ELC Mini Sizzlin’ Kitchen

Memasuki usia balita, makin banyak aktivitas yang dilakukan Menik. Dari mulai bangun hingga tidur, ada saja yang dilakukannya. Selain mengolah fisiknya, imajinasi, daya ingat, mengenal warna, dan nama benda adalah beberapa hal yang sedang distimulasi oleh saya. Berbagai macam mainan sebagai alat bantu membuat proses stimulasi ini berjalan lebih mudah. Seperti yang Lita katakan di artikel Tentang Mainan Anak, memilih mainan anak itu harus cermat. Tidak bisa sembarang ambil hanya karena anak kita terlihat tertarik ketika pertama kali melihatnya. Dari mulai kualitas guna, bahan mainan, hingga harga menjadi bahan pertimbangan.

Minggu kemarin ketika sedang berjalan-jalan di mal, kami menyempatkan masuk ke ELC. Tadinya saya memilih telur mainan dari kayu karena Menik memang sedang suka pura-pura memecahkan telur, ceritanya, sih, meniru saya sedang memasak. Telur dari kayu ini bisa dibelah dan ceritanya jadi telur rebus.

Tapi kemudian Ayahnya Menik melihat label SALE di sebuah Kitchen Set. Rino mengajak Menik untuk mencoba bermain disana, dan sukses. Iya, sukses bikin anaknya nggak mau pindah dari depan kompornya. Sambil membiarkan Menik bermain, saya dan Rino berdiskusi. Menurut saya, kitchen set ini terlalu besar untuk diletakkan di rumah kami nanti. Rino bilang, bisa diletakkan di ruang makan, jadi kalau saya masak, anaknya bisa ikutan tanpa saya khawatir ia mendekati kompor yang sedang saya gunakan.

Ketika sedang diskusi, SPG ELC memberi masukan kalau mereka punya portable kitchen set, namanya Mini Sizzlin’ Kitchen. Yes, it’s sizzling, Mommies!! Ada suara desisan seperti menggoreng dan merebus dengan bantuan baterai AA sebanyak 2 buah. Sistem 2 in 1 yang menarik adalah satu sisi dengan dua kompor dan satu sisi untuk memanggang. Kalau ditutup, ceritanya bisa jadi oven. Ada panci dan wajan, serta alat makannya. Ada beberapa jenis sayur, daging, burger dan hot dog bun, serta telur mata sapi. Totalnya ada 31 aksesori. Lucu sekali. Pastinya bentuknya compact, dan mudah dibawa saat bepergian. Ketika disodorkan ke Menik, Alhamdulillah, anaknya tertarik. Mungkin karena di usia 20 bulan, play pretend adalah hal yang mulai menyenangkan untuknya. Bungkus, deh, kalau begitu!

Bahannya plastik yang aman untuk anak, dan mudah dibersihkan. Ketika bermain, biasanya saya memperkenalkan nama-nama jenis sayur, daging, dan berbagai perlatannya. Sekarang setiap pagi, Menik selalu minta tolong agar dapur kecil ini dibuka kemudian ia memasak telur mata sapi dan mengantar piring itu ke saya. Persis dengan apa yang saya lakukan di dapur selama ini jika sedang menyiapkan sarapan untuk Rino dan Menik ;)

Selamat main masak-masakan, ya, Menik!


Post Comment