Editorial’s Letter: What is Your Mood Booster?

Yuhuuu..

Bagaimana hari-harinya, Mommies? Semoga masih terus semangat, ya. Sebagai seorang ibu, ada hal-hal yang menjadi kewajiban dan harus dilakukan setiap hari. Bulan lalu, kami membahas tentang organizing atau management, bagaimana sih seorang ibu mengatur waktunya? Ada Sazkia yang menulis bagaimana caranya mengatur waktu di rumah bersama Menik, putrinya. Riska yang baru saja resign sebagai pekerja kantoran, bahkan sampai bikin jadwal harian bersama anaknya, Bumy, lho!

Membaca artikel-artikel bulan lalu, menimbulkan pertanyaan yang lain, kalau lagi bosen, apa sih yang dilakukan?

Kalau saya baca buku atau portal berita, menulis blog atau scrolling timeline Twitter saja sih cukup menghibur.  Kalau bisa sih, maunya liburan ya, kalau lagi bosen. Nggak usah jauh-jauh, nginep di hotel dalam kota saja sudah senang banget! Memang, ya, belakangan ini kehidupan kita sangat  erat dengan dunia maya dan gadget. Bahkan bisa dibilang, lebih panik saat ketinggalan smartphone daripada kalau ketinggalan dompet, haha!

*Nah, belakangan ini malah lagi ketagihan baca komik Detektif Conan di gadget :D

Kalau dulu, buku itu jendela dunia. Tapi sekarang ditambah dengan dunia maya, rasanya. Kita bisa tau gempa 2 menit yang lalu terjadi di belahan bumi lain di Twitter, bisa bertukar kabar lewat Facebook, atau mengetahui kepribadian seseorang lewat membaca blognya.

Saya belakangan ini suka merenung. Apakah tindakan saya memosting status, foto, aktivitas di akun social media memberikan keuntungan? Kalau malah jadi mengundang atau memancing bahan rumpian gimana? *GR, berasa ada yang ngomongin, haha!*

Tapi pada akhirnya, saya sampai pada tahap memilah apa saja yang bisa dan boleh saya posting di social media. Intinya, think before you post in your social media account. Selengkapnya, nanti akan saya jelaskan di artikel terpisah, deh!

Tema ini yang kemudian kami angkat di bulan Oktober. Technology. Banyak yang mengakui bahwa kecanggihan teknologi membantu di banyak sisi. Tapi, nggak sedikit juga yang merasa kehidupannya mulai tergantung pada kecanggihan teknologi. Men have become the tools of their tools, kata Henry David Thoreu, seorang penulis dari Amerika.

Tenang, temanya dikaitkan dengan kehidupan kita sebagai ibu-ibu, kok. Misalnya, bagaimana membesarkan anak di era digital, bagaimana mengawasi si kecil yang sudah fasih dunia internet, bagaimana family time yang berkualitas di era digital dan lain sebagainya.

Sudah siap?

Mau ikutan sharing cerita juga? Lihat caranya di sini dan yuk, berbagi cerita, info dan pengalamannya lewat kami. Karena, yang paling jago menjawab permasalahan ibu-ibu ya, ibu-ibu juga, dong, seperti kita!

Peluk hangat :*


Post Comment