The Power of Creativity

Behavior & Development

adiesty・30 Jul 2013

detail-thumb

Sudah pernah membaca artikel ‘Belajar Menggambar’ versi orangtua yang ditulis Leija? Buat tipe ibu-ibu yang nggak bisa gambar seperti saya, artikel ini benar-benar membantu, lho!

Kalau lagi di rumah, Bumi memang sering sekali meminta saya membuatkan gambar untuknya. Yang paling sering, sih, minta dibuatkan kereta api, ditambah dengan embel-embel, “Gerbongnya yang banyak, ya, bu. Keretanya juga ada penumpangnya!” :D

Berhubung saya nggak bisa gambar, kadang-kadang permintaan Bumi untuk menggambarkan sesuatu suka bikin bingung. Bahkan, sekali dua kali saya suka merasa kehilangan ide. Padahal, ide-ide kreatif seperti inilah yang dibutuhkan  untuk membantu merangsang kreativitas Bumi.

Beruntung, beberapa waktu lalu saya sempat mewakili Mommies Daily mengikuti Scotch Craftivity Workshop. Di sana, saya mendapat pencerahan, bagaimana caranya memaksimalkan barang-barang yang ada di rumah untuk dijadikan mainan Bumi. Asiknya lagi ini bukan sekedar maian biasa, soalnya untuk membuatnya saya bisa mengajak Bumi bersama sehingga kami berdua bisa sama-sama mengasah keterampilan :D

Dibimbing Kutakatik Art & Craft Class, waktu itu saya dan peserta lainnya diajak untuk membuat 3 kerajianan tangan, pohon keluarga, kotak serba guna, dan boneka tangan. Ketiga crafting ini semuanya sangat menarik dan mudah dikerjakan bersama anak balita seusia Bumi. Yang nggak kalah penting, kita bisa memanfaatkan bahan-bahan yang sudah nggak terpakai. Jadi, nggak perlu modal banyak, hihihi :D

Lagi pula, kalau kita bisa kreatif memanfaatkan barang-barang yang ada di rumah,  point ini justru sangat penting karena secara langsung bisa mengasah imajinasi, kreativitas dan juga kemandirian si kecil. Yang terpenting, lewat kegiatan tersebut kita juga bisa meningkatkan hubungan dengan anak. Betul, kan?

Saat ini, Scotch dan didukung Post-it dari PT 3M Indonesia tengah menggelar event “Scotch Craftivity : Show Your Magic”. Program ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen tinggi untuk mewujudkan anak-anak Indonesia lebih cerdas dan kreatif. Dengan menggandeng Kutakatik Art & craft Art Class,  ada banyak rangkaian kegiatan yang dilakukan.

*Pohon Keluarga

Selain workshop untuk ratusan kepada 126 guru seni, kepala sekolah dan perwakilan orangtua di 42 SD di Jabodetabek guru, program ini juga melibatkan melibatkan 50 ibu dari komunitas online. Ada juga kompetisi membuat kreasi pohon keluarga dari produk  Scotch dan Post-it yang hasilnya diunggah ke Facebook fanpage Scotch Indonesia. Rangkaian kegiatan ini sudah berlangsung sejak Mei 2013 dan babak final kompetisi digelar Sabtu, 27 Juli 2013 kemarin.

Saat jumpa pers, saya bertemu dengan Mbak Rini Hildayani, M. Si selaku Psikolog Anak dan Praktisi TheraPlay. Waktu itu beliau menegaskan bahwa setiap anak sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi kreatif. Tugas orangtualah yang harus mampu menjadi fasilisator. Kalaupun kita sebagai orangtua nggak pintar menghasil produk kreativitas, kita hanya harus berpikir kreatif.

Soalnya, kreatif memang nggak selalu berkaitan dengan produk atau karya seni. Kreativitas verbal atau permainan yang ringan pun sebenarnya merupakan bagian stimulasi yang baik untuk membuat anak lebih kreatif.  Waktu itu Mbak Rini mencontohkan, misalkan  saja kita bisa bermain menggunakan losion atau kertas berwarna. Dimana kita bisa mencolek pipi anak dengan losion atau menempelkan kertas warna tersebut. Selanjutnya, kita bisa meminta si kecil untuk melakukan hal yang sama ke saudara atau ayahnya. Saling menyambung. Kegitan yang play full seperti ini pun sudah bisa memberikan dampak yang baik untuk si kecil. Tapi biarkan si kecil bebas melakukannya, tidak usah didikte.

"Banyak sekali efeknya interaksi sehat seperti ini.  Anak jadi mudah diarahkan, dan lebih kooperatif melakukan sesuatu. Kita sebagai orangtua juga perlu mengajak untuk gantian berganti peran. Ibu yang mengikuti anaknya, sehingga anak diberi kebebasan dan bisa mengembangkan ide sendiri dengan begitu ia juga akan merasa dihargai,” papar Mbak Rini.

Biar bagaimanapun, saya percaya kalau anak kreatif, ia akan mampu berpikir secara luwes, dan mengedepankan orisinalitas. Anak kreatif juga akan mampu memecahkan masalah sendiri yang akan menjadi salah satu life skill yang harus dimiliki. Kita sebagai orangtua harus bisa menjadi fasilitator sekaligus teman yang menyenangkan bagi anak sehingga mampu menumbuhkan kreatifitasnya. Setuju, nggak Mommies?