Sudah 20 Bulan, Kok Belum Bicara?

Sejak hamil, janin saya dinyatakan sehat. Ketika lahir, Menik mendapat nilai APGAR 9/10. Perkembangan fisik, motorik halus dan kasar semua berjalan sesuai dengan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) yang saya pegang.

Satu hal yang menjadi fokus saya adalah perkembangan bahasa Menik. Khawatir sedikit karena Menik belum mengeluarkan satu kata yang jelas hingga usia 15 bulan, namun karena DSA-nya bilang masih bisa diberi waktu hingga usia 21 bulan, maka berkuranglah si rasa deg-degan. Kata DSAnya, ini ibarat tanggul, kalau nanti jebol, pasti langsung byaarrr! banyak yang keluar. Tapi namanya emak-emak pressure memang tidak bisa dibendung, ya! Ada satu teman saya yang anaknya sudah bicara sejak usia 13 bulan, dan memasuki usia 14 bulan, anaknya sudah memiliki lebih dari 30 kosakata. Ada lagi anak teman yang seumuran, sudah bisa menyambung suku kata yang diberikan ibunya. Belum lagi tekanan seperti “ibunya kan cerewet, dulu penyiar, masa anaknya belum bicara..” I was like, Helloo?! :(

Akhirnya, saya mulai Googling soal speech delay, awalnya saya seperti berada di grey area, kalau lihat di tanda-tanda perkembangan bahasa rasanya tidak perlu khawatir, tapi kenapa tidak ada kata yang jelas yang keluar dari mulut si bayi yang sebentar lagi masuk usia 21 bulan ini? Takut diri saya in denial, akhirnya saya mulai mencari literatur mengenai keterlambatan bicara pada anak. Kenapa tidak langsung ketemu dokter? Ya karena itu tadi, dokter anak Menik bilang, jangan terlalu khawatir, apalagi ketika terakhir bertemu, Menik sangat komunikatif. Di Baby Center, Suniah Shah, seorang pediatric speech and language specialist, mengatakan memang seharusnya di usia 18 bulan, bayi sudah bisa mengeluarkan satu atau dua kata dengan jelas dan berarti. NAMUN, let me bold the BUT word here, ada juga kemungkinan sebetulnya perkembangan bahasa anak normal, dengan memperhatikan beberapa tanda, seperti:

  • Anak mengerti perintah dengan baik. Misalnya saya minta tolong untuk mengambilkan remote, maka dengan cepat, Menik akan mengambilkan remote dan mengantarnya.
  • Anak mengerti banyak kata tunggal atau bahkan kalimat, dan ia berusaha untuk meniru berbicara atau dengan gesture tubuh. Misalnya saya bilang “Terimakasih”, maka Menik akan melipat tangan dan menundukkan tubuh, sesuai dengan apa yang saya contohkan selama ini. Atau kalau saya bilang “Saatnya Menik makan”, maka Menik akan duduk di kursinya dan bilang “mamam..mamam!”
  • Ketika anak mengingkan sesuatu, maka ia akan menunjuk ke hal tersebut.
  • Anak akan sering bilang “tidak” untuk menunjukkan kemandirian dan ketidaksukaan terhadap sesuatu.
  • Saat sedang dibacakan buku, atau berjalan-jalan, kalau kita menyebut kata, anak akan menunjuk ke hal tersebut. Ini tanda, anak sudah mengenali dan mengetahui nama benda tersebut.
  • Anak suka seolah-olah membaca buku, padahal yang terdengar adalah bahasa planetnya, atau berbicara sendiri ketika bermain, itu juga dengan bahasa planetnya. Biasanya akan terdengan nada mengalun karena anak meniru nada bicara kita.

