What To Do Before Business Trip

Banyak sekali ibu bekerja yang harus menjalani business trip. Berpisah dari anak dan suami, bagi beberapa ibu mungkin berat. Kalau saya, sih, kerap memanfaatkannya sebagai me time, walaupun tetap sebelum pergi banyak hal yang harus saya siapkan.

Pertama, tentunya izin dari suami #edisiistrisholeha.

Eh, tapi benar, lho. Untungnya suami saya termasuk yang cukup fleksibel, ya. Dan untungnya, pekerjaan saya saat ini travel time-nya nggak terlalu banyak juga.

Kedua, kasih tau anak.

Ini wajib, dong. Walaupun kadang-kadang Langit suka ngomong, “Aku mau anter Ibu sampe Nias, pokoknya!”, haha. Saya selalu berusaha menjelaskan apa yang saya lakukan kalau ada perjalanan ke luar kota/ negeri, letak kota/ negara itu di mana, dan lain sebagainya.

Ke tiga, brief orang-orang yang akan ketitipan Langit.

Saya biasanya brief si mbak bahwa saya akan pergi berapa lama, masak apa saja selama saya pergi (karena berkaitan dengan jumlah uang yang akan saya tinggalkan), kegiatan Langit setiap hari akan ngapain aja, sampai kasih tau jam berapa saya berangkat serta pulang.

Kadang, mama saya juga suka nginep di rumah kalau saya sedang business trip. Sekedar mengawasi dan nemenin Langit saja.

Ke empat, packing!

Kalau banyak orang mengeluh saat packing, saya malah suka. Biasanya saya akan membuat daftar pakaian apa saja yang akan saya bawa, setelah sebelumnya memperhatikan itinerary alias jadwal akan ke mana saja selama business trip itu. Hal ini memudahkan dan meringankan beban bawaan lho!

Ke lima, memastikan saluran komunikasi yang tersedia di tempat tujuan.

Kalau perginya masih dalam negeri, relatif mudah, ya. Provider yang digunakan kan, sama. Saya bukan ibu yang terlalu rajin setiap 1 jam sekali nelepon, sih. Tapi saya memastikan di saat-saat tertentu akan menelepon Langit. Misalnya pagi sebelum berangkat sekolah, siang sekitar jam 2, lalu malam setelah maghrib.

Ke enam, menentukan bawa gadget apa saja.

Tsaah, kesannnya techie banget, ya? Maklum, pekerjaan saya kan harus selalu berhubungan sama internet, maka saya harus pandai memilih gadget yang memudahkan mobilitas.

Kemarin saya ke peluncuran Acer Iconia W3, perangkat 8 inci pertama berbasis window pertama di dunia. Ih, keren banget ternyata! Gadget ini, kalau mau dibilang tablet, enggak juga. Karena kemampuannya sekelas PC tapiii layar monitornya hanya 8 inci.

Laptop? Enggak juga. Karena monitornya bisa dilepas dari keyboard dan si monitor bisa berfungsi penuh selayaknya tablet. I think its cool enough dan sangat bermanfaat buat ibu-ibu yang mobilitasnya tinggi. Harganya cukup terjangkau pula! Nggak sampe 5 juta.

Wah, kebayang deh, kalo traveling bawa ini, saya nggak perlu repot-repot bawa laptop untuk bekerja selama business trip!

 


5 Comments - Write a Comment

  1. Lita, itu Acer-nya menggoda banget, sik! Soalnya kalau emang lagi tugas ke luar kota gitu, gadget emang jadi barang penting juga, sih, ya. Selain buat kerjaan, juga bikin komunikasi lancar. Waktu pengalaman tugas ke luar kota kemarin, setiap malam Bum baru puas kalau abis skype-an sama gue. Dan sempet minta didongengin pula, lewat skype, hahaha… jadi kalau gadgetnya nggak mumpuni, bisa gawaaat

Post Comment