Teknologi Bukan Untuk Dimusuhi

Sudah baca artikel Sazkia yang isinya agar kita tak terlalu menyalahkan teknologi? Nah, beberapa waktu lalu, saya diundang oleh Intel ke diskusi mengenai bagaimana memaksimalkan teknologi untuk keluarga.

Sebelum melangkah lebih jauh, pertanyaan pertamanya adalah: kapan kita mengenalkan anak pada teknologi?


Jawabannya: tergantung dari kondisi lingkungan. Jadi, misalnya seisi rumah kita sudah computerized, misalnya menggunakan password saat masuk rumah, lampu dihubungkan dalam sebuah panel, pekerjaan orangtua mengharuskan mereka berada di depan komputer/ laptop setiap saat, dsb, maka anak harus dikenalkan secepatnya.

Kenapa? Karena si anak berada di lingkungan yang dekat dengan teknologi. Ini juga membuat anak mengerti lebih cepat bahwa teknologi atau gadget yang ada di sekitarnya bukan sembarang mainan. Ada aturan yang diterapkan saat menggunakannya.

Ini beberapa langkah yang saya catat untuk memaksimalkan teknologi:

  • Unduh aplikasi yang bervariasi dan sesuai proporsinya dengan usia anak.
  • Pahami dasar teknologi. Anak-anak kita merupakan generasi digital native. Usia 2-3 tahun sudah bisa membuka phone lock, usia 4 tahun bisa mencari keyword sendiri di Youtube, dan lain sebagainya. Kita sebagai orangtua, jangan mau kalah *bukan berarti kompetitif ya, haha*. Maksudnya, jangan sampai apa yang anak tau, kita tidak tau. Contohnya film saja, tonton dulu sebelum ditonton si anak seperti yang dilakukan Puan. Atau Ibu Elly Risman bilang, saat membelikan games untuk anak, kita mainkan dulu games-nya supaya tau kontennya apakah cocok untuk anak atau tidak.
  • Fitur parental control. Kirana pernah menulis langkah-langkahnya di artikel ini dan sangat mudah untuk diikuti.
  • Ragam permainan di perangkat teknologi bisa membantu imajinasi anak dan problem solving. Kalau anak saya kebetulan hanya suka games Fruit Ninja atau puzzle, lewat games ini saja ia bisa belajar bagaimana cara menyelesaikan sebuah puzzle atau mengikuti aturan bahwa “Bom itu nggak boleh kena, hanya boleh buah-buahannya aja”, haha.
  • Yang terakhir, perangkat teknologi BUKAN pengasuh anak. Oh, tentu, saya juga pernah ngasih Langit gadget supaya saya bisa konsentrasi menyetir mobil, misalnya. Tapi perlu diketahui juga, penggunaan teknologi akan lebih maksimal kalau kita mendampingi anak saat mereka menggunakannya

Nah, gimana? Nggak usah takut duluan sama teknologi kali, ya. Kita kan nggak bisa memungkiri saat ini saja kehidupan kita sudah lekat banget sama teknologi, apalagi masa depan anak-anak kita? Teknologi bukan untuk dimusuhi, tapi untuk dimanfaatkan dengan baik. Setuju?