Puasa Sambil Menyusui? Bisa Banget!

Sambil merayakan hari jadinya yang ketiga, tanggal 29 Juni 2013 kemarin, AIMI Jawa Barat menggelar mini talkshow di Pasteur Hyperpoint, Bandung, dengan pembicara dr. Stella Tinia Hasiana M.Kes, Lintang Dwi F (konselor menyusui AIMI Jabar), dan Manik Laluna yang saat ini menyandang status ibu menyusui. Karena ini merupakan birthday party, jadi banyak sekali hadiah yang disediakan oleh AIMI Jabar untuk semua peserta yang sudah datang. Dari mulai baby wrap, diaper bag, pre-walker, voucher belanja, hingga buku persiapan MPASI pun siap dibagikan. Mini-me Photobooth juga melengkapi kemeriahan hari ulang tahun AIMI Jabar.

Mini talkshow-nya bertajuk “Puasa Sambil Menyusui? Bisa Banget!” karena acaranya memang dilaksanakan sekitar seminggu sebelum bulan Ramadan datang, membuat banyak ibu menyusui antusias mengikuti acara ini. Karena walaupun sudah sering dibahas, namun tentu saja para busui butuh banyak penguatan agar tidak goyah dengan keputusan yang sudah diambil, apakah mau ikut puasa atau tidak.

Di awal acara, Mbak Lintang menjelaskan beberapa dalil dalam Islam soal ibu menyusui dan puasa. Puasa itu hukumnya wajib bagi yang beriman namun Islam juga memudahkan, dan wanita bisa mendapatkan keringanan soal menjalankan puasa. Bagi ibu yang sedang menyusui, boleh berpuasa, namun harus memperhatikan nutrisi ibu dan bayinya. Jika khawatir nutrisi bayi tidak tercukupi, maka ibu boleh tidak berpuasa. Kemudian bagaimana cara membayar hutang puasa bagi ibu menyusui? Ada lima dalil, pertama adalah meng-qada atau mengganti di hari lain saat sudah mampu, kedua yaitu membayar fidyah dan tetap membayar puasa di hari lain, ketiga hanya dengan membayar fidyah, keempat boleh memilih antara membayar fidyah atau membayar dengan puasa lagi, dan terakhir dalil yang melihat ibu hamil kemudian menyusui, kalau keadaan begini, boleh membagi dengan fidyah dan membayar puasa di hari lain saat sudah mampu. Mbak Lintang menambahkan, jika tidak kuat saat berpuasa maka buka puasa adalah jalan terbaik. Besok atau lusa boleh dicoba lagi untuk puasa, tapi tidak boleh dipaksakan.

Dokter Stella mengingatkan para ibu menyusui untuk melihat kondisi bayi, jika memang memutuskan untuk berpuasa, maka rajin-rajinlah ibu untuk menimbang bayi seminggu sekali, apalagi kalau bayinya masih dibawah satu tahun, karena ASI masih yang utama. Ibu menyusui juga haru memperhatikan asupan karbohidrat seimbang dan pintar memilih karbo kompleks agar tingkat gula darah tetap stabil, perbanyak asupan cairan terutama saat sahur, dan hindari teh atau kopi atau berbagai minuman manis agar tidak cepat haus. Kandungan dalam ASI tidak akan berubah saat ibu berpuasa, apalagi jika ternyata puasa membuat si ibu bahagia, ini malah akan menjadi pemicu oksitosin.

Manik Laluna menambahkan, saat puasa biasanya Manik menyiapkan sahur sambil ngemil buah, biskuit, dan minum air putih kurang lebih satu liter. Setelah itu makan sahur bersama seperti biasa, dan minum air lagi secukupnya. Karena Manik juga masih harus memompa ASI, untuk menjaga asupan cairan, dari berbuka hingga sahur adalah waltu yang tepat untuk banyak minum air putih. Manik juga mengingatkan kalau ada beberapa jenis makanan yang biasanya membawa efek bahagia bagi para ibu. Nah, hadirkanlah makanan tersebut saat sahur atau berbuka agar hati tetap happy, karena perasaan bahagia adalah kunci sukses menyusui. Tapi jangan lupa perhatikan nutrisi agar fisik tubuh tetap terjaga.

Di akhir acara, dokter Stella berbagi kiat pumping untuk ibu menyusui yang berpuasa, karena katanya kadang kalau puasa hasil pompa tidak sebanyak biasanya. Menurut dr. Stella, hasil pompa yang menurun di awal puasa adalah hal yang biasa karena tubuh sedang beradaptasi dan asupan cairan saat siang hari memang berkurang. Tetap lakukan pumping sesuai jadwal yang biasa walau hasil menurun, biasanya tiga hari atau seminggu kemudian, hasil pumping akan kembali normal. Saat siang hari, tidak usah menunggu payudara terasa kencang jika ingin memompa, lakukan secara rutin 2-3 jam sekali, agar produksi ASI tetap terjaga. Jika memungkinkan, baiknya memiliki ASIP beku untuk cadangan saat hasil pompa berkurang banyak. Nah, kalau menyusui malam hari (di waktu sesudah berbuka), kalau bisa ketika memompa sambil menyusui, jadi hasil pompa pasti lebih banyak.

Menutup acara, ketiga narasumber sepakat bahwa kunci keberhasilan ibu menyusui yang ingin menjalankan puasa adalah keyakinan dari dalam hati yang paling dalam, hilangkan sugesti negatif, takut hal ini dan itu, dan niatkan dari dalam hati bahwa puasa dan menyusui adalah ibadah yang dilakukan karena Allah SWT semata. Jadi bagaimana, Mommies? Sudah tidak ragu untuk berpuasa saat menyusui? Ingat soal kemampuan diri dan kesehatan ibu serta bayi adalah tetap hal yang utama, ya!

Selamat ulang tahun AIMI Jawa Barat, sukses terus, ya! Salam Asi!


Post Comment