What We Can Learn From Miley Cyrus

Beberapa waktu belakangan ini, hampir semua media dan jejaring sosial yang terhubung dengan saya membicarakan satu nama: Miley Cyrus.

Awalnya saya tidak peduli ketika di kantor pada heboh ngomongin penampilan Miley Cyrus di Video Music Award 2013 lalu. Saya memang kadang suka nggak peduli sama berita-berita artis terutama yang memang, yah, saya nggak terlalu tau. Miley Cyrus yang ada di benak saya hanya seorang selebriti muda internasional yang usianya beranjak dewasa muda. Miley terkenal sejak usia tweens berkat perannya di sebuah film seri yang judulnya Hannah Montana.

From this cute lil girl:

gambar dari sini

Karena di kantor pada ramai-ramai nonton, akhirnya kepancing juga rasa penasaran saya untuk gabung nonton videonya di Youtube. Reaksi saya: menganga!

Dari pakaian, gaya rambut sampai aksi panggung benar-benar bikin saya syok. Nggak lebay kok, tapi kaget saja she can be that low!

To this one (gambar tersopan yang saya temukan dari hasil searching “Miley Cyrus VMA”):

gambar dari sini

Dari segi usia, 20 tahun, Miley memang saat ini sedang berada pada tahap menuju dewasa muda. Beberapa berita sudah membahas dari sisi psikologis kenapa Miley melakukan ini. Peralihan fase kehidupan adalah salah satunya, apalagi Miley sebelumnya dikenal sebagai bintang remaja nan imut-imut. Jadi ada satu momen di mana ia ingin membuktikan bahwa ia sudah jadi perempuan dewasa. Not a girl, but not yet a woman. Sounds familiar? Ya, Britney Spears juga pernah mengalami fase ini, kan?

Lalu, apakah ini menjadi hal yang wajar? Jika Mommies bertanya pada saya, maka jawaban saya adalah nggak, jangan sampe! Aduh, anak saya kan perempuan, ya. Bagaimana perasaan saya jika nanti melihat Langit beraksi seperti itu, disiarkan di televisi, seluruh dunia nonton *knock-knock on the wood*.

Makanya, saya sependapat dengan Sazkia, nggak setuju dengan segala bentuk kontes beauty pageant anak-anak. Ya, menurut kami, kontes ini adalah salah satu bentuk eksploitasi anak-anak. Kebayang nggak, gimana anak-anak ‘lulusan’ beauty peageant ini bakal seperti apa kalau kecilnya saja sudah dipuji ‘kelucuannya’ karena mampu meniru Syahrini? *serem*

Saya pun ‘menodong’ pendapat beberapa ibu yang kebetulan memiliki anak perempuan, seperti saya:

Sejujurnya, ijk deg-degan ngeliatnya. Mungkin kalau difoto, muka bengong, melongo, akan terpampang nyata. Anyway, I don’t know what’s behind that scene. Apakah produsernya yang mengarahkan seperti itu atau apa? Tapi melihat video interview BBC Radio yang diunggah tanggal 21 Juli 2013 di Youtube, Miley mengemukakan soal perubahan pada dirinya dari mulai gaya rambut hingga stage act karena puber dalam rangka berubah menjadi dewasa. Sejujurnya, saya nggak tahu drama kehidupan Miley seperti apa sehingga kasihan melihatnya dalam persimpangan begini. What’s with her over sexualized performance? Kalau ini hanya ‘show’ untuk mendapatkan seluruh perhatian dari VMA 2013 dan menjadi bahan omongan setidaknya untuk 1 bulan kedepan, then mission accomplished, Miley! So no more sweet Hannah Montana, right? For our better future, let’s turn off our TV and play outside! – Sazkia, ibunya Menik, 2 tahun.

Menurut saya sih Miley sekarang ini sedang dalam tahap bad girl ala Britney Spears beberapa tahun yang lalu. Sedang mencari jati diri. Sedang ingin bandel. Unfortunately, she’s doing it in front of millions of viewers. Dan selain itu juga dia punya uang banyak dan lingkungan yang “mendukung”, so it could go to the extreme. Hal tersebut bikin saya lumayan cemas, sih, sebagai ibu. Karena tiap anak pasti akan ada masa pencarian jati diri seperti Miley, I hope my daughter would be happy enough and trust me enough so I could be her partner growing up and finding what she wants.- Amalia, maminya Raysa, 6 tahun.

