Musikal Laskar Pelangi Holiday Program

Entah sudah berapa ratus komentar positif yang masuk di kuping saya soal konser Musikal Laskar Pelangi yang beberapa waktu lalu digelar. Dan rasanya, respon penonton setelah melihat gelaran yang diangkat dari novel dengan judul serupa karya Andrea Hirata Miles Productions & Link Entertainment ini semuanya sama. Bahwa acaranya sangat bagus.

Duh, makin nyesel aja, deh, karena nggak sempat nonton. Saya pun jadi salah satu orang yang punya harapan besar  kalau Musikal Laskar Pelangi ini bakal diadakan lagi.  Beruntung, belum lama ini Mommies Daily jadi salah satu media partner Musikal Laskar Pelangi Holiday Program yang diadakan Rumah Main Cikal, Miles Production dan Etcetera Entertainment.

Alhamdulillah…. kesempatan buat nonton pun akhirnya saya dapatkan. Rezeki emang nggak pernah salah pintu, yah, hihihi. Jadilah saya nonton Musikal Laskar Pelangi versi Holiday Program bersama Bumi dan Nissa, keponakan  saya, di Goethe Institute, Jumat 12 Juli 2013 silam.

Dan benar saja, Musikal Laskar Pelangi Holiday Program ini memang merupakan salah satu tontonan wajib yang harus dilihat anak-anak. Memang, sih, Musikal Laskar Pelangi Holiday Program ini lebih singkat jika dibandingkan dengan pementasan aslinya. Tapi, nggak menghilangkan esensi dari cerita Laskar Pelangi yang sarat dengan pesan moral.

Soalnya, nggak cuma menghibur, tapi teater musikal ini mengajarkan anak-anak untuk bisa lebih bersemangat dan pantang menyerah, temasuk pesan dari Pak Cik dalam salah satu scene yang mengingatkan anak-anak bahwa kita hidup dunia ini untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan meminta sebanyak-banyaknya.  Pokoknya pesannya bikin #jleb, deh!

Selain itu, semua yang terlibat dalam preview dan performance Laskar Pelangi Holiday Program ini merupakan orang-orang yang juga ikut menyukseskan Musikal Laskar Pelangi. Mulai dari pemain musik, koreografer hingga  pelatih vokalnya. Jadi, kualitas pementasan memang nggak perlu diragukan.

Serunya lagi, beberapa karakter seperti Bu Halimah atau Pak Cik benar-benar diperankan oleh pemain aslinya. Sedangkan di scene terakhir, semua pemain aslinya juga ikutan main, lho! Kalau nggak salah, pementasan program holiday tahun ini melibatkan 38 toddler dan 52 dewasa.

Kebetulan waktu nonton, saya sempat ngobrol dengan salah satu Mommies yang puteranya ikutan program Holiday ini. Ia bilang, “Pada dasarnya anak saya memang sudah ‘banci tampil’, sih, ya. Jadi waktu tahu bisa ikutan workshop dan benar-benar mementaskannya di atas panggung, dia senang sekali. Yang pasti selain tambah pengalaman, teman, dia juga jadi tambah berani” ujarnya.

Mommies pun mengatakan bahwa saat workshop, anak-anak tidak hanya dilatih menari, nyanyi ataupun akting saja, namun juga diisi dengan kegiatan crafting. Salah satunya, melukis dan mencetak cap tangan di atas kaos yang mereka kenakan saat pentas.

Jadi ngebayangin, kalau Bumi ikut workshop pasti juga bisa ngerasain hal serupa. Lah wong, waktu saya ajak nonton aja, dia senangnya bukan main. Ikutan joged dan nyanyi, meskipun hanya sebatas bersenandung. Yah, pokoknya, benar-benar nikmatin pertunjukan tersebut.

Mungkin, kalau tahun depan Rumah Main Cikal, Miles Production dan Etcetera Entertainment kembali menggelar Musikal Laskar Pelangi Holiday Program ini, saya mau mengajak Bumi untuk ikutan. Toh, workshop ini memang terbuka untuk dua kelas, mulai dari usia toddler,  3 sampai 6 tahun, dan kelas untuk usia 7-16 tahun. Siapa tahu, setelah ikutan workshop, Bumi jadi jago akting, menari, dan nyanyi :)


Post Comment