Peniru Nomor Satu

Memasuki trimester akhir sebelum ketemuan sama angka 2 tahun, Menik sering memberikan kejutan yang bisa membuat saya tertawa, merasa cemas, sampai terharu. Salah satu yang sangat lucu menurut saya adalah kebiasaannya untuk meniru. Apapun yang ia lihat dan dengar, akan ia tiru sebisanya. Pernah suatu hari saya sedang sisiran, Menik terlihat sibuk mengaduk tempat kosmetiknya. Saya perhatikan, ternyata ia mencari sisirnya, begitu dapat, ia langsung bilang “Baaa!!” dan mulai sisiran di depan kaca, duduk di samping saya! Hahaha.

Apa saja yang sudah Menik tiru? Menik setiap pagi selalu otomatis mengambil sapu dan pengkinya untuk mulai bersih-bersih rumah seperti saya, kemudian duduk di sofa membaca koran pagi-pagi. Lanjut ngikutin ke dapur sambil bawa-bawa mangkoknya supaya diisi dengan sarapan. Itu daily activity, ya. Tiruan lain yang membanggakan adalah ikut meletakkan handuk ke tempatnya, memasukkan baju kotor ke tempat baju kotornya, dan membawa masuk sepatu ke tempatnya setiap selesai bepergian. Ikut menumpuk blok kayu, membuat lingkaran saat menggambar, sampai mengikuti gerakan ketika sedang bernyanyi pun dilakukan dengan usaha keras olehnya. Bahkan sekarang setiap menonton video rekaman dirinya pun, suka diulangi lagi perilakunya. Meniru gerakan ala pesawat terbang dari Airplane Song-nya Barney yang diihat saat Barney show di Jakarta atau dansa ala Mickey dan Minnie-pun fasih dilakukan! Bahkan, cara saya memecahkan telur-pun diikuti dengan sempurna. AMAZING!!

Terlihat lucu memang, tapi ternyata aksi meniru ini menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam tumbuh kembangnya, dan sebagai orang tua tentunya harus berhati-hati, dong! “Imitation is vital to the development of abilities ranging from language to social skills, “ begitu penjelasan dari Lisa Nalven, M.D., developmental and behavioral pediatrician di the Valley Center for Child Development, New Jersey. Menurut beberapa bahan bacaan, sebetulnya bayi sudah mulai meniru sejak baru lahir. Membuka mulut dan mengeluarkan lidah adalah usaha awalnya untuk berbicara. Tanpa disadari, bayi mulai meniru bertepuk tangan dan tertawa, ini juga bukti bahwa ia meniru apa yang ia lihat dan dengar. Menik memang tidak terlalu mem-beo untuk urusan bahasa, tapi sisa perkembangan lainnya, sukses ditiru!

Ini jadi satu kesempatan untuk kembali lagi membuktikan bahwa we lead our children by example, jadi jika kita ingin anak tumbuh jadi anak yang tahu dan mengerti kata ‘tolong’, ‘maaf’, dan ‘terimakasih’, sekarang adalah saat yang tepat untuk membiasakan mereka mendengar tiga kata tersebut. Minta tolong saat menyuruh anak mengambil atau melakukan sesuatu, even when we ask them to sing, use ‘please’ word! Kemudian meminta maaf saat melakukan kesalahan dan mengucapkan terimakasih for every single thing they have done, walau mungkin hasil akhirnya tidak sesuai ekspektasi, they deserved the thank you word. Sedangkan untuk saya dan suami, ini adalah saat untuk berhati-hati dalam bersikap dan berbicara serta menyaring tontonan Menik. Menurut saya, tidak lucu kalau misalnya tiba-tiba Menik berbicara ala salah satu artis di televisi yang tidak layak ditiru anak-anak. Because we as a parent, have to protect our kids, too!


One Comment - Write a Comment

  1. Suami gue pernah melihat Maika kesal dan marah, lalu melipat kedua tangannya di dada dan matanya dipicingkan dengan judes. Suami gue langsung ngakak, katanya itu persis kayak gue!
    Ada juga rekaman Maika lagi ngomel ke boneka-bonekanya yang dia anggap anaknya “Harus makan sayuran ya, supaya sehat” “Harus minum air putih yang banyak!” “Mama gak suka kalo kamu bla..bla..bla..”. Yang rekam suami gue, dan pas gue liat.. huhuhuhu.. malu! Persis kalo gue lagi ngomel ama Maika :(

    Beneran, musti hati-hati. Children see, children do.

    Btw, itu foto Menik baca koran kocak bangettttt… Kayak beneran baca!

Post Comment