Cuci Tangan? Ada Standar WHOnya, Lho!

Siapa yang sampai sekarang kalau cuci tangan masih sekedarnya saja? *ikutan angkat tangan*. Seringkali saya hanya cuci tangan selewatan saja di bawah kran, tanpa repot pakai sabun tentunya. Pakai sabun, kan, bikin lama. Harus dibilas lagi. Kalau sedang bepergian apalagi, paling cuma pakai hand sanitizer. Kecuali mungkin kalau habis makan lesehan atau ayam goreng yang langsung dengan tangan, pasti pakai sabun, lah, ya.

Tapi apa cara cuci tangan dengan sabunnya sudah benar? Mommiesdaily sudah beberapa kali menulis tentang cara cuci tangan dengan sabun (CTPS) yang dianjurkan. Ternyata bahkan WHO (World Health Organization) pun membuat panduan cara cuci tangan yang memenuhi standar kesehatan dengan memaksimalkan area tangan yang dibersihkan. Tahap-tahapnya adalah:

12 langkah cuci tangan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh WHO

  1. Basahi kedua tangan dengan air mengalir.
  2. Beri sabun secukupnya.
  3. Gosok kedua telapak tangan dan punggung tangan.
  4. Gosok sela-sela jari kedua tangan.
  5. Gosok kedua telapak dengan jari-jari rapat.
  6. Jari-jari tangan dirapatkan sambil digosok ke telapak tangan, tangan kiri ke kanan, dan sebaliknya.
  7. Gosok ibu jari secara berputar dalam genggaman tangan kanan, dan sebaliknya.
  8. Gosokkan kuku jari kanan memutar ke telapak tangan kiri, dan sebaliknya.
  9. Basuh dengan air.
  10. Keringkan tangan dengan tisu (handuk tidak direkomendasikan karena lembab terus menerus malah menyimpan bakteri).
  11. Matikan kran air dengan tisu.
  12. Tangan sudah bersih.

Perlu gambarnya? Ini dia (klik gambar untuk melihat versi full size, ya):

Menurut Dr. Wani Devita Gunardi, SpMK, ahli mikrobiologi dari Eka Hospital yang menjadi nara sumber dalam acara konferensi pers dalam rangka menyambut Hari Cuci Tangan Sedunia (Global Handwashing Day), cara mencuci tangan seperti ini lebih efektif untuk:

  • Menurunkan kasus penyakit diare sebanyak 31%.
  • Mengurangi angka kesakitan akibat diare pada pasien imunokompromis hingga 58%.
  • Menurunkan penyakit ISPA sampai 45%.
  • Dan 0.5-0.8 per mil kasus hidrocephalus dan 1% kasus kelainan jantung bawaan diketahui berhubungan dengan kebersihan diri dan lingkungan di saat hamil yang bisa dicegah dengan kebiasaan CTPS.

Penelitian terbaru dalam Journal of Environmental Research and Public Health menemukan, saat seseorang mencuci tangannya dengan sabun dan air menghilangkan 92% organisme (penyebab penyakit infeksi) di tangan.

Untuk keadaan darurat, hand sanitizer apa masih layak dipakai? Bila tangan tidak nyata-nyata terlihat kotor, boleh-boleh saja kata dr. Wani. Tapi kalau tangan sangat kotor, tetap harus menggunakan air mengalir dan sabun walau tidak harus sabun yang berembel-embel anti bakteri atau anti septik.

Lalu kapan, sih, kita harus cuci tangan?
Pada dasarnya ini tergantung aktivitas kita. Misalnya dokter yang sehari-hari mengunjungi dan memeriksa pasien di rumah sakit, maka sebagian kewajiban mencuci tangan diantaranya saat sebelum dan setelah memeriksa pasien. Sedangkan untuk kita, kurang lebih saat:

  • sebelum menyiapkan makanan.
  • sebelum makan.
  • setelah dari kamar kecil.
  • setelah batuk/bersin.
  • setelah memakai sarung tangan.
  • setelah bermain atau mengurus hewan.
  • setelah membuang sampah.

Yuk, hafalkan langkah-langkah mencuci tangan! Tapi sambil dipraktikkan dan dibiasakan juga yaa…


3 Comments - Write a Comment

Post Comment