Motherhood Monday: Vera Shiska Dan Family Time

Namanya Vera Shiska. Di usianya yang relatif muda, perempuan kelahiran  Jakarta tahun 1981 ini sedang mengembangkan perusahaan yang diberi nama Kana Digital Interactive Agency bersama suami tercinta. Bahkan, beberapa tahun  belakangan ini  perusahaannya telah berekspansi dengan membuka cabang di Kuala Lumpur dan Malaysia. Jadi, nggak mengherankan, kalau istri dari Amin Krisna ini sering melakukan business trip.

Hal ini memang nggak terlepas dari tugasnya sebagai COO yang menghandle sales dan operasional perusahaan. Bahkan, saking sibuknya, Mbak Vera mengaku dirinya baru bisa menikmati me time saat melakukan business trip. Itu pun saat di airport, lho! Soalnya, meskipun sekantor dengan suami, perjalanan bisnis ia lakukan seorang diri.

Walaupun pekerjaannya banyak menguras waktu dan tenaga, tapi bukan berarti perempuan berkulit putih bersih ini menomer duakan keluarganya, lho. Buatnya, keluarga tetap nomer satu. Buktinya, ia mempunyai beberapa policy dan ritual dalam keluarga yang ia sepakati bersama sang suami.

Beberapa waktu lalu saya sempat berbincang-bincang dengan ibu dari Matthew Alexander Krisna (4,5 tahun) di ruangan kantornya di bilangan Kemang. Sambil ditemani secangkir susu cokelat hangat,  obrolan kami mengalir dengan santai. Saya pun mendapat beberapa insight yang sangat menarik lewat perbincangan waktu itu. Berikut kutipannya, ya, Mommies, mudah-mudahan bisa memberikan inspirasi!

 

Apa yang memutuskan Mbak Vera mau bergabung di perusahan suami?

Pada dasarnya saya ini suka kerjaan yang banyak tantangannya, jadi saat suami nawarin untuk gabung, buat saya  itu tantangan.

Sebelumnya juga bekerja di perusaan yang berlatar belakang teknologi seperti saat ini?

Nggak, dulu justru saya di perusaahan retail, dibagian promosi dan  marketing. Karena memang sudah terbiasa ngomong sama client, jadi saya sudah tahu deh bagaimana cara menghadapi client, tahu kemauan mereka itu apa.

Dari retail ke teknologi, pasti jauh banget, ya, bedanya?

Saya dan suami ini termasuk sama-sama geek. Dari dulu, senang sekali main game, padahal kan jarang, ya, perempuan yang senang dengan game. Jadi hal ini banyak membantu membesarkan perusahan suami.  Saat ini, saya berkerja yang mostly 90% laki-laki, tapi ternyata seru.

Suka dukanya berkerja bareng suami apa, sih?

Yang pasti, komunikasi dengan suami jadi nggak ada masalah. Pagi dan pulang hampir selalu berangkat bareng, di kantor juga ketemu jadi komunikasi sangat gampang.

Kalau ada masalah di kantor, suka terbawa sampai ke rumah nggak?

Kalau ngomongin kerjaan, apalagi masalah kerjaan yang kita hadapain itu kan sama, jadi pasti ada. Tapi kita bedua punya time out, dimana kami sepakat untuk nggak membawa masalah ke rumah. Kalau dia sudah ngomongin kerjaan di rumah, saya selalu ingetin. Selain itu kita punya policy, Sabtu Minggu nggak boleh ngomongin kerjaan sama sekali. Kalau di hari biasa, dan ada perkerjaan yang sifatnya urgent saat malem hari kita masih suka ngobrolin kerjaan di rumah.

Ada policy lain nggak yang selalu diterapkan berdua?

Masalah pembagian waktu juga sangat kita perhatikan. Diantara kesibukan pekerjaan, kita sama-sama sepakat punya me time. Biasanya sih kita pilih saat week days. Dulu, sebelum punya anak, me time saya tuh simple banget, tinggal beli buku dan baca di coffee shop sampai 3 jam. Buat saya itu sudah heaven banget. Tapi kalau saat ini sepertinya sudah susah, jadi untuk me time sekarang ini justru biasanya di airport, hahaha.

