Financial Plan For Single Mom

Banyak kejadian di dalam hidup yang tidak pernah kita sangka, namun terjadi.  Menjadi single mom bisa jadi salah satunya. Saya yakin bahwa ketika kita menikah, kita berharap pernikahan itu langgeng hingga kakek nenek. Tetapi,  kenyataan bisa terjadi sebaliknya, bukan?

Kita boleh berencana, tapi umur manusia ada yang mengatur. Tidak bisa dibayangkan sedihnya ketika suami kita meninggal dunia di usia yang masih muda, dan anak-anak pun masih belum mandiri. Belum rasa sedih selesai, kita pun harus memikirkan masa depan diri kita sendiri dan mereka, ya?

Tidak terkecuali untuk status single mom akibat perceraian. Apakah proses perceraian dilalui dengan lancar atau sangat bertele-tele hingga menghabiskan waktu dan energi. Tetap, kita harus juga bangkit dan mempersiapkan diri supaya secara finansial kita juga bisa mandiri.

Untuk single mom yang belum memiliki anak – baik karena suami meninggal dunia atau karena perceraian – maka Anda harus mengelola keuangan personal Anda dengan baik. Mulai mencatat keuangan dengan baik, ya. Berapa besar pemasukan maupun pengeluaran Anda, Anda harus tahu. Yang biasanya berbagi-bagi fungsi dengan pasangan, sekarang semua tugas finansial anda adalah penuh tanggung jawab Anda. Ingat, konsep uang adalah untuk spending, investing, and charity. Pelan-pelan seimbangkan tiga konsep tersebut sehingga Anda bisa memiliki kondisi keuangan yang baik, dan mencapai tujuan finansial yang Anda inginkan.

Untuk single mom karena pasangan meninggal dunia dan memiliki anak, cek asuransi jiwa pasangan. Idealnya memang Uang Pertanggungan jiwa yang keluar seharusnya dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga. Tapi jika tidak cukup, pastikan Anda menyisihkan dana darurat untuk 12 bulan ke depan bagi keluarga. Kemudian, yang tidak kalah penting sebagian dari uang pertanggungan tersebut Anda investasikan untuk dana pendidikan mereka. Bagi single mom yang saat ditinggal suami dalam kondisi tidak bekerja, maka dengan menyisihkan dana darurat selama 1 tahun ke depan, Anda punya waktu untuk mencari pekerjaan baru lagi atau mungkin memiliki usaha sendiri yang dapat mengahasilkan.

Selain itu penting untuk mengerti tentang hak waris dari harta maupun pelunasan utang – jika ada – yang merupakan kewajiban mendiang suami. Untuk hak waris ini, ada beberapa hukum yang mendasarinya. Untuk yang beragama Islam, ada hukum waris Islam. Untuk yang beragama lainnya bisa menggunakan hukum BW atau hukum adat.  Dengan memahami hukum waris ini maka kita berusaha untuk adil, tidak hanya memikirkan hak kita sendiri tapi juga hak orang lain juga yang memang seharusnya menjadi ahli waris. Selain itu, pelunasan kewajiban utang mendiang suami juga perlu kita diskusikan dengan pemberi piutang, bagaimana skemanya dengan melihat kondisi keuangan saat itu. Bagaimanapun, kewajiban si ahli waris untuk membayar kewajiban tersebut.

Untuk single mom karena perceraian, secara hukum maka anak di bawah 12 tahun ada di dalam pengawasan si ibu. Walaupun anak tersebut tinggal bersama ibu, secara finansial tentunya masih menjadi tanggung jawab berdua. Sangat direkomendasikan untuk melakukan pembicaraan pembagian tanggung jawab finasial ini sedini mungkin, sebelum proses perceraian selesai. Jika memang perceraian ini membuat dua pihak tidak bisa berkomunikasi dengan baik, penting untuk melibatkan pihak lain yang bisa melihat hal ini secara objektif. Bisa dari perencana keuangan, atau dari masing-masing pengacara. Diskusikan jumlah uang yang akan diinvestasikan untuk dana pendidikan sedetail mungkin, dan sangat disarankan untuk melegalkan perjanjian itu,  sehingga bisa mengurangi risiko ada pihak yang tidak mau bertanggung jawab terhadap dana pendidikan anak-anak tersebut. Selain dana pendidikan, juga diskusikan mengenai allowance buat anak tersebut, pastikan jumlahnya memang bisa mencukupi kebutuhan mereka.

So Mommies, either you’re married or single.. perencanaan keuangan yang baik itu perlu, ya. Apapun yang terjadi dalam hidup kita, kita bertanggung jawab penuh. So, make your financial plan, now! :)

*Penulis, Reliza Arfiani (Icha- @relizakodri) adalah Planer di QM Financial. Icha menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi Universitas Indonesia. Kemudian meneruskan S2 di International University of Japan di Niigata, Jepang.

 


Post Comment