Pilih-Pilih Metode MPASI

Saat si kecil sudah memasuki usia 5 bulan, biasanya para ibu akan ‘repot’ memasuki masa-masa MPASI. Selain menu makanan yang beragam, ada yang menganut memberikan sayuran lebih dulu, serealia, atau buah, biasanya juga akan menghadapi pertanyaan: Bagaimana cara memberi makan si kecil? Dengan cara konvensional alias disuapi? Atau dengan Baby Led Weaning (BLW) yang konon bisa membuat si kecil lebih cepat mandiri?

Metode konvensional alias si kecil disuapi (spoon-feeding) merupakan metode yang masih paling populer hingga saat ini. Waktu saya dulu awal MPASI, saya nggak pusing dengan metode apa yang akan saya gunakan. Ada beberapa fakta yang saya kumpulkan mengenai metode MPASI spoon-feeding:

  • Jangan lakukan metode ini saat anak lapar. MPASI adalah masa pengenalan anak terhadap media lain selain payudara ibunya. Maka, kalau ia disuapi makanan saat lapar, bisa-bisa anak stres karena perbedaan metode sucking ke payudara dan menerima makanan lewat sendok. (kecuali kalau sebelumnya anak sudah meminum ASI menggunakan sendok, ya)
  • Mommies sering khawatir anak nggak makan banyak? Sebenarnya, 2-3 sendok teh sudah cukup, lho, untuk anak usia 6 bulan. Tapi sayangnya kita sering lupa karena pemahaman kita yang judulnya seporsi makan= sepiring/ semangkuk.
  • Di sebuah penelitian yang di-publish oleh situs ini, mengatakan anak yang menggunakan spoon-feeding sebagai MPASI-nya berrisiko obesitas.

Sementara untuk Baby Led Weaning, anak menggunakan tangannya sendiri untuk makan. Jadi, dengan BLW, Mommies akan melewati masa membuat puree, karena makanan yang disajikan untuk anak bentuknya finger food.

  • Dengan metode ini, anak memiliki kebebasan untuk memilih makanan apa yang ingin mereka konsumsi. Selain itu juga keuntungan bagi seluruh keluarga, bisa makan sama-sama tanpa si ibu/ ayah/ kakak harus menyuapi bayi yang ada di keluarga mereka.
  • Kalau yang pernah saya dengan waktu ikut Pesat Bekasi, pemberian MPASI dengan metode ini ada risiko bayi tersedak. Jadi orangtua atau pengasuh di rumah harus menguasai pertolongan pertama Heimlich kalau-kalau si bayi tersedak.
  • Kita nggak bisa mengukur berapa banyak makanan yang masuk ke mulut anak.
  • Akan lebih berantakan, itu pasti :D

Jika Mommies nggak bisa memilih, ikut diskusinya deh di forum ini. Kalau saya sih pada akhirnya menggunakan kedua metode tersebut. Untuk makanan berjenis puree/ nasi tim/ bubur saring, saya menggunakan spoon feeding sementara saat memberikan buah/ finger food, ya saya berikan langsung ke Langit.

Btw, selebriti dunia, Alicia Silverstone punya caranya sendiri, lho! Lihat foto ini:

*gambar dari sini

Jadi, Alicia memasukkan makanan Bear, anaknya yang berusia 18 bulan, ke mulutnya sendiri dulu, baru kemudian memberikannya ke Bear…. directly from her mouth!

Di situs ini, Alicia yang juga seorang aktivis sosial mengakui bahwa proses makan seperti ini diilhami dari cara burung memberi makan pada anaknya. Mungkin beberapa dari kita juga pernah, ya, menggigit makanan seperti buah atau sosis, misalnya, baru kemudian memberikan ke anak. Tapi kalau melihat yang Alicia lakukan, ia mengunyahnya juga.

Bagaimana, Mommies mau mencoba cara ini juga?

 


3 Comments - Write a Comment

  1. Wah, kayanya kl ngikutin gayanya Alicia, nggak dulu, deh. Bukannya jijik, atau gimana-gimana, sih. Cuma, kan yaaa… mengingat kondisi mulut yang nggak selalu bersih, masa mau ngoper bakteri atau kuman2 ke anak juga? Hihihi….

    Dulu, awal2 MPASI gue, sih, pake metode spoon feeding. Waktu itu yg ada dalam benak, takut anak tersedak kalau langsung BLW. Jadi. waktu awal2 tetep gue yg suapi pure atau bubur saring dulu, setelah itu baru, deh, gue kenalin dgn irisan buah-buahan

    TFS, Lit…. jadi inget keseruan awal2 kasih MPASI ke Bumi :)

    1. Iyaaa, skg sih agak gimana gitu ya ngeliatnya. Tapi dulu nyokap gue suka melakukan ini, misalnya gue mau makan bakso yg dari mangkok dia kan pedas tuh, nah biasanya dia masukin ke mulutnya dulu biar ga pedas baru deh gue makan. Kalo diinget2 skg kok rasanya, errr… -__- :p

Post Comment