Sebagai ibu dari seorang anak perempuan, saya lumayan syok yah melihat betapa anak-anak bisa dengan cepat berubah setelah beranjak dewasa. Dari video ini saya kasihan sih, melihat Miley si anak yang serba berkecukupan namun ternyata “haus perhatian”. Somehow video ataupun kasus-kasus seleb ini menjadi pelajaran buat saya, bahwa perhatian dan curahan kasih sayang keluarga terhadap anak itu penting sekali agar mereka nantinya tidak haus kasih sayang. Ini juga bukti kalau materi itu tidak menjamin kebahagian anak..Kasihan Miley  – Ayu Putri, Mamanya Kaia, 5 tahun.

Mungkin dia tidak mendapatkan intensitas perhatian publik seperti yang diinginkannya. And I personally never have any attention on this. Keluarga -dan anak-anak- juga tidak pernah terekspose dengan berita selebriti.
Riuhnya pemberitaan di Twitter, akhirnya ikut melihat juga seperti apa sih aksi twerking-nya itu. Komentar saya, hah..dia terinspirasi dari video-video dangdut koplo dari Indonesia kali ya ;)
Saya tidak tahu apakah eksposurenya sampai ke anak-anak, well kecuali kedua anak Will Smith yang menyaksikannya on the spot!- Annisa, Umminya Akhtar (9 tahun), Arung (3 tahun) dan calon bayi perempuan dalam kandungan.

Saya kok merasa malu ya nonton penampilannya Miley Cyrus, padahal kenal juga enggak :D Mungkin karena saya punya anak perempuan dan saya masih belum bisa melihat dirinya sebagai perempuan dewasa. It’s obvious she was doing it to create sensations and it works! Tapi saya malah merasa yang dia lakukan itu menyedihkan dan nggak menunjukan tindak tanduk perempuan yang punya self respect. Yang bikin saya concern lagi, penampilan ini ditonton oleh jutaan fansnya yang kebanyakan masih berusia muda, bahkan anak-anak, yang tentunya masih sangat gampang terpengaruh. Dan semua gerakan-gerakan vulgar yang ditampilkan itu juga dipenuhi dengan “imagery” anak-anak, seperti gambar yang menyerupai Mickey Mouse (?) yang ada di bajunya, sampai boneka teddy bear raksasa yang menjadi penari latarnya. It seems like they were trying to sexualize her recently-left childhood and I am very disturbed by it.

Saya nggak habis pikir kenapa orang-orang dewasa di sekitar Miley Cyrus nggak ada yang mencoba mencegah penampilan ini, terutama orang tuanya. Shame on them. – Affi, Mamanya Aluf, 5 tahun

Awalnya, saya bingung, sama orang-orang yang pada ngeributin Miley Cyrus setelah acara MTV VMA 2013.  Saya kira hanya masalah tampilan seksi di video clip-nya yang pernah saya lihat. Ternyata, di socmed juga rame, pada ngomentarin aksi melet-meletnya. Begitu nonton sendiri di Youtube, reaksi saya, syok dan risih banget. Kenapa sih harus begitu? Sumpah, ngeri bener lihatnya, apalagi, pas adegan dia godain Robin Thicke pake gerakan erotis ala stripper dengan goyang itiknya itu. Sebagai seorang ibu, saya prihatin banget, sebenernya saya kasihan sama dia. Kelihatan banget, dia cari sensasi, minta diperhatiin sama orang banyak, dan keinginan itu tercapai, tapi akhirnya malah banyak yang ngomongin dari sisi negatifnya.

Saya punya keponakan remaja yang dulunya suka banget nonton serial Hannah Montana. Yang saya tau, dia dulu nge-fans banget ama Miley, pas serial itu ada di TV berlangganan. Emang sih, dulu Miley masih kecil, tapi kan gak nutup kemungkinan fans beratnya dulu, masih jadiin dia jadi idola sampe sekarang. Nah, gimana kalo idolanya bertingkah seperti itu, terus gak ada yang ngasih tau, kalo aksi seperti itu gak baik, pasti fans-nya bakal ngikutin deh .

Aksi dia sekarang jadi rame banget di media, semakin rame, semakin banyak orang yg penasaran, dan pasti yang nonton di youtube makin banyak, termasuk mungkin para anak-anak remaja. Tugas kita deh nih sebagai org tua, khususnya ibu, yg harus waspada dan siap mendampingi anak-anak kita, istilahnya biar aksinya Miley “gak nular” ke anak-anak kita. – Rini, Mamanya Laras, 5 tahun.

Melihat aksi Miley Cyrus di VMA 2013 kemarin terus terang membuat saya risih. Menontonnya jadi nggak enak, bahkan karena saya nonton di youtube, saya jadi close window atau mempercepatnya. Saya membayangkan yang di atas sana itu Nadira. Lebay I know. Tapi miris aja membayangkan perasaan ortunya melihat anak beraksi di depan publik seperti itu. Apalagi, Miley sebelumnya dikenal sebagai sosok girl next door dalam serial Hannah Montana.