Punya kantor di luar negeri, pasti sering business trip. Cara bagi waktu dengan anak bagaimana?

Kalau sama anak, pasti ada masalah, sih, ya, apalagi kalau sedang business trip ke luar negeri, Manila atau KL bisa sampai 4 hingga 5 hari. Tapi karena sekarang sudah ada skype, jadi gampang banget komunikasinya. Setiap hari nggak lepas skype-an sama anak. Mungkin karena anakku sudah dari kecil sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini, jadi nggak ada terlalu banyak drama, sih, ya. Lagi pula anak-anak zaman sekarang kan sudah pinter dan cepet mengerti dengan teknologi, ya, jadi semua memang sangat dimudahkan.

Sebagai working mother, pernah merasa ada dititik dilema memilih antara pekerjaan dan keluarga?

Actually, pas lagi hamil dua bulan aku memutuskan untuk nggak kerja. Mau merasakan rasanya nggak ngapa-ngapain di rumah aja, dan ternyata sangat menyenangkan, ya, apalagi mau minta apa-apa juga dikasih sama suami, hahaha. Jadi sampai anakku 6 bulan, aku tidak bekerja dulu. waktaku juga balik kerja karena suami yang minta gabung. Tapi sekarang Matthew sudah paham kalau Maminya harus kerja.

*Mbak Vera dan keluarga

Kalau nggak sibuk, biasanya kegiatan apa saja yang sering dilakukan bersama Matthew ?

As you know, Jakarta ini kan macet banget, jadi paling kita suka mall atau play park. Kebutulan anak aku itu gila sama buku, jadi biasanya selalu ke toko buku, Di rumah, mewarnai, main stiker. Oh, ya, mungkin karena anakku senang baca buku, sekarang dia sudah bisa baca. Padahal di TK itukan belum diwajibkan untuk bisa baca. Someday, dia bisa membaca sendiri tulisan yang ada di bajunya. Aku sendiri sampai kaget sendiri.

Wah, hebat bener. Oh, ya, Mbak punya ritual khusus nggak bersama keluarga?

Ada dong, setiap bulan family time kami sering pergi bertiga saja. Biasanya kami menginap di hotel, tempatnya nggak perlu jauh-jauh, di Jakarta juga ok. Biasanya sih, kalau di Jakarta kamu suka menginap di Borobudur. Selain itu, kami juga suka ke Bandung. Yang penting dari family time ini kan waktunya, bukan jaraknya.

Pertimbangan menentukan lokasi kalau family trip ini, apa saja?

Pertimbangannyanya pasti ke anak, ya. Misalnya, harus ada pool, ada taman yang jadi tempat dia main, tempat makan juga jadi pertimbangan. Soalnya anak aku juga lumayan picky. Jadi kalau lokasinya dekat atau banyak menyediakan alternatif makanan, itu jadi jauh lebih bagus. Selain itu, kalau family trip seperti ini kita juga harus memikirkan schedule anak, semuanya mengikuti ritme anak.

Ngomong-ngomong, Mbak Vera itu tipe ibu yang seperti apa, sih?

Aku lebih ke tipe ibu yang open minded. Sejak Matthew  kecil sudah membiasakan melakukan diskusi dengannya. Jadi kalau kita mau melakukan seseutau termasuk soal family trip ini kami selalu diskusi dulu. Dengan open discussion seperti ini knowledge dia juga jadi bisa berkembang. Yang terpenting sebagai working mother seperti saya ini pastikan nggak punya banyak waktu sama anak, tapi buat saya selama kita bisa menamamkan pola asuh yang baik, anak juga akan mengerti. Yang terpenting bukan kuantitas, lebih ke kualitasnya.

_____

Wah, banyak banget, nih, point-point penting yang saya dapatkan lewat perbincangan dengan Mbak Vera. Mudah-mudahan bisa saya atau Mommies yang lain aplikasikan juga di dalam keluarga. TFS, ya, Mbak Vera :)

 

 

 

 

 

 


Post Comment