Kenapa UHT Tanpa Pengawet?

Masih ingat dengan Prof. Purwiyatno Hariyadi ahli teknologi pangan dari IPB yang beberapa minggu  yang lalu membahas susu UHT untuk balita? Ada beberapa Mommies bertanya, apakah susu UHT benar-benar nggak memakai zat pengawet? Mengingat susu UHT tahan lebih lama dibandingkan susu pasteurisasi, misalnya. Lalu sejauh mana, sih, kemasan kotak susu UHT yang hanya terbuat dari kertas bisa melindungi isi di dalamnya? Bukankah kertas lebih rapuh dari pada botol? Lalu susu UHT itu berapa lama tahan disimpan di kulkas dan di suhu ruang bila telah dibuka?

Perlu diketahui bahwa sebaik apapun produk diolah, jika tidak dikemas dengan benar, produk akan segera rusak. Demikian pula sebaliknya. Jadi, masalah pengolahan dan pengemasan merupakan dua hal yang berkaitan erat dan terintegrasi.

 

 

 

Proses pengolahan UHT (Ultra HighTemprature)  menggunakan panas untuk membuat susu cair (bukan hanya susu, bisa juga dari buah dan sayuran) menjadi steril. Mikroorganisme yang merugikan dimusnahkan dengan panas hingga 137-140oC dan dalam waktu yang singkat (2-4 detik), sehingga gizi dan mutu susu tetap terjaga. Susu UHT yang  dikemas dengan menggunakan teknologi aseptik dapat disimpan dalam suhu ruang selama berbulan-bulan,selama kemasan tidak rusak dan belum dibuka. Teknologi aseptik adalah kombinasi proses pemanasan (sterilisasi); di mana produk pangan dipanaskan sehingga steril; kemudian dikemas dengan kemasan yang steril dalam suatu ruangan yang steril sehingga dihasilkan produk akhir yang steril. Pada praktiknya proses aseptis ini banyak diaplikasikan untuk proses pengolahan dan pengawetan produk pangan cair (seperti sari buah, telur cair, santan, susu), produk pangan cair yang mengadung partikulat (bubur kacang hijau dan sup), dan produk pangan semi padat. Semua proses ini berlangsung secara bebas kuman dan tanpa campur tangan manusia.

Adapun manfaat Teknologi Aseptik:

–          Proses pemanasan suhu sangat tinggi (137-140oC) dalam waktu yang sangat singkat (2-4 detik) ini bersifat efektif membunuh kuman, tetapi bersifat lembut terhadap mutu dan gizi, sehingga kerusakan nilai gizi minimal serta mutu (rasa, warna dan tekstur) relatif dapat dipertahankan

–          Awet, tanpa memerlukan bahan pengawet

–          Umur simpan panjang, bisa mencapai 10-18 bulan

–          Penyimpanan dan distribusi tanpa pendinginan

–          Higienis

–          Praktis (siap minum)

Masa iya, sih, dari pemanasan UHT dan pengemasan secara aseptik bisa tahan lama? Lihat deh bahan pengemas Tetra Pak:

 

Kemasan Tetra Pak bersifat kedap sehingga mampu melindungi produk di dalamnya dari keungkinan terkontaminasi kuman dari luar. Selain itu; kemanasan Tetra Pak ini juga mampu melindungi produk dari pengaruh negative dari cahaya, uap air dan oksigen dari udara sekitar; sehingga mempu mempertahankan produk tetap steril dan tahan lama. Selain itu, kemasan Tetra Pak 74% terdiri dari kertasdan 26% aluminium foil dan polietilen yang keseluruhannya dapat didaurulang menjadi produk lain yang bermanfaat. Jadi bisa dikategorikan sebagai kemasan yang ramah lingkungan. Selain daur ulang, belakangan ini banyak juga aktivitas yang mengajari anak-anak atau ibu-ibu membuat kerajinan tangan dengan menggunakan kemasan Tetra Pak. Coba baca artikel Kirana Menjadi Supplier Sampah, deh. Pasti terkejut dengan hasil kreasi yang ternyata asalnya dari sampah minuman kemasan.

Terakhir nih, yang menurut saya perlu banget diingat, bagaimana cara yang baik dalam memilih dan menangani susu cair kemasan:

–          Pilih kemasan dalam kondisi baik dan tidak penyok.

–          Selalu perhatikan expiry date (tanggal kadaluarsa) yang tertera dalam kemasan.

–          Sebelum kemasan dibuka, produk bisa disimpan di suhu ruang.

–          Jika sudah terbuka, untuk kemasan sekali minum sebaiknya  langsung dihabiskan.

–          Sedangkan untuk kemasan besar, setelah terbuka , masih bisa disimpan dengan umur simpannya sekitar 3-4 hari tetapi harus disimpan dalam kulkas suhu 4C.

Nah, sekarang, Mommies percaya kalau makanan/ minuman di dalam kemasan Tetra Pak nggak mengandung pengawet, kan?Masih punya pertanyaan terkait konsumsi susu UHT untuk balita? Jangan khawatir masih ada kesempatan bertanya kepada Prof Pur lagi, kok. Catat tanggalnya, ya, Mommies bisa live chat di forum tanggal 28 November ini.