Learning To Love Cooking

Saya baru 9 bulan menikah, masih perlu banyak belajar :’) Salah satu guru saya, tentunya mama saya sendiri.

Walaupun beliau single fighter dan kerja kantoran, tapi tetap bisa masak enak, beresin rumah, bahkan ngurusin tanaman. Salute! Mama akhirnya menginspirasi saya untuk tetap harus bisa masak (yang enak pastinya :p) walaupun bekerja. Bahkan kata Mama, perempuan pulang kerja, masih pakai baju kerja, langsung menuju ke dapur, masak untuk suami dan keluarga, itu seksi. Hahaha…sepertinya inilah motivasi utama saya, biar dibilang seksi, atau paling tidak merasa seksi, saya belajar untuk suka memasak.

Alhamdulillah, dari awal menikah, saya sudah tinggal beda rumah dengan mama (walaupun naik motor cuma 10 menit). Saya jadi bisa belajar mandiri, mengurus suami, mengurus rumah, masak, dan hal-hal kecil lain yang perlu dipikirkan oleh seorang istri.

Saya belum jago masak. Saya masih bingung kalau mau menentukan masak apa hari ini. Saya juga belum tentu setiap hari masak. Pulang kerja pastinya fisik dan mental sudah cukup lelah. Tapi karena termotivasi untuk jadi wanita dan istri yang seksi  tadi, hehehe, saya jadi punya semangat untuk tetap memasak sehabis pulang kerja. Ya minimal, 4 kali seminggu saya wajib masak ;)

Masakan pertama saya, sop sayur, tempe goreng, sambel bawang. It’s sooo simple. Ini andalan saya dan juga kesukaan suami *sepertinya sih begitu* :’)

Berikutnya, coba sayur bayam, oseng kangkung, rebusan sayur plus bumbu pecel, sayur lodeh, sayur asem, oseng labu siam, (ayam, tahu, telor) goreng, nasi goreng, begitu seterusnya berulang hampir selama 8 bulan ini. Yup, kebayang kan bosennya saya cuma masak itu-itu aja. Skill memasak gak berkembang. Rajin browsing dan ngumpulin resep sih, tapi praktik masaknya nol besar. Kalau bukan karena terlalu ribet bahan dan cara masaknya, suami juga tipe milih makanan, gak suka masakan yang aneh-aneh. Jadilah saya masak yang itu-itu aja.

Sampai suatu hari, suami pernah bilang kalau dia suka salah satu masakan mama saya, sebut saja Udang Goreng Cabe Bawang. Itu juga sangat simple. Mama pernah ngajarin saya masak itu. Saya pun akhirnya bilang, “aku bisa kok masak itu Hun”. Dan apa jawaban suami saya yang sempat bikin saya diam tak berkutik, “Tapi kok gak pernah ada di meja makan…”.  -__- . Ooops. Jawaban telak. Menohok.

Tapi itu tidak menghentikan niat saya untuk jadi wanita dan istri yang seksi ;) Bahkan menjadi momentum buat saya untuk belajar suka pada memasak. Saya mencari-cari cara apa yang bisa menjadi jalan dari niat dan motivasi saya itu. Sampai akhirnya, saya menemukan satu website yang mengumpulkan resep makanan dari para member-nya (yang dengan senang hati berbagi resep). Kita bisa upload resep, re-cook resep orang, dan dapat hadiah dari events yang diadakan oleh web tersebut.

Nama web-nya :  dapurmasak . Menarik! Karena saya jadi bersemangat untuk berbagi resep keluarga, ataupun mere-cook resep orang yang sekiranya mudah dan enak. Dalam dua minggu saya jadi member, saya sudah upload 2 resep baru – sapo tahu dan tahu cabe ijo kuah santan ;) Sapo tahu itu percobaan resep lama yang dulu gagal, dan tahu cabe ijo kuah santan itu percobaan resep dari ibu mertua.

Senang rasanya! Skill dan feel saya untuk memasak mulai ada kemajuan. Suami juga makin senang menghabiskan masakan yang saya buat. Dan rasa ini lebih membanggakan ketimbang dikasih pujian sama bos di kantor. Berharap, saya terus bisa jadi wanita, istri, dan ibu yang seksi nantinya ;)

*thumbnail dari sini


3 Comments - Write a Comment

Post Comment