Peranan Ortu Mendampingi Anak Usia SD

Elementary Schoolers

umnad・16 Oct 2013

detail-thumb

Beberapa waktu yang lalu, di sekolah anak saya ada semacam seminar kecil. Seminar kecil ini diadakan beberapa kali setiap semester. Nah, waktu itu yang datang Bu Angger, namanya Ibu Anggerina Nurtriana S. Orangnya sangat bersemangat, jadi ikutan semangat pas lihat pemaparan beliau.

Beliau membahas tentang peranan ortu dalam mendampingi anak usia SD. Menurut Bu Elly, memasuki usia SD, anak biasanya menjadi :

  • Kurang bertanya.
  • Rasa ingin tahu meningkat, terhadap lawan jenis, jodoh-jodohan. Juga tukar menukar informasi, seperti kawin, punya anak daaaan hubungan intim.
  • Ngomong jorok, bahasa rahasia, puisi kasar, dsb.
  • *gambar dari sini

    Nah, Bu Angger seakan menjawab hal itu, apa sih yang bisa kita lakukan ke anak usia SD. Apalagi anak usia SD saya saat ini sudah 2, perlu banget apa saja kiat-kiatnya.

    Pertama, yang perlu diingat orangtua adalah tugas orangtua, yaitu:

  • Memberi nama yang baik
  • Mengaqiqah
  • Menyayangi
  • Menafkahi
  • Mendidik
  • Kedua, mengetahui target pendidikan yang ingin dicapai. Bagi yang beragama Islam, acuan target ini tertulis dalam Al-Qur’an surat Luqman : 13-19, yaitu:

  • Anak yang taat pada perintah Allah
  • Anak taat dan berbakti pada orangtua
  • Anak yang berilmu
  • Anak yang tekun beribadah
  • Anak yang berakhlak mulia
  • Anak yang bermanfaat
  • Ketiga, macam-macam cara mendidik:

  • Memberi contoh
  • Memberi kesempatan
  • Mengamalkan
  • Menasehati
  • Keempat, memahami karakterisitik belajar anak usia SD:

  • Belajar sambil bermain
  • Belajar melalui tangan
  • Belajar dengan meniru
  • Belajar secara terintegrasi dan bermakna
  • Kelima, berikut, beberapa inspirasi yang dapat dilakukan ortu dalam mendampingi anak usia SD:

  • Mendoakan
  • Memberi teladan
  • Mengajak pergi seraya menasehati dan mengajari
  • Memberikan pengarahan dan meluruskan anak saat makan
  • Menghargai mainan anak
  • Tidak membubarkan anak bermain
  • Tidak memisahkan dari keluarga
  • Lebih banyak memuji dan menyebut kebaikan anak
  • Memberi semangat dan membuat anak puas
  • Meminta izin berkaitan dengan penggunaan hak mereka
  • Merahasiakan aib mereka
  • Memperlakukan anak dengan adil
  • Memisahkan anak yang sedang berkelahi
  • Mencari dan menemukan potensi anak
  • Mengajari anak untuk sopan, lemah lembut, berani, dan mandiri
  • Mengajari taharah dan sholat
  • Mengajak anak untuk segera tidur setelah sholat Isya
  • Memisahkan anak di tempat tidur masing-masing
  • Melarang anak tidur telungkup
  • Melatih anak melakukan pengobatan
  • Bergaul, bermain, dan menceritakan pengalaman masa kecil
  • Menyapa dan mengucapkan salam kepada teman-temannya
  • Mendorong, mengajak anak untuk bersilaturahim dan menghadiri pertemuan-pertemuan yang menggembirakan, bermanfaat, dan memberikan pengalaman
  • Mengenalkan dan mengajak bertamu dan bercakap-cakap dengan ulama, tokoh masyarakat, dan berbagai profesi
  • Mengajari etika berbicara, makan, dan meminta izin
  • Membiasakan untuk hidup sederhana, hemat, dan bermanfaat
  • Hanya itu yang saya catat kemarin. Tapi mudah-mudahan beberapa inspirasi dari Bu Angger ini bermanfaat :)