Editorial’s Letter: Bulannya Ibu Menyusui :)

Hola,

Bulan Agustus ini bisa dibilang bulan ‘suci’nya kami, lho! Kenapa? Karena di bulan ini ada World Breastfeeding Week yang digagas oleh WHO. Maka bulan Agustus kami selalu mengangkat tema mengenai Breastfeeding.

Mungkin sama dengan kebanyakan ibu lainnya, bagi saya, menyusui adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada diri saya. Walaupun proses menyusui saya minim tangis dan darah *lebay*, tapi tetap saja menyusui tidaklah semudah yang dibayangkan sebelumnya: tempelin mulut bayi di payudara, selesai.

Kebangun malam hari, memerah ASI setelah setelah sholat subuh, pundak pegal karena menyusui sambil tiduran, izin dari tempat meeting karena payudara bengkak sudah waktunya diperah, rasanya baru kemarin terjadi. Menyapih Langit yang sayangnya tidak saya lakukan penuh cinta (hiks, masih sedih kalau mengingat proses penyapihan), rasanya baru saja kemarin.

Saya ingat sekali, waktu Langit masih 3 bulan, saya baca di milis ASI for Baby banyak ibu yang masih menyusui anaknya sampai usia 18, 24 bahkan 30 bulan. Saat itu saya membatin, “Waduh, masih lama banget ya?”. Kuat nggak ya, saya menyusui hingga 2 tahun, seperti yang disarankan WHO dan bahkan ditulis di Al Quran?

Ternyata saya berhasil. Alhamdulillah.

Keberhasilan inilah yang kemudian membuat saya makin bersemangat membagi ceritanya. Mungkin tidak se-inspiring ibu lain, tidak sedramatis ibu lain, karena sama halnya dengan kehamilan, setiap orang punya cerita yang berbeda saat menyusui J

Pagi ini, artikel pembuka World Breastfeeding Week kami ditulis oleh Adisty, ini adalah World Breastfeeding Week perdana Adisty bareng Mommies Daiy, lho! Kalau saya yang nulis lagi, bisa bosan. Haha. Saya jadi teringat pertama kali merayakan World Breastfeeding Week di Mommies Daily, yaitu dengan bikin video! Haha, dengan modal seadanya, dan menyita waktu Affi untuk mengedit video tersebut, jadi deh video ini!

Tahun ke-2 dirayakan dengan merangkul cerita teman-teman AIMI dari seluruh Indonesia. Ada AIMI Jabar, JATIM, dan lain-lain. Tahun ke-3, para ayah kece @ID_AyahASI yang bersedia bercerita mengenai ASI di mata para ayah untuk Mommies Daily. Ah, we feel so blessed.

Tahun ini, jujur saya nggak punya bayangan sama sekali, lho! Baru beberapa hari yang lalu saya kepikiran untuk mengajak teman-teman konselor share cerita mereka. Ternyata gayung bersambut. Semalam, pas lagi browsing, ternyata tema World Breastfeeding Week tahun ini adalah Breastfeeding Support: Close to Mother. Ibarat jodoh, tema konselor yang dipilih ini memang merupakan salah satu support penting bagi ibu menyusui :)

Bagi saya, nggak ada yang lebih penting dari support group bagi ibu menyusui. Maka dari itu, Mommies Daily selalu ada dan komitmen terhadap value-nya, yaitu menolak kerjasama dengan produsen susu formula, susu bubuk, susu lanjutan atau susu apapun itu sebutannya.

Bukan sekali dua kali, lho, kami menolak. ‘Becandaan internal’ kami, “kalo terima iklan dari sufor, kita udah bisa punya gedung sendiri””. LOL. Anyway, bagi kami (at least saya pribadi) rasanya ada yang aneh ketika kami bicara tentang manfaat ASI, kelebihan, bagaimana manajemen ASI, keberhasilan ASI, dst, tapi di sisi lain kami menerima imbalan dari para produsen susu formula. Lebih ke tanggungjawab moral.

Bukannya kami mendiskreditkan para ibu yang tidak menyusui, ya. Kan yang kami (meminjam istilah dari para pengiklan itu sendiri) ‘black list’ pengiklannya, bukan pembacanya :)

Salam ASI!


2 Comments - Write a Comment

  1. Yay… terima kasih. lho, dapet penghormatan bikin artikel pembuka di World Breastfeeding Week tahun ini. Mudah2an ada nilai yang bisa dipetik. Ya, paling nggak gue salah satu yg membuktikan kalau daun bangun2 emang ada manfaatnya untuk busui. Selain itu, meskipun diawal2 ASI gue kering kerontang, tenyata setelah mind set diubah, ASI-nya bisa keluar juga…. alhamdulillah….

Post Comment