Hug Me, Mom!

Saya bukan tipe perempuan yang romantis. Jadi, dari dulu saya nggak pernah berharap akan dapat kiriman bunga saat ulang tahun, atau menerima pesan serta pujian dengan kalimat ‘berbunga’ dari pasangan yang konon katanya banyak bikin perempuan meleleh, hihihi…

Buat saya, puja puji yang keluar dari mulut orang dewasa, termasuk pasangan, sering kali terlihat nggak tulus. Lebih parah lagi kalau akhirnya terbukti kalau pujian tersebut dilontarkan lantaran ada maksud tersembunyi. Bukannya jadi senang, ujung-ujungnya cuma bikin ilfil.

Tapi, ceritanya akan jadi berbeda kalau pujiannya dilontarkan dari anak sendiri…  Serius, deh! Rasanya, pujian dari anak itu adalah reward yang nggak ada tandingannya. Sama seperti yang Kirana rasakan dan pernah ditulis dalam artikel ‘Pujian Tertinggi’. Saya yakin, semua Mommies juga merasakan hal yang sama. Rasanya-rasanya beban hidup seketika bisa luap saat Bumi memuji saya, hahahaha….

Selama ini, ada biasanya, sih, pujian Bumi nggak akan jauh-jauh dari urusan perut dan penampilan saya. Selain itu, kalau gambar kereta buatan saya sedang bagus, Bumi juga nggak akan sungkan untuk memberikan pujiannya.

“Ibu cantik dan wangi, deh…”

“Ibu, makanannya enak. Bumi suka…”

“Wah, kereta  bagus… ”

Oh, ya, biasanya setiap kali Bumi memberikan pujian, hampir selalu disertai dengan pelukan seperti morning hug sesaat saya mau berangkat ngantor. Jadi, nggak aneh, ya, selain pillow talk, saya juga suka dengan ritual peluk memeluk ini. Apalagi setelah sadar kalau memeluk itu banyak manfaatnya seperti yang diutarakan Melly Puspitasari, S.Psi., Psychologist, MT, NLP.

Berkaitan dengan peluk memeluk, mungkin ada beberapa Mommies yang masih belum terbiasa atau bahkan merasa canggung saat memeluk anaknya. Padahal, pelukan itu bisa dibilang merupakan bahasa kasih yang begitu kuat yang bisa kita lakukan setiap hari. Bahkan, pelukan merupakan salah satu terapi yang bisa kita lakukan saat si kecil cranky.

*gambar dari sini

Saya sendiri punya kiat supaya Bumi makin  rajin dan betah untuk memeluk saya. Berikut saya share, yah, siapa tahu bermanfaat buat Mommies yang lainnya.

Membiasakan Diri

Karena memang sudah terbiasa dan menjadikan pelukan sebuah ritual di keluarga, saya memang tidak merasa sulit ketika harus memeluk atau dipeluk Bumi. Sering kali, tanpa diminta Bumi lantas memeluk saya atau nagih jatah pelukan dari saya. Untuk, itu nggak ada salahnya untuk memulai dan melakukan aktivitas ini secara terus menerus secara tulus dan sepenuh hati. Dengan begitu, si kecul juga akan menemukan titik kenyamanan.

Biasanya, saat memulai untuk memeluk Bumi saya pun membiasakan untuk merangkul tangannya lebih dulu. Saya, sih, punya keyakinan kalau cara ini bisa menyalurkan energi positif ke Bumi.

Pengharum

Nggak bisa dipungkiri, kalau kenyamanan pelukan itu nggak akan terlepas dari indera penciuman dan perasa. Untuk itu, saat mau memeluk atau dipeluk Bumi saya selalu merasa wajib untuk mengondisikan pakaian saya dalam keadaan bersih,  wangi dan lembut. Memang, sih, kalau saat pulang kantor kondisi saya rasanya nggak mungkin bersih seperti saat mau berangkat. Tapi paling nggak, saat pulang sebisa mungkin saya tetap dalam kondisi wangi.

Kalau wangi, Bumi kan pasti makin betah memeluk saya :D. Selain menggunakan parfum dengan aroma favorit, langkah awal yang nggak pernah luput untuk saya lakukan adalah memberikan pengharum saat mencuci pakaian.

Misalnya, menggunakan Downy yang menggunakan teknologi terbarunya PMC (Perfume Mirco Capsule). Jadi, teknologi ini bekerja dalam tiga lapisan kain seperti layaknya parfum. Kalau pakaian terkena gesekan saat dipakai, teknologi PMC justru akan bekerja karena akan memecah dan mengeluarkan wangi yang tahan lama.

Bahan Pakaian

Mengingat kerjaan saya yang cukup mobile, ditambah lagi dengan kondisi cuaca Indonesia beriklim tropis, mau nggak mau saya pasti sering terpapar cahaya matahari. Kondisi seperti ini pun ahirnya membuat saya cukup selektif dalam memilih bahan baju. Paling aman, sih, saya sering memilih pakaian berbahan katun yang mudah menyerap keringat dan bikin nggak gerah. Jadi, meskipun harus beraktivitas dari pagi hingga malam, saya tetap merasa nyaman. Bahkan, belakangan ini saya lebih senang memilih celana dari bahan katun. Jadi, meskipun berkeringat tapi dari atas hingga bawah saya tetap merasa nyaman. Dan saya rasa, kalau saya merasa PD karena nyaman dengan kondisi saya sendiri, hal ini juga bisa dirasakan Bumi saat memeluk saya.

Jadi gimana, sudah siap berpelukan setiap saat?

 


Post Comment