Kalau melihat semua tanda di atas, Menik memang tidak ada masalah. Semuanya ada pada Menik. Artinya saya tidak perlu khawatir, dong! Tapi kan tidak ada kata (yang menurut saya) jelas keluar dari mulut Menik. Beberapa kali saya curhat ke teman saya yang juga seorang psikolog, takut kalau Menik mungkin terkena sindrom autis atau mungkin ada gangguan perkembangan lainnya. Ia menjawab dengan santai “Ki, setiap anak itu adalah individu yang berbeda, lo santai tapi tetap perhatikan dengan baik tumbuh kembang si Menik.” Jawaban ‘standar’ ini memang menenangkan, tapi ya, itu tadi, peer presure tidak bisa dihindari.

Beruntung saya sempat ikut seminar Joy of Learning yang diadakan oleh Fisher Price. Chief Mum, Carry Lupoli bilang bahwa mendokumentasikan perkembangan anak di masa emasnya adalah penting agar kita bisa memantau perkembangan anak. Saya termasuk orang yang hobi merekam Menik, dan akhirnya saya bisa menulis perkembangan bahasa Menik yang selama ini luput. Iya, kan kalau hanya diamati sehari-hari, rasanya si Menik hanya bicara bahasa planet tanpa arti.

Ini yang berhasil saya runut soal perkembangan bahasa si bayi yang lahir tanggal 17 Oktober 2011:

  1. Usia 7 bulan bicara “ba ba.. bababa..”
  2. Usia 9 bulan bicara “ma.. ma.. da.. da.. ta.. ta..”
  3. Usia 13 bulan bicara “Yaahh..yaah”
  4. Usia 15 bulan bicara “na.. na..” dan “Mama!”
  5. Usia 20 bulan mulai banyak, nih! Mulai dari : Ndak, Bu, Yes, No, Udah, Duduk, Susu, Ayah, Mama, Bapak, Barney, Cicak, dan mulai menirukan suara hewan seperti “cuit cuit” untuk burung, “mo mooo” untuk sapi, dan “huk” untuk anjing.

Baru segitu tapi harusnya saya sudah boleh bernafas sedikit lega ya, karena mulai banyak, nih, yang keluar walau baru kata-kata tunggal. Hampir semua referensi bilang saya harus rajin mengajak bicara dan mengulangi kata yang ia keluarkan. Misalnya Menik bilang “Wooohh” sambil pura-pura telpon, maka saya harus menyambut dengan “Iya, Menik bilang HALO kalau lagi telpon, ya”.

In the end, emak-emak pressure memang terkadang membawa kegalauan soal tumbuh kembang anak. Tapi jangan kelamaan galau, ya. Mendingan energinya dipakai untuk mencari tahu kebenenaran soal hal yang bikin galau. Oh ya, jangan lupa, jika anak belajar lebih dari satu bahasa, ada kemungkinan anak akan bingung, jadi lebih baik fokus di satu bahasa dulu, bahasa ibu. Dalam hal gangguan tumbuh kembang bahasa, yang perlu diperhatikan adalah jika sudah masuk usia 18 bulan, anak belum bisa mengerti perintah sederhana, tidak menoleh jika dipanggil namanya, atau tidak fokus jika sedang diajak melakukan suatu aktivitas, baiknya berkonsultasi dengan dokter anak dan ahli tumbuh kembang.

Baiklah, saya mau ngajak Menik ngobrol dulu, ya! :)

Referensi:

http://www.babycentre.co.uk/x556942/my-18-month-old-doesnt-talk-yet-what-should-i-do

http://www.babycentre.co.uk/a6573/developmental-milestones-talking

http://www.cdc.gov/ncbddd/childdevelopment/screening.html


16 Comments - Write a Comment

  1. hi Saz, i’ve been there and still working on dealing with speech delay kid.
    Menurutku di usia 20 bulan, selama Menik interaksi dan sosialisasinya baik, dapat merespon percakapan orang dewasa walau belum 100% sesuai dan bicara bubbling gak perlu terlalu khawatir. Kalau anaknya diem dan gak merespon justru lebih mengkhawatirkan. Nanti di usia 2 tahun, bila perlu dan untuk menenangkan orang tua, sebaiknya dikonsultasikan ke klinik tumbung kembang anak untuk tau lebih detail mengenai tumkem Menik karena setiap periode usia ada standard kata yang bisa diucapkan. Insya Allah everything is just fine.
    Setiap hari terus stimulasi dengan flash card/menyanyi dan usahakan menggunakan 1 bahasa (dhi Indonesia) dulu supaya gak bingung bahasa.

