Mengajari Anak Pekerjaan Rumah Tangga

Beberapa hari lalu saya bertemu seorang teman, sebut saja Meli. Sambil ngobrol ngalor ngidul, kami sampai ke topik pekerjaan rumah tangga. Meli bercerita, sejak SD, dirinya sudah fasih mengerjakan segala pekerjaan rumah tangga, termasuk memasak. Jadi, saat ART pulang, dan ibunya hamil lagi, Meli pun mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendirian. Tanpa disuruh, tanpa diminta. Malah, ia mengerjakan semuanya dengan bahagia.

Kuncinya ternyata hanya satu. Sejak kecil, ibunda Meli terbiasa mengajak Meli terlibat dalam apapun yang ia tengah lakukan. Saat melihat Meli suka menirunya memasak, sang bunda pun membelikannya perabotan memasak yang bisa digunakan untuk memasak sungguhan.

“Kata Mama, gue jadi bisa langsung praktik, nggak sekadar pura-pura masak. Eh malah sukses lho. Gue dari SD udah bisa bikin schotel, kue dsb,” tuturnya. Tak hanya alat memasak, sang bunda juga membelikan Meli setrika mini, yang bisa berfungsi seperti setrika sungguhan. Jadi, Meli pun bisa menyetrika baju-bajunya sendiri sambil bermain.

Untuk mencuci, sang bunda kerap mengajak Meli mencuci baju sambil main air. Alhasil, sampai sekarang, Meli menganggap pekerjaan mencuci baju itu adalah aktivitas yang fun dan menyenangkan. Sebab, pengalamannya saat kecil mengajarnya untuk seperti itu.

Sekarang pun, Meli mengaku tidak pusing saat tidak punya ART di rumah. Sebab, ia mampu mengerjakan semuanya sendiri, tanpa merasa terbebani.

Saya pun bertekad untuk mencontek kiat-kiat ibunda Meli untuk Nadira. Soalnya salah satu hal yang saya takuti adalah jika Nadira kelak tumbuh menjadi anak yang manja dan tak bisa mengurus dirinya sendiri. Lumayan kan ya kalau Nadira jadi mandiri, nggak tergantung melulu pada ART. Tapi kemudian, setelah saya pikir-pikir, eh ternyata saya sudah melakukannya, meski baru dalam tahap perkenalan saja sih.

Di antaranya seperti ini:

  • Mengajaknya ikut serta saat mengerjakan pekerjaan rumah tangga

Kalau ART pulang, saya selalu mengajak Nadira saat memasak, menyapu, mengepel atau mencuci. Biarkan dia memperhatikan, meniru dan sesekali membantu apa yang saya lakukan. Bahkan saat saya memasak atau membuat kue, ia seringkali minta dilibatkan. Saya biasanya memberinya tugas seperti memasukkan tepung ke dalam adonan, mencetak adonan kukis dengan cookie cutter, atau mengaduk telur di wajan untuk menjadi scrambled egg.

Begitu pula kalau ada ART. Saat saya di kantor, saya sering menelepon ke rumah untuk bertanya kabar Nadira. Biasanya sih ART selalu menjawab “Mbak Dira lagi di atas Bu, bantuin si Mpok (ART pulang pergi untuk cuci setrika) menyetrika.” Rupanya, oleh si Mpok, Nadira diperbolehkan menyemprotkan cairan pelicin ke baju-baju yang akan disetrikanya. Alhasil, baju-baju saya supeeeeerr wangi karena Nadira terlalu bersemangat menyemprot. Cairannya juga cepat sekali habis. Hahaha.. Tapi nggak apa-apa lah. Hitung-hitung belajar kan?

  • Membelikan perabot rumah tangga mainan

Koleksi Nadira saat ini berupa sapu, pel, peralatan memasak, setrika, dan peralatan membuat kue. Jadi biasanya kalau saya menyapu, misalnya, dia akan ikut menyapu juga menggunakan sapu kecilnya. Begitu juga saat saya memasak atau membuat kue.

Kayaknya next time saya akan membelikannya peralatan memasak betulan deh, supaya dia jago masak juga hehehe…

  • Membiasakannya mengerjakan pekerjaan rumah tangga

Nadira belum terlalu mandiri sih. My bad, I know. Tapi saya berusaha supaya dia bisa mandiri. Caranya dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu.

Misalnya, setiap habis mandi atau ganti baju, saya membiasakannya menaruh baju kotor ke tempatnya. Begitu juga saat ia selesai makan. Piring dan gelas harus ditaruh sendiri di kitchen sink. Sehabis main, seluruh mainan harus dibereskan sendiri. Bangun tidur, guling dan bantal juga harus dirapikan sendiri.

Karena saya selalu menegurnya jika ia lupa atau malas, sekarang kebiasaan ini sudah tertanam di benaknya. Lumayan :)

Apa lagi ya? Adakah Mommies yang punya kiat-kiat lain untuk mengajari anak pekerjaan rumah tangga?

 


One Comment - Write a Comment

  1. Setuju mbak.. Aku juga dr kecil ga pernah punya ART dirumah, jd udah biasa ngerjain pekerjaan rumah sendiri. Prnah punya ART malah ga beres kerjaan rumahnya, jd mending ga pake ART lagi. Anakku cwo bru 2 tahun 5 bln, sementara ini ak ngajarin buang sampah, piring+gelas makan minumnya udah bisa disimpen dicucian piring, klo minum+makan tumpah bisa dilap, baju kotor simpen di ember kotor. Insya ALLAH klo dr kecil dibiasain yg baik2, lama2 jadi kebiasaan bukan paksaan. TFS mbak Ira..

Post Comment