Dari Teman Curhat, Jadi Konselor

Sejak kecil saya tidak pernah tau bahwa ASI itu lebih SUPER nutrisinya dibandingkan Susu Formula. Maklum, zaman saya kecil dulu itu adalah zaman kejayaan Susu Formula. Tentu bukan salah ibu saya, tapi memang informasi tentang ASI tidak mudah didapatkan seperti sekarang ini.

Semenjak saya melahirkan Aisha *anak pertama saya*, saya bertekad akan selalu memberikan yang terbaik baginya, salah satunya adalah ASI. Alhamdulillah lingkungan sekitar saya saat Aisha lahir sangat mendukung ASI. Mertua saya menyusui semua anaknya hingga minimal 2 tahun. Kakak ipar dan adik ipar saya ada yang masih menyusui anaknya, sehingga saya punya panutan dalam menyusui..

Saya pun tak lupa untuk bergabung dengan komunitas ibu­-ibu menyusui, supaya banyak teman dan tempat sharing sesama busui, yang saling menguatkan dan saling mendukung satu sama lain.

Dari situ, mulailah tumbuh rasa ingin menyosialisasikan ASI dan Menyusui, supaya semua bayi bisa mendapat ASI dan semua ibu bisa berhasil menyusui bayinya.

Muncul keinginan untuk ikut Pelatihan Konseling Menyusui (PKM) yang diadakan Selasi. Karena saya merasa tidak cukup cuma berdasarkan pengalaman saja, tentu harus ada ilmu pengetahuannya, supaya informasi yang saya sampaikan ada dasar dan sumber yang jelas.

Tapi sayangnya belum kesampaian saat itu karena masih menyusui Aisha, dan karena telanjur hamil lagi anak kedua *kembar pula*. Tepat 1 tahun yang lalu, saya menyapih Rakana, anak kedua saya, di usianya yang ke 26 bulan. Sementara adik kembarnya sudah disapih 1 bulan lebih dulu. Itulah saat terakhir saya menyusui.

Kalau melihat kembali pengalaman menyusui yang telah lampau, benar­-benar penuh perjuangan. Dari mulai payudara bengkak, puting lecet, bingung puting, ASI seret, cemoohan dari lingkungan sekitar, dan sempat tidak didukung oleh suami dan keluarga. Tapi Alhamdulillah 4 tahun non stop saya berhasil menyusui ketiga anak saya.

Rasa syukur, bangga dan bahagia saat berhasil menyusui sungguh perasaan yang tidak tergantikan oleh piala dan piagam manapun. Dan karena itulah saya ingin semua ibu merasakannya.

Bersyukur karena menjadi istri dari seorang public figure, saya bisa mempromosikan ASI dan Menyusui ke masyarakat yang lebih luas.

Berbekal pengalaman menyusui Aisha *anak pertama saya*, teman­-teman dekat dan keluarga pun mulai sering bertanya tentang ASI dan Menyusui kepada saya. Begitupun setiap ada yang meliput kegiatan keluarga kami, sebisa mungkin selalu saya tambahkan informasi kehebatan ASI dan ajakan untuk terus menyusui bayi.

Sejak lahirnya si kembar, Alhamdulillah jalan untuk mempromosikan ASI dan Menyusui menjadi lebih lancar. Dukungan dari suami, keluarga, dan teman­-teman pun lebih besar.

Lagi­-lagi, beruntung karena ada yang selalu meliput tentang keseharian kami, pengalaman mengumpulkan 600 botol ASIP yang juga pernah ditulis Mommies Daily untuk si kembar, menjadi inspirasi bagi beberapa orang.

Tanggapan orang­-orang sih bermacam­-macam, ada yang merasa terintimidasi sehingga malah putus asa untuk menyusui, ada pula yang justru merasa terpacu untuk lebih bersemangat menyusui.

Di sinilah tantangannya. Ternyata, untuk melayani “curhat” seperti ini juga memerlukan keterampilan khusus. Kadang, saya malah berfokus pada pengalaman saya, bukan pada permasalahan mereka. Dan inilah yang justru mengurangi kepercayaan diri mereka, bahkan beberapa dari mereka menjadi takut dan malu untuk memberitahu saya saat mereka mengalami masalah menyusui.

Nah, ini jadi salah satu keterampilan yang dipelajari di Pelatihan Konseling Menyusui (PKM) modul 40 jam Standar WHO dan UNICEF. Alhamdulillah saya dapat kesempatan untuk mengikutinya bulan Juni lalu.

Menjadi Konselor Menyusui memang bukan sebuah profesi yang menghasilkan uang, tetapi bila ilmu yang kita punya ternyata bisa membantu orang lain untuk berhasil menyusui, pastinya ada kepuasan tersendiri yang tak ternilai harganya.

Yuk, kita dukung ibu­-ibu untuk menyusui bayinya, bangun kepercayaan diri mereka, hargai setiap tetes keringat mereka, berikan informasi yang diperlukannya.

Salam ASI !!


One Comment - Write a Comment

Post Comment