    Baron dulu sempat speech delay dan di usia 2 tahun saya konsultasikan ke klinik tumkem dan dilanjutkan terapi wicara. Alhamdulillah willingness to speak dan meniru mulai muncul di usia 2 tahun 7 bulan dan sampai sekarang malah cerewet banget gak berenti ngomong hehehehe…

    Go Menik :)

  2. Ah Sazqueen, tulisan ini seperti mewakilkan isi hati gue! Seperti pernah gue curhat di blog juga hihihi.

    Rasya 18 bulan juga baru satu kata yang paling jelas, ‘Mam!’ untuk makan. sisanya, ya babbling dan menirukan suara beberapa binatang. Tapiiiiii…….mengamini semua poin yang ditulis di atas. Rasya bisa itu semua! Paham perintah sederhana, menirukan bahasa non verbal dengan cepat, dan lain-lain. Makanya, sekarang Rasya ikut TPA setengah hari, untuk bantu menstimulasi perkembangan bahasanya. soalnya, logika gue, di rumah, Rasya satu2nya anak kecil, dia ngomong mau apapun orang dewasa akan berusaha memahami apa maunya, tanpa mendorong dia untuk berkata-kata. Kalau di TPA, kan banyak teman sebaya, yang akhirnya bikin dia mau nggak mau untuk bicara. Mudah2an perkembangannya positif.

    Jadi, Menik nggak sendiri, tetap semangat ya Menik! :*

    1. Nah, gue belum nemu TPA atau PAUD buat bergabung, rata-rata PG disini pakai bahasa Inggris, which is gue hindari supaya gak bingung bahasa… huhuu..

      Aamiin, makasiih doanya ya, Deeth! Salam sayang buat Rasya, mwah..

  3. Kiki…. gue juga ngalamin hal yang kaya gini, nih. Waktu usia 20 bulan Bumi juga baru bisa ngomong dengan jelas beberapa kata aja. Denger komentar sana sini yang sering tanya kenapa Bumi belom bisa ngomong emang bikin dag dig dug. Waktu itu juga kosultasi ke DSA nya, dan pejelasannya sama dgn yang loe jabarin di atas. Karena Bumi paham kalau diajak komunikasi, rasa khawatirnya jadi berkurang.
    Tapi pas 2 tahun, bener kata DSA Menik, ibarat tanggul yang jebol, ngomongnya langsung nyerocos. Bahkan kata nyokap bokap gue, di antara cucu2nya, Bumi yang paling pinter ngomong.
    Mudah2an beberapa bulan lagi, Menik ngomongnya udah bisa lancar, ya, nyaingin ibunya yang bawel :))

  4. Ah sama banget kaya anak aku. Anak aku 19m juga baru bisa sekitar 10 kata sederhana (seperti mamam, num, bobo, dll). Tapi udah ngerti banget kalo diajak ngomong dan disuruh melakukan sesuatu. Kadang khawatir juga sih, Tapi selalu positive thinking aja kalo setiap anak itu unik. Mudah2an Menik & anakku cepet bisa ngomong ya.