Tapi ya saya mengembalikan lagi ke ortunya. Saya tahu di Amerika, anak dibebaskan setelah usia 18 tahun. Tapi kenapa Miley bisa bertingkah seperti itu, harusnya sih ortu berpartisipasi di dalam pembentukan karakternya saat masih kecil dan semasa puber. Jadi ortu nggak bisa lepas kontrol begitu aja.

Yang bikin saya tambah sedih, gimana ya nasib para penggemar Hannah Montana? Saya khawatir melihat idola mereka seperti itu sekarang, mereka jadi terinspirasi untuk bertingkah seperti itu juga. Apalagi kita semua tahu bahwa usia ABG dan anak-anak adalah usia yang gemar mencontoh sosok yang mereka kagumi. Di sinilah tugas ortu untuk memberi perspektif dan guidance agar anak-anak tidak mencontoh plek-plek apa yang dilakukan idola mereka. – Ira, Ibunya Nadira, 4 tahun

Oh, my. The controversial Miley Cyrus performance. Where do I begin? Ya, mungkin Mbak Miley ini sedang berusaha mengatakan pada dunia bahwa dia sudah bukan Hannah Montana lagi. Di usianya yang sudah 20 tahun, mungkin dia capek juga selalu diidentikkan dengan image remaja baik-baik. That being said, as a mother of a little girl, I wouldn’t want my daughther to ever do anything even remotely close to that. Banyak cara untuk menunjukkan kedewasaan, apalagi untuk Miley yang seorang artis. Yang dia lakukan hanya salah satu cara. Saya cuma berharap saya bisa mendidik Rory (dan Aria) untuk bisa mengekspresikan dirinya dengan cara yang, well, normal. All the best for Miley, though. – Anggie, Mamanya Aria (5 tahun) dan Rory (2 tahun).

Penampilan Miley Cyrus dengan gerakan “twerking” –nya yang fenomenal pada acara MTV Video Music Awards 2013 berhasil membuat banyak orang tua di belahan bumi ini resah termasuk saya yang kebetulan memiliki satu anak perempuan yang masih berusia 5 tahun.  Kesan yang tertangkap setelah melihat penampilan Miley di YouTube beberapa saat yang lalu itu adalah usahanya yang terlalu keras untuk menampilkan seksualitasnya sebagai perempuan dewasa setelah sebelumnya dia terkenal sebagai bintang pemeran Hannah Montana yang populer di kalangan anak-anak sampai remaja muda. Miley terlihat berusaha berlebihan untuk melepaskan citra Hannah yang “anak kecil” dan ingin tampil dewasa di hadapan publik.  Dari segi publisitas, Miley dan timnya berhasil membuat dunia tercengang dan mungkin saja dengan penampilannya ini ia berhasil melepas citra Hannah namun sayangnya kenapa harus dengan tidak elegan dan malah melempar selera buruk pada dunia dengan komposisi tariannya yang membuat jengah. Itu bukan seni pertunjukan yang bagus, Miley, you can do better. Masih banyak cara lain yang lebih baik untuk mengubah citra seseorang. Twerking dance Miley dalam hal ini saya pikir adalah jalan pintas yang berselera rendah dan tidak perlu didukung. – Mira, Mama dari Rangga (14 tahun) dan Mahesh (5 tahun)

Kesimpulan: It is our job to give guidance to our children, Mommies. What do you think?


11 Comments - Write a Comment

  1. mungkin miley sudah jenuh sekali dengan image gadis manis ala hannah montana, dan ingin membuktikan dirinya sebagai gadis “rebel” yang sudah dewasa. tapi apa ya harus dengan cara tidak berkelas seperti ini sih…..
    semoga putri saya nantinya saat seusia miley bisa menemukan cara yang jauh lebih baik untuk mengekspresikan pendapat bahwa dia sudah dewasa

  2. selain si MC, Orang tuangnya MC, produser VMA 2013 dan Managernya si MC..
    Perlu dipertanyakan si bapak RT itu.. si MC kan belagak seperti wanita2 di video klip RT ituh.. Walaupun ya si model2 di video klipnya ga sevulgar MC, tapi setidaknya RT juga ikut andil dalam kehebohan yang mengarah menjijikan ini…

    Ternyata fase i’m not a girl not yet a woman ini bahaya banget.. Dah banyak juga contoh-contoh kasus kaya MC ini bahkan di endonesiah sendiri.. Semoga semua anak2 gadis kita ga terjerumus dalam hal2 yang begini…

Post Comment