Ketika Reksadana Kebakaran

Beberapa hari yang lalu, timeline Path saya penuh dengan curhatan teman-teman (termasuk teman-teman FD) tentang naiknya nilai tukar Dollar US, Euro, Dollar Sing, Dollar Hongkong dsb. Pastinya bikin kesel dan sedih, apalagi kalau ada barang inceran yang sudah mau di-PO-in (yang kemungkinan gagal karena dollar naik).

Ternyata nggak cuma curhatan tentang mata uang saja. Banyak juga yang curhat tentang merah-merah di laporan reksadana atau sahamnya. Sebenarnya turunnya reksadana/saham ini sudah berlangsung beberapa bulan lamanya. Saya yang sempat hepi karena angka reksadana di aplikasi Bloomberg yang saya pasang di android warnanya hijau semua di Mei kemarin, kaget ketika melihat aplikasi itu tadi malam (setelah sekian lama pura-pura cuek akan perubahannya).

*Credited by Vibiznews.com

Sayangnya, sebagian besar Reksadana yang saya punya itu ya RD Saham, yang notabene fluktuatifnya lebih jatuh-bangun terhadap naik-turunnya IHSG. Kalau IHSG naik, hijaunya bisa sehijau rumput tetangga yang katanya selalu lebih hijau. Tapi kalau IHSG turun seperti sekarang ini, badan rasanya panas melihat ‘kebakaran’ itu.

Buat teman-teman yang kemungkinan besar merasakan perasaan sama seperti yang saya rasakan sekarang (ceileh), jangan buru-buru dilepas ya reksadananya. Jangan lupa, tujuan awal kita beli Reksadana bukan 1-2 bulan saja, tetapi bahkan ada yang sampai 15 tahun. Harapan kita kan bukan perekonomian Indonesia terpuruk, tetapi supaya di 5–berpuluh-puluh tahun ke depan perekonomian Indonesia harus jauh lebih baik daripada saat ini, yang akan ditunjukkan lewat IHSG. Malahan kalau reksadana sedang turun seperti sekarang ini, saat yang tepat buat kita melakukan Top-Up, lho! Lumayan kan, ada tambahan tabungan yang jumlahnya dapat naik apabila IHSG mulai meningkat lagi nanti.

Sebagai ilustrasinya :

Salah satu RD Saham yang saya punya di akhir Mei 2013 lalu sudah mencapai angka Rp 1,322.27. Per kemarin, harga unit RD-nya jatuh bebas menjadi Rp 1,013,86. Kalau kemarin saya membeli lagi Rp 1 Juta untuk RDS yang sama, unit yang saya peroleh bertambah 986.329 Unit. Apabila 5 tahun lagi harga unit RDS meningkat menjadi Rp 1,500.-, kira-kira nilai RDS saya menjadi hampir Rp 3 Juta. Lumayan, kan? Dapat kesempatan beli RD di harga seperti harga IPO pula, kapan lagi kalau bukan sekarang?

*Credited by Tempo.co

Jadi, ayo top-up reksadanamu! Waktunya menabung sambil tutup mata :)


2 Comments - Write a Comment

Post Comment