebuah pengobatan itu dilakukan, apa baik dan buruknya. Anda berhak jika saran yang dokter lakukan itu aneh, tapi pengalaman saya sih semua dokter itu menyarankan yang terbaik untuk pasiennya. Biasanya dokter akan memberikan jadwal yang pas kapan anda harus melakukan hubungan suami istri.

Hiduplah lebih sehat

Dengan melakukan olahraga dan mengonsumsi makanan sehat dapat memperbesar kemungkinan untuk terjadinya kehamilan, karena menurut dokter yang kami temui jika kondisi suami dan istri lebih sehat dan bugar maka akan semakin besar kemungkinan untuk terjadinya kehamilan. Hindari rokok (apalagi sebagai perokok pasif). Makan teratur dan bergizi.

Berdoa dan perbanyak beramal

Ini adalah hal terakhir yang bisa Anda lakukan ketika kehamilan tak kunjung datang, saya pun Alhamdulillah setelah selalu berdoa setiap saat.

Akhirnya ketika bulan Ramadhan tahun 2010 berita bahagia itu datang, istri saya mengecek menggunakan testpack dan ternyata hasilnya positif, dan kami langsung memeriksakan apakah hal ini benar ke dokter spesialis kandungan. Dan Alhamdulillah dia bilang memang benar sudah terjadi pembuahan di rahim. Kembar pula! *sujud syukur*

Yang terpenting, jangan saling menyalahkan. Dalam kondisi merindukan buah hati, Anda dan istri harus berkepala dingin. Tetap tenang dan rileks, tekanan dan stres karena tak kunjung mendapatkan buah hati tak akan ada gunanya.

Semoga berguna!

*thumbnail dari sini


One Comment - Write a Comment

Post Comment