  5. *puk-puk Sazki* Aria, usia 2 tahun kosakata juga cuma sedikit yang diucapkan: mama, papa, nenen, bumbum (mobil). :D Gue termasuk yang cukup cuek. Tapi gue perhatiin juga dia komunikasinya baik. Bisa mengerti perintah, bisa menunjuk benda-benda, bisa mengomunikasikan maunya apa. Kalau gue tanya, mana kursi, dia bisa tunjuk. I assume, dia sudah tahu apa itu kursi, cuma nggak keluar dari mulutnya. Untuk kasus Aria, perkembangan kemampuan mengunyah juga agak telat. Sampai usia 1 tahun makan nasi masih lembek. Susah banget makan daging atau yang keras-keras. Ini juga pengaruh kayaknya. Orang-orang sekitarnya sih ajak ngobrol terus dan gue selalu berusaha menanyakan pertanyaan terbuka, untuk mancing dia ngomong agak banyak. begitu mulai ngomong (lupa gue, sekitar 2.5 th deh), masya Allah, cerewet banget nget nget. :)

    I hope all is well, dan semoga Menik cepet bawel, ya. :D

  6. Hai saz .. gaby ku sama banget sama menik.. dia sebentar lagi 21 bulan, jumlah kosakata nya juga kurang lebih sama lah sama menik :) jadi semangat deh baca postingan mu .. ngerasa ada temen seperjuangan *emakemakgalau .. pas gaby ku usia 18 bulan, sedihhh rasanya dia baru bisa satu dua kata , Apalagi ada anak saudaraku yg punya anak seumuran tapi bicaranya sudah jelas , makin galau deh aku :( Apalagi ibu ku bilang, gaby begitu karena aku jarang ajak ngobrol..Padahal dirumah aku tuh udh cerewet banget.. sampe mulut berbusa ..Hahaha..Yah tapi aku tetep semangat ngoceh 2 sampai mulut berbusa, nyanyi2, ajak ngobrol dia.. sampai waktunya tanggul itu jebol…hehehe Apalagi aku juga udh konsul ke dsa nya, katanya gpp Koq, tetep distimulasi aja gaby nya :)
    Tetep semangat yah saz untuk menik :)

  7. Hi..mom, i’ve been there too,
    Dulu dzacky sampai 20 bulan juga kosakatanya masih dikit, kadang suka ngiler liat anak-anak lain yg masih 1 tahun tapi kok udah “nyerocos” aja. Trus gw googling, katanya gk pa2,msh wajar, ya udah gw jd santai. Malah gw pernah baca ada yg baru bisa ngomong di umur 2 tahun, eh gt umur 3 tahun malah udah bisa baca.
    Trus umur wktu dazcky usi 23 bulan alhamdulilah “tanggulnya jebol” , wah jd cerewet bgt dzacky, semua2 ditanya sampai mendetail. kadang emaknya yang kewalahan jawabnya.
    Sekarang malah banyak yang bilang,klo dzacky ngomongnya jelas banget, dan kosakatanya juga spt udah melebihi umurnya.

    So,utk Menik dan Emaknya tetap semangat ya, ganbate….. :)

  8. ternyata ada yang bernasip sama dengan saya ya, usia anakku pas banget 20 bulan , akan tetapi sampai sekarang anak saya baru bisa 3 kata yaitu ayah, mamam dan yai. hampir semua orang dipanggil ayah sama dia, termasuk saya hikss hikss hikss masa saya dipanggil ayah harusnya kan bunda ( hemmm sesuatu banget ya ) . saya sempat takut tetapi setelah saya konsultasi ke dokternya dan saya lihat perkembangan anak sahabat saya yang hampir sama dengan anak saya ( masih kurang pandai dalam berbicara ). Dan setelah saya baca tread ini saya lebih bisa bernafas legaaaaaaa setidaknya masih ada waktu untuk anak saya belajar berbicara eheheheh, untungnya anak saya sudah mengerti jika saya ajak berbicara atau saya minta tolong mengambilkan sesuatu ( walaupun jawabannya dia hanya ehmmm ehmm ehmmm ). dan untuk anak seumuran dia mungkin benar ya perasaan KEPO nya yang terlalu over alias rasa ingin tahunya besar membuat kita sebagai seorang bunda harus extra hati hati ehehhehe. untuk para bunda semoga anak kita menjadi lebih baik dan lebih pandai setiap harinya, dan untuk bunda yang sudah memposting Info ini saya ucapkan banyak terima kasih.

Post Comment