3 Hal yang Pengaruhi Usia Lampu

Belum lama ini, Bumi punya hobi baru, menyalakan dan mematikan lampu sesuka hatinya. Kalau sudah begini, biasanya, sih, saya yang paling cerewet kasih tau atau mengalihkannya untuk melakukan kegiatan lain.

Bukan apa-apa, biasanya, nih, kalau sering di-‘cetak-cetek’, nyalain atau matiin seperti itu, pasti umur lampu jadi nggak awet. Padahal, sekarang harga lampu itu kan nggak bisa dibilang murah. Kalaupun ada jenis lampu yang murah, usianya juga nggak akan bertahan lama. Belum lagi dengan pencahayaannya yang bikin mata jadi nggak nyaman.

Jadi, kalau buat saya pribadi, lebih baik pilih jenis lampu yang paling tepat. Selain itu, salah satu langkah agar lampu di rumah lebih hemat, ya, meminimalisir menyalakan dan mematikan lampu. Istilahnya, menggunakan lampu pada saat yang tepat.

Soalnya, tanpa disadari kebiasaan atau cara kita menggunakan alat penerang itu akan memengaruhi usia lampu juga, lho! Kalau pada awalnya saya hanya tau, sering menyalakan dan mematikan lampu bisa membuat lampu lekas mati, ternyata ada beberapa hal yang juga memengaruhi usia pemakaian lampu.

Hal ini saya ketahui saat berbicang dengan Riza Ardiana, Product Manager LED Lamps & System PT Philips Indonesia waktu mengikuti rangkaian acara Kota Terang Hemat Energi Bersama Philips LED di Bali beberapa waktu lalu.

Selain sering menyala-matikan lampu, ternyata getaran juga turut berpengaruh pada usia lampu. Contoh mudahnya bisa dilihat kalau lampu di teras lebih sering mati ketimbang di ruangan lain, hal ini bisa disebabkan karena banyak getaran karena kendaraaan di luar rumah yang memengaruhi lampu.

“Misalnya lampu pijar, di dalamnya ada komponen yang terganggu,” kata Riza waktu berbincang di Philips LED Exhibition di Bali Arts Center.

Di samping itu, temperatur ruangan atau rumah lampu ternyata juga mempengaruhi usia pemakaian lampu. Riza menjelaskan, kalau ruangan panas atau rumah lampu terlalu sempit hal ini bisa menyebabkan sirkulasi udara di sekitar lampu tidak bagus sehingga membuat lampu cepat panas. Waktu itu Riza menambahkan kalau fluktuasi tegangan ikut andil dalam mempengaruhi usia lampu.

Memang, sih, biasanya hal ini sering terjadi pada jenis lampu konvensional. Untuk itu, Riza menyarankan agar menggunakan jenis lampu LED. Meskipun harga lampu LED jauh lebih mahal, namun ke depannya kita nggak perlu sering-sering mengganti lampu. Mau mencoba?

*foto dari sini


Post Comment